Marina Budiman: Dari Wanita Terkaya RI Hingga Kehilangan Triliunan Rupiah dalam Hitungan Hari

- Jurnalis

Kamis, 20 Maret 2025 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marina Budiman. [PT DCI-Indonesia]

Marina Budiman. [PT DCI-Indonesia]

1TULAH.COM-Nama Marina Budiman sempat mencuri perhatian publik setelah dinobatkan sebagai wanita terkaya di Indonesia versi Bloomberg Billionaires Index pada Maret 2025. Namun, sorotan tersebut berubah menjadi perbincangan hangat setelah kekayaannya menyusut drastis dalam waktu singkat akibat anjloknya harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII).

Marina Budiman adalah sosok di balik kesuksesan PT DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan pusat data terbesar di Indonesia. Bersama dengan Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia, ia mendirikan DCII pada tahun 2011, melihat potensi besar dari kebutuhan pusat data di era transformasi digital.

Sebagai Presiden Komisaris DCII, Marina berhasil membawa perusahaan tersebut menjadi pemimpin di sektor pusat data. Pertumbuhan pesat DCII tercermin dari lonjakan harga sahamnya, yang turut mendongkrak kekayaan Marina hingga mencapai USD 7,5 miliar atau sekitar Rp 118,5 triliun.

Baca Juga :  Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia

Kekayaan Anjlok Drastis dalam Waktu Singkat

Namun, kejayaan tersebut tidak berlangsung lama. Dalam waktu tiga hari, kekayaan Marina Budiman merosot hampir setengahnya, menjadi USD 4,4 miliar atau setara dengan Rp 59,49 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh koreksi tajam harga saham DCII.

Sebelumnya, saham DCII sempat melonjak hingga kapitalisasi pasarnya mencapai USD 17 miliar. Namun, dengan pendapatan perusahaan sebesar USD 112 juta dan laba USD 49 juta, rasio harga terhadap laba (P/E ratio) DCII mencapai 416 kali. Angka ini menunjukkan bahwa harga saham DCII telah jauh melampaui nilai fundamentalnya, sehingga rentan terhadap koreksi.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Saham DCII:

  • Volatilitas Pasar Saham: Pasar modal Indonesia dikenal dengan volatilitasnya, di mana harga saham dapat mengalami lonjakan dan penurunan ekstrem dalam waktu singkat.
  • Kepemilikan Saham yang Terkonsentrasi: Sebagian besar saham DCII dimiliki oleh pemegang saham utama, sehingga jumlah saham yang beredar di pasar terbatas. Hal ini membuat harga saham lebih rentan terhadap fluktuasi.
  • Sentimen Pasar Teknologi: Penurunan saham DCII juga terjadi di tengah melemahnya indeks sektor teknologi, yang cenderung lebih liar dibandingkan sektor lain.
  • Transaksi Saham yang Sedikit: Dengan jumlah saham yang diperdagangkan sedikit, maka transaksi dalam jumlah kecil akan menimbulkan fluktuasi harga yang besar.
Baca Juga :  Pemerintah Cairkan Bansos Beras Tahap 2 Alokasi Juli–September 2026: Setiap KPM Terima 30 Kg

Penurunan kekayaan Marina Budiman menjadi pengingat bahwa pasar saham selalu penuh dengan ketidakpastian. Meskipun kesuksesan dapat diraih dalam waktu singkat, risiko kerugian juga selalu ada.

Pelajaran dari Kasus Marina Budiman:

  • Diversifikasi investasi sangat penting untuk mengurangi risiko.
  • Investor perlu memperhatikan fundamental perusahaan sebelum berinvestasi.
  • Pasar saham selalu berfluktuasi, dan investor harus siap menghadapi risiko.

Semoga artikel ini memberikan wawasan yang bermanfaat bagi Anda. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi
Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino
Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik
Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)
Tag :

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:32 WIB

Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini

Minggu, 13 September 2026 - 17:08 WIB

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 16:46 WIB

Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino

Minggu, 13 September 2026 - 10:13 WIB

Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Sabtu, 12 September 2026 - 20:52 WIB

Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Sabtu, 12 September 2026 - 13:55 WIB

Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sabtu, 12 September 2026 - 13:19 WIB

Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM

Berita Terbaru