Jangan Lewatkan Fenomena Langka Ini! Cincin Saturnus “Menghilang” dari Pandangan Bumi, Kapan?

- Jurnalis

Senin, 10 Maret 2025 - 05:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Saturnus. [Unsplash/NASA]

Ilustrasi Saturnus. [Unsplash/NASA]

1TULAH.COM-Fenomena alam yang menakjubkan akan segera terjadi! Cincin Saturnus, ikon tata surya yang megah, akan “menghilang” dari pandangan Bumi pada akhir Maret 2025. Jangan panik, ini bukan akhir dari cincin Saturnus, melainkan fenomena periodik yang menarik untuk disaksikan.

Mengapa Cincin Saturnus “Menghilang”?

Cincin Saturnus yang terdiri dari miliaran partikel es, batu, dan debu, akan tampak sangat tipis dan hampir tak terlihat dari Bumi pada 23 Maret 2025. Hal ini disebabkan oleh posisi Saturnus dalam orbitnya mengelilingi Matahari.

Pada tanggal tersebut, Saturnus akan mencapai titik di mana cincinnya sejajar dengan garis pandang kita. Sudut kemiringan Saturnus akan mencapai nol derajat, membuat cincinnya terlihat seperti garis tipis yang nyaris tak terlihat.

Baca Juga :  Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy'ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Fenomena ini terjadi setiap 29,5 tahun, sesuai dengan periode orbit Saturnus mengelilingi Matahari. Terakhir kali fenomena serupa terjadi adalah pada tahun 2009.

Bukan Hilang Permanen, Hanya Ilusi Optik

Penting untuk dipahami bahwa cincin Saturnus tidak benar-benar hilang. Ini hanyalah ilusi optik yang disebabkan oleh sudut pandang kita dari Bumi. Seiring Saturnus melanjutkan perjalanannya mengelilingi Matahari, cincinnya akan kembali terlihat secara bertahap.

Baca Juga :  Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Fakta Menarik tentang Cincin Saturnus:

  • Cincin Saturnus pertama kali diamati oleh Galileo Galilei pada tahun 1610.
  • Cincin ini terdiri dari miliaran partikel es, batu, dan debu dengan ukuran bervariasi.
  • Data dari pesawat luar angkasa Cassini menunjukkan bahwa cincin Saturnus perlahan-lahan menghilang dan diperkirakan akan lenyap dalam 100 juta tahun ke depan.

Meskipun “menghilangnya” cincin Saturnus tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, para astronom amatir dengan teleskop yang memadai dapat mengamati fenomena ini. Ini adalah kesempatan langka untuk menyaksikan keindahan dan dinamika tata surya kita. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 10:34 WIB

Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan

Minggu, 6 September 2026 - 10:22 WIB

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak

Sabtu, 5 September 2026 - 12:15 WIB

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi

Berita Terbaru