Pasca Gencatan Senjata Gaza Kembali Normal, Ribuan Petugas Keamanan Dikerahkan

- Jurnalis

Senin, 20 Januari 2025 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Jalur Gaza. (sumber: suara.com)

Kondisi Jalur Gaza. (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Ribuan petugas keamanan Gaza segera dikerahkan untuk berjaga pada beberapa lokasi di wilayah tersebut pada hari Minggu usai adanya gencatan senjata dengan Israel diberlakukan. Menurut pernyataan otoritas setempat, ini hal yang harus dilakukan. Kantor media pemerintah Gaza menyampaikan jika pengerahan ini dilakukan sebagai bagian dari rencana untuk menjaga keamanan serta menegakkan ketertiban di seluruh area.

“Kota-kota mulai beraktivitas kembali dan memperbaiki jalan-jalan, segera setelah gencatan senjata dimulai,” imbuhnya dalam sebuah pernyataan.

Tak hanya itu, kementerian dan lembaga pemerintah menyebutkan jika “telah sepenuhnya siap untuk beroperasi sesuai rencana pemerintah demi mengembalikan kehidupan normal secepat mungkin.” Namun, otoritas pemerintah tetap mengingatkan warga untuk waspada saat melakukan perjalanan antar wilayah di Gaza.

Lalu, mengenai pemulangan para pengungsi akan berlangsung tujuh hari usai gencatan senjata diterapkan. Perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada pukul 11.15 waktu setempat (16.15 WIB) pada hari Minggu, usai tertunda beberapa jam sebab Israel menuduh Hamas lakukan penundaan penyerahan daftar tahanan yang akan dibebaskan. Awalnya, kesepakatan tersebut direncanakan mulai berlaku pada pukul 8.30 waktu setempat (13.30 WIB). Hamas kemudian mengumumkan jika mereka sudah menyerahkan daftar tiga tahanan perempuan Israel yang akan dibebaskan pada hari Minggu.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Trump Melarang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih, Ancam Sasar Media Lain!
Kualitas Udara Memburuk: 40 Wilayah di Semenanjung Malaysia Terdampak Kabut Asap Indonesia
Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi
Dari Isu Nuklir hingga Lingkungan: 750 Pemuda Internasional Cari Solusi Global di AYIMUN
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:02 WIB

Trump Melarang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih, Ancam Sasar Media Lain!

Rabu, 16 September 2026 - 09:32 WIB

Kualitas Udara Memburuk: 40 Wilayah di Semenanjung Malaysia Terdampak Kabut Asap Indonesia

Minggu, 13 September 2026 - 16:46 WIB

Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Selasa, 1 September 2026 - 15:43 WIB

Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Dari Isu Nuklir hingga Lingkungan: 750 Pemuda Internasional Cari Solusi Global di AYIMUN

Berita Terbaru