Rupiah Terus Melemah, BI Catat Kapital Asing Keluar Rp 8,81 Triliun

- Jurnalis

Sabtu, 21 Desember 2024 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi aliran modal asing sudah keluar Rp8,81 triliun(Freepik)

ilustrasi aliran modal asing sudah keluar Rp8,81 triliun(Freepik)

1TULAH.COM-Rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada pekan ini, dengan nilai tukar mencapai Rp 16.285 per dolar AS. Kondisi ini semakin diperparah dengan keluarnya modal asing sebesar Rp 8,81 triliun selama sepekan terakhir.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dalam siaran persnya mengungkapkan bahwa penjualan neto asing terjadi di berbagai instrumen pasar keuangan, termasuk saham, Surat Berharga Negara (SBN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“Berdasarkan data transaksi 16-19 Desember 2024, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp 8,81 triliun,” ujar Ramdan.

Penyebab Pelemahan Rupiah

Beberapa faktor yang diperkirakan menjadi penyebab pelemahan rupiah antara lain:

  • Peningkatan suku bunga acuan di negara maju: Kenaikan suku bunga di negara-negara maju cenderung menarik aliran modal asing kembali ke negara asal.
  • Ketidakpastian global: Kondisi geopolitik yang masih bergejolak dan ketidakpastian ekonomi global dapat memicu investor menjadi lebih risk-averse dan memilih aset yang dianggap lebih aman.
  • Tekanan inflasi: Tekanan inflasi yang masih tinggi dapat menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya dapat memperkuat mata uang negara tersebut dan melemahkan mata uang negara lain.
Baca Juga :  Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Baterai EV dan 11 Proyek Industri di Maluku Utara

Langkah-Langkah Bank Indonesia

Menanggapi kondisi ini, Bank Indonesia terus berupaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Beberapa langkah yang telah dan akan dilakukan antara lain:

  • Koordinasi dengan pemerintah: Bank Indonesia terus menjalin koordinasi yang erat dengan pemerintah untuk menyusun kebijakan yang komprehensif dalam menjaga stabilitas makroekonomi.
  • Optimalisasi bauran kebijakan: Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, fiskal, dan makroprudensial untuk mendukung stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi.
  • Penguatan koordinasi dengan otoritas terkait: Bank Indonesia akan memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
Baca Juga :  Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Ke depan, pergerakan nilai tukar rupiah akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global dan domestik. Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan
Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Amankan 14 Orang Beserta Uang dan Emas Batangan
Kemenkeu Siapkan Skema Baru, Mulai 2027 Dana Pensiun dan Bansos Langsung Cair ke Rekening Penerima
KPK Atur Ulang Jadwal Pemeriksaan Nia Kania dalam Kasus Bank BJB
Karhutla Meluas, DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami
Dampak Karhutla Bagi Satwa Liar: Kemenhut Tangani 290 Satwa, Termasuk 96 Orangutan Kalimantan
Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Amankan 14 Orang Beserta Uang dan Emas Batangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:14 WIB

Kemenkeu Siapkan Skema Baru, Mulai 2027 Dana Pensiun dan Bansos Langsung Cair ke Rekening Penerima

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Karhutla Meluas, DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dampak Karhutla Bagi Satwa Liar: Kemenhut Tangani 290 Satwa, Termasuk 96 Orangutan Kalimantan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Berita Terbaru