Dampak KPK Geledah Kantor BI, Rupiah Tertekan!

- Jurnalis

Kamis, 19 Desember 2024 - 06:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur BI, Perry Warjiyo. (Dokumentasi Humas Bank Indonesia)

Gubernur BI, Perry Warjiyo. (Dokumentasi Humas Bank Indonesia)

1TULAH.COM-Kehebohan terjadi di dunia perbankan Indonesia setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor pusat Bank Indonesia (BI). Aksi penegak hukum ini memberikan dampak signifikan terhadap sentimen pasar, terutama pada nilai tukar rupiah.

Pengaruh Penggeledahan terhadap Pasar

Penggeledahan yang dilakukan KPK ini memicu spekulasi dan ketidakpastian di kalangan investor. Kepercayaan investor terhadap stabilitas sistem keuangan Indonesia pun terguncang. Akibatnya, terjadi aksi jual aset-aset berdenominasi rupiah secara besar-besaran.

“Segala berita akan berpengaruh terhadap kondisi pasar, termasuk nilai tukar rupiah,” ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers, Rabu (18/12/2024).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa pemberitaan kantor BI yang digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sentimen negatif pada pasar keuangan.

Salah satunya adalah pergerakan nilai tukar rupiah yang terus melemah. Apalagi, mata uang Indonesia ini melemah hingga menembus level Rp16.000 ribu per dollar AS.

“Sekarang berita itu terpengaruh pada kondisi pasar termasuk nilai tukar rupiah,” katanya di Gedung BI, Jakarta.

Baca Juga :  Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Dia pun menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dilakukan melalui triple intervention yaitu Domestic Non-Delivery Forward (DNDF), pasar spot, hingga ke pasar surat berharga negara (SBN). Juga menggunakan instrumen pro-maret yaitu Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi dan langkah lain seperti SRBI,” bebernya.

Rupiah Melemah Signifikan

Sejak adanya kabar penggeledahan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Pada penutupan perdagangan hari ini (18/12/2024), rupiah melemah hingga 0,16% ke level Rp 16.085/US$.

Upaya BI Menjaga Stabilitas Rupiah

Menanggapi situasi ini, Bank Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Beberapa langkah yang diambil antara lain:

  • Intervensi Pasar: BI melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menyerap kelebihan dolar AS dan menstabilkan nilai tukar rupiah.
  • Penggunaan Instrumen Pasar: BI juga memanfaatkan instrumen pasar seperti Surat Berharga Negara (SBN) untuk menarik minat investor asing.
  • Koordinasi dengan Pemerintah: BI terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.
Baca Juga :  KPK Usut Laporan PCNU Sekadau Soal Dugaan Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU

Penggeledahan kantor BI oleh KPK merupakan sinyal adanya dugaan korupsi di lembaga keuangan yang sangat penting ini. Hal ini tentu saja menjadi perhatian serius bagi pelaku pasar dan masyarakat luas.

Pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi merupakan reaksi pasar terhadap ketidakpastian yang muncul. Namun, sejauh mana dampak jangka panjang dari peristiwa ini masih perlu dipantau.

Penggeledahan kantor BI oleh KPK telah memberikan dampak yang signifikan terhadap pasar keuangan Indonesia, terutama pada nilai tukar rupiah. Kepercayaan investor menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mencegah terjadinya gejolak yang lebih besar. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan
Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Amankan 14 Orang Beserta Uang dan Emas Batangan
Kemenkeu Siapkan Skema Baru, Mulai 2027 Dana Pensiun dan Bansos Langsung Cair ke Rekening Penerima
KPK Atur Ulang Jadwal Pemeriksaan Nia Kania dalam Kasus Bank BJB
Karhutla Meluas, DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami
Dampak Karhutla Bagi Satwa Liar: Kemenhut Tangani 290 Satwa, Termasuk 96 Orangutan Kalimantan
Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Amankan 14 Orang Beserta Uang dan Emas Batangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:14 WIB

Kemenkeu Siapkan Skema Baru, Mulai 2027 Dana Pensiun dan Bansos Langsung Cair ke Rekening Penerima

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Karhutla Meluas, DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dampak Karhutla Bagi Satwa Liar: Kemenhut Tangani 290 Satwa, Termasuk 96 Orangutan Kalimantan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Berita Terbaru