Bentrok di Nabire! Demo Damai Tolak Transmigrasi Berakhir Ricuh

- Jurnalis

Senin, 18 November 2024 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi demo. [ANTARA FOTO/Novrian Arbi].

Ilustrasi demo. [ANTARA FOTO/Novrian Arbi].

1TULAH.COM-Aksi demonstrasi damai yang digelar oleh masyarakat Nabire pada Jumat (15/11/2024) untuk menolak program transmigrasi berujung ricuh. Massa aksi yang menuntut hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dihadapkan dengan tindakan kekerasan dari aparat kepolisian.

Ketua KNPB Sekomo Nabire, Shon Adii, mengungkapkan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan bertujuan untuk menolak program transmigrasi lokal dan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Namun, aksi damai tersebut justru dibubarkan paksa oleh pihak kepolisian.

Baca Juga :  Penyandang Disabilitas Masuk Desil Mampu? KPDJ dan Bansos Penyandang Disabilitas Berpotensi Hangus

“Aparat secara sewenang-wenang menangkap 14 peserta aksi di berbagai titik,” ujar Shon Adii. Tidak hanya itu, para demonstran juga mengalami tindak kekerasan fisik seperti pemukulan. Akibatnya, banyak di antara mereka yang mengalami luka-luka.

Shon Adii mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia. “Ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pada 15 Agustus 2024, aksi protes terkait perjanjian New York Agreement juga berakhir ricuh dengan tindakan kekerasan yang sama,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pencarian Korban Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan, Tangis Haru Warnai Pertemuan Keluarga dan Tim SAR

KNPB mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus kekerasan terhadap demonstran damai di Nabire. Mereka juga meminta agar aparat yang terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut diproses secara hukum.(Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

KPK Sebut Bupati Bolmut Diduga Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar
Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri
BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda
Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo
Terjerat Kasus Korupsi Pemkab Bekasi, Ini Profil dan Aset Ipda Yayat Sudrajat yang Disita KPK
Penyandang Disabilitas Masuk Desil Mampu? KPDJ dan Bansos Penyandang Disabilitas Berpotensi Hangus
Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat
Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:42 WIB

KPK Sebut Bupati Bolmut Diduga Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri

Rabu, 23 September 2026 - 06:05 WIB

BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda

Selasa, 22 September 2026 - 18:27 WIB

Terjerat Kasus Korupsi Pemkab Bekasi, Ini Profil dan Aset Ipda Yayat Sudrajat yang Disita KPK

Selasa, 22 September 2026 - 18:01 WIB

Penyandang Disabilitas Masuk Desil Mampu? KPDJ dan Bansos Penyandang Disabilitas Berpotensi Hangus

Selasa, 22 September 2026 - 06:10 WIB

Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat

Senin, 21 September 2026 - 05:29 WIB

Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla

Minggu, 20 September 2026 - 17:48 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam

Berita Terbaru