Ratusan Pemilih Pilkada Sumbar Berada di Zona Erupsi Gunung Marapi, Begini Langkah KPU

- Jurnalis

Jumat, 15 November 2024 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kotak Suara - Cara Cek DPT Online untuk Pilkada (Unsplash)

Ilustrasi Kotak Suara - Cara Cek DPT Online untuk Pilkada (Unsplash)

1TULAH.COM – Sebanyak 543 pemilih Pilkada Sumatera Barat (Sumbar) tengah berada dalam zona erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam. Pihak KPU akan memindahkan tiga tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi ke lokasi yang lebih aman.

“Kami telah mendata, ada tiga TPS yang berada di radius 4,5 kilometer dari Kawah Verbeek Gunung Marapi. TPS tersebut adalah TPS 1 dengan 234 pemilih, TPS 2 dengan 160 pemilih, dan TPS 3 dengan 149 pemilih,” kata KPU Sumbar, Jons Manedi, Jumat (15/11/2024).

Sebagai bentuk mitigasi, TPS yang terdampak akan dipindahkan ke lokasi baru berjarak minimal enam kilometer dari pusat erupsi. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pemilih serta kelancaran proses Pilkada.

Baca Juga :  Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Selain itu, KPU juga mencatat terdapat tiga kecamatan yang berpotensi terdampak erupsi dan lahar dingin Gunung Marapi, yaitu Pariangan, Lima Kaum, dan Sungai Tarab. Di Kecamatan Pariangan, terdapat 1.802 pemilih yang berada di jalur aliran lahar.

Sementara, di Kecamatan Lima Kaum, 3.708 pemilih tersebar di dua nagari, yakni Nagari Parambahan dengan 1.952 pemilih dan Nagari Labuah dengan 1.756 pemilih.

“Khusus Kecamatan Sungai Tarab, kami mendata 1.051 pemilih yang berada di tiga TPS juga berada di wilayah yang berpotensi terdampak. Jika situasi memburuk, TPS akan dipindahkan ke rumah warga di Jorong Ateh Bukik,” jelas Jons.

Baca Juga :  Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Gunung Marapi yang mempunyai ketinggian 2.891 MDPL telah naik status dari waspada menjadi siaga sejak 6 November 2024, menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Pihak PVMBG sudah mengeluarkan larangan bagi masyarakat untuk memasuki radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi serta meminta warga sekitar untuk mewaspadai ancaman bahaya lahar dingin, terutama selama musim hujan.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru