Cuaca 2025: BMKG Peringatkan Suhu Lebih Tinggi di Bulan Ini

- Jurnalis

Selasa, 5 November 2024 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi peningkatan suhu panas.di Indonesia Meningkat Tajam! (unsplash)

Ilustrasi peningkatan suhu panas.di Indonesia Meningkat Tajam! (unsplash)

1TULAH.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi kondisi cuaca untuk tahun 2025.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyatakan bahwa sepanjang tahun depan, akan terjadi anomali iklim akibat fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang diperkirakan dalam kondisi netral. Selain itu, fenomena La Nina yang lemah diprediksi akan berlangsung hingga awal 2025.

Mengenai suhu udara, BMKG memperkirakan suhu permukaan rata-rata bulanan di Indonesia dari Januari hingga Desember 2025 akan mengalami anomali antara +0,3 hingga +0,6 °C, dengan periode Mei hingga Juli 2025 diperkirakan memiliki rata-rata suhu 0,4 °C lebih hangat dibandingkan kondisi normal.

Beberapa wilayah yang perlu diwaspadai karena potensi anomali suhu tinggi meliputi:

– Sumatera Bagian Selatan

– Jawa

– Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT)

Dari segi curah hujan, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia pada tahun 2025 akan mengalami curah hujan tahunan dalam kategori normal, berkisar antara 1.000 hingga 5.000 mm per tahun.

Baca Juga :  Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Sekitar 67 persen dari wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan tahunan yang tinggi, yang mencakup:

– Sebagian besar Aceh

– Sebagian Sumatera Utara

– Sebagian besar Sumatera Barat

– Sebagian Riau bagian barat

– Sebagian Jambi

– Sebagian besar Bengkulu

– Sebagian Sumatera Selatan

– Sebagian besar Kepulauan Bangka Belitung

– Sebagian Lampung bagian utara

– Sebagian Banten

– Sebagian Jawa Barat

– Sebagian Jawa Tengah bagian barat

– Sebagian kecil Jawa Timur

– Sebagian besar Pulau Kalimantan

– Pulau Sulawesi bagian tengah dan selatan

– Sebagian Bali

– Sebagian kecil Nusa Tenggara Timur

– Sebagian besar Kepulauan Maluku

– Sebagian besar Papua

Sebanyak 15 persen wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami curah hujan di atas normal, termasuk sebagian kecil Pulau Sumatera, Kalimantan Timur bagian timur, serta beberapa daerah di Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Maluku, dan Papua bagian tengah.

Baca Juga :  Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Namun, terdapat 1 persen wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan tahunan di bawah normal, termasuk sebagian kecil Sumatera Selatan bagian barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Papua Barat bagian utara.

Wilayah-wilayah tersebut perlu mengantisipasi potensi kekeringan yang dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan, terutama pada puncak musim kemarau.

BMKG mengingatkan bahwa risiko kekeringan dan kebakaran hutan perlu diperhatikan, meskipun prediksi curah hujan cenderung lebih tinggi pada bulan Juli hingga September 2025.

Kewaspadaan terhadap kenaikan suhu yang diperkirakan terjadi pada bulan Mei hingga Juli 2025 juga sangat diperlukan, mengingat catatan bencana menunjukkan kejadian kebakaran hutan dan lahan selalu terjadi setiap tahun.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla
DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:05 WIB

LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Berita Terbaru

Ilustrasi Karhutla Kalimantan (unsplash.com/Matt Howard)

Berita

Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

Sabtu, 31 Okt 2026 - 06:07 WIB