Siap-siap! Pertamina akan Sulap Minyak Goreng Bekas jadi BBM

- Jurnalis

Selasa, 6 Agustus 2024 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Minyak Goreng.

Ilustrasi Minyak Goreng.

 

1TULAH.COM – PT Pertamina (Persero) sedang mengembangkan produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari minyak goreng bekas.

SVP Technology Innovation Pertamina, Oki Muriza, mengungkapkan bahwa pengembangan BBM ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2024.

Oki menjelaskan bahwa BBM dari minyak bekas ini bisa menjadi bahan bakar yang berkelanjutan dan efisien, serta membantu mengatasi masalah penyumbatan selokan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, juga mendukung pemanfaatan minyak jelantah sebagai sumber bahan bakar aviasi.

Baca Juga :  Tegaskan Dukungan Kemerdekaan Palestina di Ponorogo, Prabowo: Free Palestine! Free Palestine!

Menurutnya, pemanfaatan minyak jelantah sudah umum di negara-negara seperti Malaysia dan Singapura.

Luhut mencatat bahwa Indonesia memiliki potensi minyak jelantah mencapai 1 juta liter per tahun, sebagian besar diekspor ke luar negeri.

Luhut memimpin Rapat Rancangan Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Pengembangan Industri Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia.

Dia menekankan pentingnya SAF karena Indonesia diprediksi akan menjadi pasar aviasi terbesar keempat di dunia, dengan kebutuhan bahan bakar mencapai 7.500 ton liter hingga 2030.

Baca Juga :  Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo

Pertamina telah melakukan uji coba SAF dari minyak sawit, yang terbukti layak untuk pesawat komersial.

Pengembangan SAF juga diprediksi dapat menciptakan keuntungan ekonomi. Penjualan SAF domestik dan ekspor diperkirakan menghasilkan lebih dari Rp 12 triliun per tahun.

Selain itu, SAF bisa menarik investasi kilang dari swasta maupun BUMN, yang juga memberikan keuntungan ekonomi melalui kapasitas produksi kilang-kilang biofuel Pertamina.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

KPK Sebut Bupati Bolmut Diduga Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar
Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri
BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda
Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo
Terjerat Kasus Korupsi Pemkab Bekasi, Ini Profil dan Aset Ipda Yayat Sudrajat yang Disita KPK
Penyandang Disabilitas Masuk Desil Mampu? KPDJ dan Bansos Penyandang Disabilitas Berpotensi Hangus
Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat
Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:42 WIB

KPK Sebut Bupati Bolmut Diduga Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri

Rabu, 23 September 2026 - 06:05 WIB

BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda

Selasa, 22 September 2026 - 18:27 WIB

Terjerat Kasus Korupsi Pemkab Bekasi, Ini Profil dan Aset Ipda Yayat Sudrajat yang Disita KPK

Selasa, 22 September 2026 - 18:01 WIB

Penyandang Disabilitas Masuk Desil Mampu? KPDJ dan Bansos Penyandang Disabilitas Berpotensi Hangus

Selasa, 22 September 2026 - 06:10 WIB

Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat

Senin, 21 September 2026 - 05:29 WIB

Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla

Minggu, 20 September 2026 - 17:48 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam

Berita Terbaru