Murung Raya Bakal Miliki Produk Pangan Asli Khas Daerah

- Jurnalis

Selasa, 30 Juli 2024 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suria Siri

Suria Siri

1tulah.com, Puruk Cahu – Kabupaten Murung Raya (Mura) sebentar lagi akan menjadi daerah penghasil komoditi pertanian jenis Kakao dan sebagai produsen produk pangan Cokelat.

Hal ini akan menjadi Kabar baik bagi warga masyarakat petani pekebun dan pemerintah daerah setempat guna peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMPerindag) Mura Suria Siri mengatakan, usai menggelar studi banding dan melakukan MoU dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dan Pemda Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur, akan meluncurkan salah satu produk pangan cokelat bermerk lokal ke pasaran.

Baca Juga :  Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis

“Jelang Hari Jadi Ke 22 Kabupaten Murung Raya ini kita akan berikan kejutan kepada seluruh masyarakat. Kami akan luncurkan secara perdana produk pangan Cokelat bermerk ‘Mura Chocolate’ yang bahan dasarnya asli dari produksi petani di kawasab Kecamatan Tanah Siang,” kata dr Suria Siri Rabu (31/7/2024)

Menurutnya, program produksi pangan ini merupakan upaya dari pemerintah daerah melalui Pj Bupati Mura Dr Drs Hermon Msi untuk mengoptimalkan sekakigus memaksimallan potensi besar dari sektor pertanian dan perkebunan serta meningkatkan perekonomian masyarakat di Murung Raya.

Baca Juga :  Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

“Kami di Diskop UKM Perindag tentunya membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat dan pelaku UMKM lokal kita untuk mempersiapkan diri ikut serta dalam sektor pengolahan dan pemasaran dari produk pangan ini,” imbuhnya.
Suria Siri menambahkan komoditi Kakao dan Kopi saat ini memiliki potensi besar, karena harga yang kompetitif dipasaran. Sehingga peluang ini sangat menjanjikan bagi peningkatan ekonomi masyarakat. (Sur)

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru