Penjurusan SMA Dihapus, Pakar: Bantu Siswa Temukan Minat dan Bebaskan dari Tekanan Orang Tua

- Jurnalis

Minggu, 21 Juli 2024 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi siswa SMA.

Ilustrasi siswa SMA.

1TULAH.COM-Penghapusan jurusan IPA, IPS, dan bahasa di SMA menuai pujian dari pakar pendidikan. Menurut Ina Liem, kebijakan ini dapat membantu siswa yang selama ini bingung menentukan arah belajar dan terbebas dari tekanan orang tua untuk memilih jurusan tertentu.

“Tepat sekali jurusan dihapus. Mengkotak-kotakkan jurusan selama ini justru membuat anak bingung,” ujar Ina dikutip dari  Suara.com, Minggu (21/7/2024).

Ina mencontohkan, banyak siswa yang dipaksa orang tua masuk jurusan IPA, padahal tidak sesuai minat dan bakat mereka. Hal ini, menurut Ina, dapat menghambat potensi dan perkembangan siswa.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Kalteng Dorong Hilirisasi Perikanan demi Kesejahteraan Nelayan

Dengan dihapusnya jurusan, siswa memiliki keleluasaan untuk memilih mata pelajaran sesuai minat dan bakat. “Siswa jadi bebas bereksplorasi dan menemukan apa yang mereka sukai,” jelas Ina.

Kebijakan ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang lebih kreatif, inovatif, dan siap menghadapi dunia kerja yang semakin kompleks.

Manfaat Penghapusan Jurusan:

  • Membantu siswa menemukan minat dan bakat
  • Membebaskan siswa dari tekanan orang tua
  • Mengembangkan potensi siswa secara maksimal
  • Melahirkan generasi muda yang kreatif dan inovatif
Baca Juga :  Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia

Tantangan yang Dihadapi:

  • Persiapan guru dan sekolah
  • Ketersediaan sarana dan prasarana
  • Mindset orang tua dan siswa

Meskipun terdapat tantangan, penghapusan jurusan di SMA dinilai sebagai langkah maju dalam dunia pendidikan Indonesia. Diharapkan kebijakan ini dapat memberikan manfaat yang optimal bagi para siswa dan masa depan bangsa. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Pemkab Mura-BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Keuangan Daerah
Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Pemerintah Cairkan Bansos Beras Tahap 2 Alokasi Juli–September 2026: Setiap KPM Terima 30 Kg
DPRD Kalteng Matangkan Raperda Pertanahan, Lembaga Adat Jadi Garda Terdepan Resolusi Konflik
Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris
Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK
Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga
Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:03 WIB

Pemkab Mura-BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Keuangan Daerah

Jumat, 11 September 2026 - 06:05 WIB

Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Jumat, 11 September 2026 - 05:57 WIB

Pemerintah Cairkan Bansos Beras Tahap 2 Alokasi Juli–September 2026: Setiap KPM Terima 30 Kg

Kamis, 10 September 2026 - 18:48 WIB

DPRD Kalteng Matangkan Raperda Pertanahan, Lembaga Adat Jadi Garda Terdepan Resolusi Konflik

Kamis, 10 September 2026 - 16:51 WIB

Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris

Kamis, 10 September 2026 - 15:10 WIB

Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK

Kamis, 10 September 2026 - 09:54 WIB

Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga

Kamis, 10 September 2026 - 08:26 WIB

Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia

Berita Terbaru