Burung Lovebird Tak Boleh Dilepas? Ini Kata Para Ahli

- Jurnalis

Jumat, 12 Juli 2024 - 04:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Burung lovebird tidak boleh dilepas. (sumber: suara.com)

Burung lovebird tidak boleh dilepas. (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Aksi Saaih Halilintar melepas burung Lovebird ke alam bebas menuai kecaman. Adik Atta Halilintar tersebut dianggap tak paham terkaot satwa tersebut.

Menurut sejumlah netizen, Lovebird merupakan jenis burung yang tak boleh dilepasliarkan sehingga tindakan Saaih itu tidaklah dibenarkan.

Sebelum Saaih Halilintar, Khofifah Indar Pawaransa juga pernah melakukan hal yang sama dan mendapat kecaman dari para pecinta burung.

Lantas, mengapa burung Lovebird tidak boleh dilepas?

Dilansir dari website omkicau.com, Lovebird bukanlah burung asli Indonesia. Lovebird berasal dari benua Afrika dan Pulau Madagaskar.

Baca Juga :  Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil

Karena bukan spesies burung asli Indonesia, tindakan melepas burung lovebird sangat tak direkomendasikan.

Bahkan di sejumlah negara, melepasliarkan burung Lovebird dianggap sebagai tindakan ilegal yang dapat dikenai sanksi.

Keberadaan Lovebird di alam liar akan mengancam keberadaan beberapa spesies burung lokal. Jadi, niat baik kita justru mengancam kelestarian plasma nutfah asli Indonesia.

Peneliti di Pusat Penelitian Biologi, Bidang Zoologi, LIPI, Dewi Malia Prawiradilaga menyebutkan, pelepasliaran burung Lovebird ke alam bebas merupakan tindakan kurang tepat. Hal itu karena Lovebird merupakan burung peliharaan.

Baca Juga :  Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil

Peneliti LIPI Siti Nuramaliati Prijono mengatakan, keberadaan Lovebird di alam liar akan mengancam keberadaan sejumlah spesies burung lokal.

Hal ini karena burung lovebird akan menguasai wilayah barunya, merebut sumber pakan utama dari spesies lokal, bahkan cenderung mengambil alih sarang sarang burung lokal tersebut.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:07 WIB

Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Selasa, 1 September 2026 - 17:05 WIB

Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Selasa, 1 September 2026 - 15:51 WIB

Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Berita Terbaru