Iran-Israel Berseteru, Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia hingga BBM Subsidi di Indonesia Berpotensi Terdampak

- Jurnalis

Jumat, 19 April 2024 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar dari video AFPTV ini menunjukkan ledakan dan jejak-jejak rudal menerangi langit Yerusalem selama serangan Iran terhadap Israel, Minggu (14/4/2024) (sumber: suara.com)

Tangkapan layar dari video AFPTV ini menunjukkan ledakan dan jejak-jejak rudal menerangi langit Yerusalem selama serangan Iran terhadap Israel, Minggu (14/4/2024) (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Fahmy Radhi,Pengamat Ekonomi Energi UGM mengatakan konflik Iran-Israel akan memicu sejumlah kenaikan harga, termasuk minyak dunia. Bukan tidak mungkin harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri pun turut terdampak naik.

Bukan tanpa alasan, apalagi Fahmy mengatakan konflik tersebut berlangsung di kawasan Selat Hormuz yang diketahui sebagai jalur supply chain minyak dunia. Jika itu terganggu maka pasokan minyak terhambat dan biaya distribusi pun akan naik.

“Berpotensi menaikan harga minyak dunia. Apalagi sebelum pecah konflik harga minyak dunia sudah naik pada kisaran US $89 per barrel, potensi kenaikan harga minyak dunia akan berlanjut saat eskalasi ketegangan Iran-Israil meluas,” kata Fahmy dalam keterangannya, Jumat (19/4/2024).

Fahmy menjelaskan sebagai net-importer, kenaikan harga minyak dunia sudah pasti akan berpengaruh terhadap harga BBM di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung bahkan berpotensi melambung di atas asumsi ICP (Indonesian Crude Price) asumsi APBN 2024 yang sudah ditetapkan yakni sebesar US $ 82 per barrel.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Cara Memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Sesuai Syariat

Memang sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sudah memastikan tak ada kenaikan harga BBM subsidi paling tidak hingga Juni 2024 mendatang. Walau demikian, kemungkinan harga minyak dunia melambung masih dapat terjadi jika eskalasi konflik Iran-Israel kian meluas.

“Bahkan diperkirakan bisa mencapai di atas US $ 100 per barel. Dalam kondisi tersebut, Pemerintah dihadapkan pada dilema dalam penetapan harga BBM di dalam negeri,” tuturnya.

Satu sisi, Fahmy menerangkan, beban APBN akan mebengkak jika harga BBM subsidi tidak dinaikkan. Devisa untuk membiayai impor BBM pun akan makin terkuras dengan kenaikan harga minya dunia.

Kondisi itu lantas dapat semakin memperlemah kurs rupiah terhadap dolar AS. Apalagi saat ini diketahui sudah tembus Rp16 ribu per dolar AS.

Tapi, jika memang BBM subsidi dinaikkan maka berpotensi menyebabkan inflasi. Diikuti dengan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok yang semakin menurunkan daya beli masyarakat.

Baca Juga :  Jawaban Benar Tapi Minus 5, Ini Alasan Juri Indri Wahyuni di Final LCC MPR RI Kalbar

“Dalam kondisi ketidakpastian harga minyak dunia akibat konflik Iran-Israel ini, sebaiknya Pemerintah jangan memberikan PHP atau harapan palsu kepada rakyat dengan menjamin bahwa harga BBM subsidi tidak akan dinaikan hingga Juni 2024,” tuturnya.

“Pemerintah sebaiknya mengambil keputusan realistis berdasarkan indikator terukur, salah satunya harga minyak dunia,” imbuhnya.

Pemerintah diminta untuk tanggap dan cepat menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Kenaikan harga BBM subsidi harus dilakukan jika harga minyak dunia mencapai di atas US $100 per barel.

Sementara, saat harga minyak dunia masih di bawah US $100 per barel, harga BBM Subsidi tak perlu dinaikan. Ketika harga BBM subsidi dinaikan pun perlu sembari memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada rakyat miskin yang terdampak.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

SPPG Murung Raya Diharapkan Tingkatkan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Anggota DPRD Kalteng Ferry Khaidir Kawal Aspirasi Infrastruktur hingga Pertanian di Kotim
Rupiah Hari Ini Rp17.597, Pengamat Ramamal Pekan Depan Bisa Tembus Rp17.930!
Oknum Kasatnarkoba Polres Kukar Ditangkap Terkait Liquid Narkoba, Kapolda Kaltim: Tidak Ada Toleransi!
Sindir Stabilitas Rupiah, Prabowo Lempar Candaan ke Titiek Soeharto hingga Absen Ketum Kadin
Sindikat Narkoba di Gang Langgar Samarinda Terungkap oleh Bareskrim Polri
Kasus Dugaan Narkoba di B Fashion Hotel Jakarta Diungkap Bareskrim
Kontradiksi Film Pesta Babi! Pemerintah Pusat Izinkan, Aparat di Daerah Malah Bubarkan?
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:43 WIB

SPPG Murung Raya Diharapkan Tingkatkan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:43 WIB

Anggota DPRD Kalteng Ferry Khaidir Kawal Aspirasi Infrastruktur hingga Pertanian di Kotim

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:40 WIB

Rupiah Hari Ini Rp17.597, Pengamat Ramamal Pekan Depan Bisa Tembus Rp17.930!

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:28 WIB

Oknum Kasatnarkoba Polres Kukar Ditangkap Terkait Liquid Narkoba, Kapolda Kaltim: Tidak Ada Toleransi!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:51 WIB

Sindikat Narkoba di Gang Langgar Samarinda Terungkap oleh Bareskrim Polri

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:59 WIB

Kasus Dugaan Narkoba di B Fashion Hotel Jakarta Diungkap Bareskrim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:36 WIB

Kontradiksi Film Pesta Babi! Pemerintah Pusat Izinkan, Aparat di Daerah Malah Bubarkan?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:07 WIB

Kelakar Presiden Prabowo di Nganjuk: Senggol Jumhur Hidayat yang Sering Masuk Penjara Kini Jadi Menteri

Berita Terbaru