Anggota DPRD Kalteng Ferry Khaidir Kawal Aspirasi Infrastruktur hingga Pertanian di Kotim

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Ferry Khaidir.Foto:Dok/1tulah.com

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Ferry Khaidir.Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Tengah (DPRD Kalteng), Ferry Khaidir, baru-baru ini merampungkan agenda reses di sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dalam pertemuan tatap muka tersebut, legislator dari Bumi Tambun Bungai ini memborong beragam keluhan serta harapan besar dari masyarakat akar rumput.

Aspirasi yang disuarakan publik Kotim terbilang sangat kompleks. Mulai dari urusan klasik seperti pembenahan infrastruktur jalan dan penuntasan sengketa lahan, peningkatan mutu edukasi, sokongan tempat ibadah, hingga isu modern seperti perluasan jaringan internet desa dan literasi digital.

Jeritan Warga Telaga Antang: Dari Fasilitas Sekolah hingga Sengketa Lahan

Saat mengunjungi Desa Bringin Agung, Kecamatan Telaga Antang, Ferry menerima banyak proposal pembangunan fisik. Warga setempat memohon adanya perbaikan jalur utama menuju padepokan di lingkungan RT 12/RW 13, pendirian bangunan balai desa, serta musala baru untuk wadah kegiatan positif kalangan muda di RT 18/RW 4.

Sektor agrikultur dan kelayakan pendidikan juga menjadi sorotan tajam di desa ini. “Masyarakat juga berharap adanya tempat penampungan sawit serta pembentukan kelompok tani untuk memperkuat sektor pertanian desa,” terang Ferry Khaidir, Jumat (15/5/2026).

Masih di lingkup Kecamatan Telaga Antang, dinamika aspirasi bergeser pada kebutuhan dana hibah keagamaan dan fasilitas publik. Warga mengusulkan adanya dukungan dana untuk pesantren senilai Rp1,2 miliar, pengadaan arena olahraga, restorasi penunjuk jalan, hingga peningkatan kualitas sekolah di Desa Telaga Baru melalui pelatihan kompetensi guru dan pemberian tunjangan tambahan.

Baca Juga :  PWI Murung Raya Amankan Posisi Ketiga Turnamen Futsal Se-DAS Barito

Tak kalah krusial, konflik agraria yang berkepanjangan ternyata masih menghantui warga setempat. Masyarakat mendesak pemerintah untuk serius menuntaskan sengketa tanah secara komprehensif.

“Masyarakat berharap pemerintah hadir memberikan solusi terhadap persoalan sengketa tanah yang selama ini terjadi,” ujarnya tegas.

Menariknya, ada pula usulan unik mengenai program melek digital (literasi teknologi) yang dikhususkan bagi golongan lanjut usia (lansia) agar mereka tidak gagap teknologi di tengah pesatnya arus informasi saat ini.

Perlengkapan Reog di Mentawa Baru Hilir dan Jeratan Narkoba di Mentaya Hilir Selatan

Bergeser ke Kecamatan Mentawa Baru Hilir, Ferry Khaidir disodori aspirasi yang mencakup pelestarian budaya dan penguatan kelembagaan adat. Publik memohon pengadaan satu set perlengkapan pertunjukan reog bagi Paguyuban Putra Terate di Desa Pundu.

Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan musala, pemeliharaan rambu lalu lintas, fasilitas operasional untuk mantir adat, yayasan TPA, hingga pendampingan modal bagi koperasi dan kelompok tani setempat.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, tepatnya di Desa Jaya Karet, warga mendesak adanya semenisasi (pengecoran) jalan pertanian guna mendukung kelancaran distribusi hasil panen. Selain masalah ekonomi, warga juga menuntut aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas dalam memberantas peredaran narkotika yang dinilai kian meresahkan ketenteraman desa.

Baca Juga :  Datangi Kejagung Hari Ini, Hotman Paris Seret Nama Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Infrastruktur pendidikan juga menjadi catatan penting di kecamatan ini. Penduduk mendorong perbaikan ruas Jalan Syahrin Duahid sepanjang kurang lebih 900 meter, yang merupakan jalur vital dan akses utama menuju SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan. Masalah mendasar seperti krisis air bersih dan ketiadaan sinyal internet (blank spot) di pelosok desa juga turut dilaporkan.

Komitmen Kawal Aspirasi ke Pemerintah Daerah

Menanggapi tumpukan harapan warga Kotim tersebut, Ferry Khaidir menggarisbawahi bahwa segenap suara masyarakat ini tidak akan menjadi angin lalu. Semua catatan lapangan ini akan diformulasikan menjadi laporan resmi kelembagaan DPRD Kalteng untuk diserahkan kepada eksekutif.

Ia memastikan akan mengadvokasi program-program tersebut agar nantinya lekas direspons oleh pemerintah daerah berdasarkan urutan skala prioritas pembangunan.

“Seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan saat reses akan kami perjuangkan dan koordinasikan dengan pemerintah daerah agar bisa direalisasikan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkas Ferry. (Ingkit)

Berita Terkait

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD
Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!
Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha
Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak
Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:29 WIB

DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:45 WIB

Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:44 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:37 WIB

Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:16 WIB

Datangi Kejagung Hari Ini, Hotman Paris Seret Nama Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Berita Terbaru