Jawaban Benar Tapi Minus 5, Ini Alasan Juri Indri Wahyuni di Final LCC MPR RI Kalbar

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua juri cerdas cermat yang tengah viral di media sosial bikin geram netizen. [Twitter]

Dua juri cerdas cermat yang tengah viral di media sosial bikin geram netizen. [Twitter]

1TULAH.COM-Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan cuplikan video Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Sosok juri bernama Indri Wahyuni kini menjadi sorotan tajam warganet setelah komentarnya terhadap peserta dinilai bernada gaslighting dan tidak adil.

Polemik ini memicu protes luas dari publik yang merasa nilai sportivitas dalam perlombaan tingkat pelajar tersebut telah dicoreng oleh keputusan juri.

Kronologi Polemik Final LCC Empat Pilar Kalbar

Ketegangan bermula pada babak final saat membahas materi hukum ketatanegaraan mengenai pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Regu C (SMAN 1 Pontianak) memberikan jawaban lengkap:

“Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden.”

Meski jawaban tersebut secara substansi benar sesuai konstitusi, dewan juri justru memberikan pengurangan poin (minus 5). Alasannya, juri mengaku tidak mendengar frasa “Dewan Perwakilan Daerah” (DPD) diucapkan secara jelas.

Kontroversi memuncak ketika Regu B (SMAN 1 Sambas) memberikan jawaban dengan substansi yang mirip namun langsung mendapatkan poin penuh. “Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10,” ujar juri lainnya, Dyastasita Widya Budi.

Baca Juga :  Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN

Pernyataan Indri Wahyuni yang Dinilai ‘Gaslighting’

Merasa diperlakukan tidak adil, siswa SMAN 1 Pontianak melakukan protes secara sopan di atas panggung. Namun, respons yang diberikan Indri Wahyuni justru memicu kemarahan netizen.

Bukannya melakukan evaluasi atau pengecekan ulang (re-check) melalui rekaman, Indri justru menekankan pentingnya artikulasi dan menyalahkan persepsi peserta.

“Artikulasi itu penting, jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah tapi dewan juri tidak mendengar artikulasi dengan jelas maka dewan juri berhak memberikan minus lima,” tegas Indri dalam video tersebut.

Warganet menyebut tindakan ini sebagai gaslighting—sebuah fenomena psikologis di mana seseorang memanipulasi orang lain hingga orang tersebut mempertanyakan kebenaran atau persepsi mereka sendiri. Publik menilai juri berlindung di balik kata “artikulasi” untuk menutupi kekeliruan pendengaran atau penilaian mereka.

Siapa Indri Wahyuni?

Banyak yang penasaran dengan latar belakang sosok juri ini. Berdasarkan data resmi per 11 Mei 2026, berikut profil singkatnya:

  • Nama: Indri Wahyuni

  • Jabatan: Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI.

  • Instansi: Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI).

  • Peran: Aktif dalam mengoordinasi agenda Sosialisasi Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) ke berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga :  Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Respons dan Permintaan Maaf MPR RI

Menyadari bola panas yang terus bergulir di media sosial, pimpinan MPR RI akhirnya angkat bicara. Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan pihak-pihak yang dirugikan.

Langkah Evaluasi MPR RI:

  1. Evaluasi Sistem Penilaian: Meninjau kembali mekanisme poin agar lebih objektif.

  2. Evaluasi Kinerja Juri: Melakukan pemeriksaan internal terhadap performa dewan juri yang bertugas di Kalbar.

  3. Transparansi: Berjanji agar kejadian serupa tidak terulang dalam ajang kompetisi edukasi nasional lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, nama Indri Wahyuni masih menjadi trending topic di berbagai platform seperti X (Twitter) dan TikTok, dengan jutaan tayangan pada video protes siswa SMAN 1 Pontianak tersebut. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung
Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel
Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan
Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati
Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?
Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Berita Terbaru