Indonesia Walk For Peace 2026: Perjalanan Spiritual 50 Biksu dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak 2570 BE

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kirab Waisak 2025 disambut meriah warga di sepanjang jalan Candi Mendut hingga Borobudur [Suara.com/ Angga Haksoro A]

Kirab Waisak 2025 disambut meriah warga di sepanjang jalan Candi Mendut hingga Borobudur [Suara.com/ Angga Haksoro A]

1TULAH.COM-Sebuah perjalanan spiritual monumental bertajuk Indonesia Walk For Peace 2026 siap digelar. Sebanyak 50 bikkhu atau bhante akan melakukan jalan kaki lintas provinsi dari Pulau Bali menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Aksi ini dilakukan dalam rangka menyambut Tri Suci Waisak 2570 B.E. yang jatuh pada 31 Mei 2026.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag, Supriyadi, mengonfirmasi bahwa perjalanan ini akan dimulai pada 7 Mei hingga 31 Mei 2026.

“Tahun 2026, perjalanan Bikkhu Indonesia Walk For Peace akan dimulai dari Bali,” ujar Supriyadi saat Roadshow Lokakarya Borobudur di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Misi Perdamaian Lintas Negara

Para bikkhu yang berpartisipasi dalam Indonesia Walk For Peace tidak hanya berasal dari dalam negeri. Kegiatan ini bersifat internasional dengan partisipasi bhante dari berbagai negara di Asia Tenggara, antara lain:

  • Thailand

  • Laos

  • Myanmar

  • Malaysia

  • Indonesia

Pemilihan Bali sebagai titik awal bukan tanpa alasan. Pulau Dewata memiliki kekayaan situs bersejarah yang berkaitan erat dengan perkembangan agama Buddha di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memperkuat koneksi spiritual para peserta sebelum menuju pusat perayaan di Candi Borobudur.

Baca Juga :  Potensi PAD Bocor? DPRD Kalteng Minta Bapenda Lakukan 'Silang Data' dengan BPH Migas

Bagian dari Vesakha Sananda 2026

Kegiatan jalan kaki ini merupakan bagian integral dari rangkaian Vesakha Sananda 2026. Peringatan Waisak tahun ini mengusung tema besar: “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”.

Tema ini sejalan dengan Asta Program Prioritas Menteri Agama yang menekankan pada kerukunan umat beragama dan pesan perdamaian global. Selama sebulan penuh, umat Buddha akan diajak mendalami praktik spiritual melalui:

  1. Atthangasila & Meditasi: Pendalaman sila dan ketenangan batin.

  2. Kelas Dhamma: Edukasi mengenai ajaran Buddha.

  3. Upavasa Vegetarian: Praktik pengendalian diri melalui pola makan.

Waisak Ramah Lingkungan: Ekoteologi dan Gerakan 3R

Selain aspek spiritual, perayaan Waisak 2570 BE juga menitikberatkan pada kelestarian alam melalui konsep Ekoteologi. Beberapa program unggulan lingkungan hidup yang akan dilaksanakan meliputi:

  • Gerakan Bersih-Bersih Rumah Ibadah: Implementasi budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Vihara, sekolah, dan perguruan tinggi Buddha.

  • Gerakan Eco Enzyme: Edukasi pembuatan cairan pembersih ramah lingkungan.

  • Fang Shen: Tradisi pelepasan makhluk hidup ke alam bebas sebagai simbol cinta kasih.

Baca Juga :  Muhammad Zakirin Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PC GP Ansor Barito Timur 2026–2030

Rangkaian Kegiatan Gema Waisak 2026

Menuju puncak perayaan di Candi Borobudur, berbagai agenda sosial dan budaya telah disiapkan:

  • Pindapata Nasional: Sarana derma umat kepada Sangha untuk memperkuat ikatan batin.

  • Vesak Festival 2026: Ruang ekspresi seni dan budaya bagi umat Buddha.

  • Hening Nusantara: Gerakan meditasi serentak di berbagai wilayah.

  • Roadshow Lokakarya Borobudur: Sosialisasi nilai-nilai luhur Borobudur di berbagai daerah di Indonesia.

Puncak Perayaan: 31 Mei 2026

Puncak peringatan Tri Suci Waisak akan dilaksanakan pada 31 Mei 2026. Jutaan umat Buddha di seluruh Indonesia akan melaksanakan Puja Bhakti yang dipusatkan di Vihara, Cetiya, sekolah, hingga candi-candi Buddha di seluruh penjuru negeri, dengan titik fokus utama di Candi Borobudur sebagai monumen Buddha terbesar di dunia.

Indonesia Walk For Peace diharapkan menjadi simbol nyata bahwa perjalanan fisik dan spiritual mampu membawa pesan perdamaian yang menembus batas negara dan perbedaan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Dua Hari Membara! Karhutla di Kotawaringin Barat Capai 10 Hektare, Pemadaman Terhalang Angin Kencang
Gelombang Sanksi Nakes Hina Pasien BPJS di Threads: Dari Pemecatan Hingga Pengunduran Diri
Heriyus: Festival Budaya Harus Jadi Ruang Edukasi dan Inspirasi Generasi Muda
Angka Kemiskinan Turun tapi Biaya Hidup Melonjak, Mengapa Ekonomi Terasa Makin Sulit?
Raisa Komentar “Kue Putu” di Unggahan Mathis Molinie, Sinyal Kedekatan Makin Kuat?
DPRD Kalteng Dorong Percepatan Jalan Pekahi–Mendawai, Pangkas Jarak Ratusan Kilometer di Katingan
KH Ma’ruf Amin Tekankan SDM Unggul dan Teknologi untuk Kelola Sumber Daya Alam
Mura Expo 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan UMKM
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Dua Hari Membara! Karhutla di Kotawaringin Barat Capai 10 Hektare, Pemadaman Terhalang Angin Kencang

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Gelombang Sanksi Nakes Hina Pasien BPJS di Threads: Dari Pemecatan Hingga Pengunduran Diri

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:22 WIB

Heriyus: Festival Budaya Harus Jadi Ruang Edukasi dan Inspirasi Generasi Muda

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Raisa Komentar “Kue Putu” di Unggahan Mathis Molinie, Sinyal Kedekatan Makin Kuat?

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:00 WIB

DPRD Kalteng Dorong Percepatan Jalan Pekahi–Mendawai, Pangkas Jarak Ratusan Kilometer di Katingan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:53 WIB

KH Ma’ruf Amin Tekankan SDM Unggul dan Teknologi untuk Kelola Sumber Daya Alam

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Mura Expo 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:40 WIB

Buntut Temuan Emas 74 Kg di Sentul, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dicecar 20 Pertanyaan selama 7 Jam

Berita Terbaru