Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi dan Pendidikan Antikorupsi untuk Jaga Stabilitas Daerah

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 dan Launching Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi bersama Kemendagri secara virtual di Ruang Rapat Bajakah Kantor Gubernur Kalteng, Senin (11/05/26).

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 dan Launching Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi bersama Kemendagri secara virtual di Ruang Rapat Bajakah Kantor Gubernur Kalteng, Senin (11/05/26).

1tulah.com, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat budaya integritas melalui pendidikan antikorupsi. Komitmen tersebut disampaikan saat mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 serta Launching Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dari Ruang Rapat Bajakah Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (11 Mei 2026).

Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko. Kegiatan tersebut diikuti jajaran kementerian/lembaga, kepala daerah se-Indonesia, unsur Forkopimda, serta instansi vertikal.

Rapat dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir yang menekankan pentingnya langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, khususnya terhadap komoditas pangan strategis yang mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah.

Dalam arahannya, Tomsi meminta seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) lebih aktif turun ke lapangan guna mengidentifikasi persoalan distribusi serta menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi disparitas antarwilayah.

“Pemerintah daerah harus mampu melihat titik kesulitan di lapangan dan segera mengambil langkah penyelesaian. Jangan biarkan masyarakat menanggung sendiri dampak kenaikan harga kebutuhan pokok,” tegas Tomsi Tohir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga di berbagai kabupaten/kota, di antaranya cabai merah di 242 daerah, minyak goreng di 214 daerah, bawang merah di 169 daerah, gula pasir di 125 daerah, serta beras di 105 daerah.

Baca Juga :  Disdik Kalteng Gelar Rakor Kalender Pendidikan dan Sosialisasi SPMB 2026/2027 untuk SMA, SMK, dan SKH

Menanggapi hal tersebut, Yuas Elko menegaskan Pemprov Kalteng terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok di daerah.

Ia menyampaikan langkah antisipatif terus dilakukan, termasuk pengawasan distribusi BBM dan LPG bersubsidi, optimalisasi pasar murah, serta penguatan koordinasi bersama Bulog, Bank Indonesia, aparat keamanan, dan perangkat daerah terkait menjelang peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.

“Seluruh perangkat daerah yang membidangi pengendalian inflasi wajib melakukan langkah cepat dan responsif terhadap kondisi di masyarakat agar kebutuhan pokok tetap tersedia dan mudah dijangkau masyarakat,” ucap Yuas Elko.

Yuas juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap distribusi LPG subsidi 3 kilogram agar tepat sasaran dan tidak memicu lonjakan harga di masyarakat.

Selain pembahasan pengendalian inflasi, rakor juga dirangkaikan dengan peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti dalam paparannya menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi merupakan bagian penting dalam membangun karakter bangsa dan memperkuat integritas generasi muda sejak dini.

Baca Juga :  BPS Kalteng Rilis Indikator Strategis 2026: Ekonomi Tumbuh 3,79 Persen, Ketenagakerjaan dan Kesetaraan Gender Membaik

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter, kejujuran, serta budaya integritas yang harus diterapkan melalui pembelajaran maupun lingkungan sekolah.

“Sekolah harus menjadi teladan budaya jujur, budaya bersih, dan budaya bebas korupsi yang dimulai sejak usia dini,” ungkap Abdul Muti.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyampaikan bahwa pendidikan antikorupsi merupakan bagian dari implementasi visi Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam memperkuat reformasi birokrasi dan pencegahan korupsi secara sistemik.

Ia mengungkapkan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia tahun 2025 berada pada skor 34 dari 100 dan menempati peringkat 109 dari 182 negara. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah untuk memperkuat langkah preventif melalui pendidikan karakter dan integritas sejak dini.

“Pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus menyentuh pembentukan karakter melalui pendidikan antikorupsi,” tegasnya.

Wamendagri juga meminta seluruh pemerintah daerah segera menyusun regulasi turunan dan mengintegrasikan pendidikan antikorupsi dalam kurikulum sekolah, baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPK Setyo Budiyanto, Kepala Bulog Kanwil Kalteng Erwin Budiana, perwakilan Kodam XXII/Tambun Bungai, instansi vertikal, serta perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalimantan Tengah.(*)

Penulis : Hewu

Berita Terkait

Gubernur Kalteng dan Pertamina Pastikan Stok BBM Aman, Antrean SPBU Palangka Raya Jadi Perhatian Serius
Disdik Kalteng Gelar Rakor Kalender Pendidikan dan Sosialisasi SPMB 2026/2027 untuk SMA, SMK, dan SKH
Gubernur Agustiar Sabran Hadiri Pelantikan PERGATSI Kalteng 2026–2030, Dorong Prestasi Olahraga Gateball
Bank Indonesia Gelar Capacity Building Media Kalimantan 2026, Perkuat Sinergi Komunikasi untuk Stabilitas Ekonomi
BPS Kalteng Rilis Indikator Strategis 2026: Ekonomi Tumbuh 3,79 Persen, Ketenagakerjaan dan Kesetaraan Gender Membaik
Inflasi Kalteng 3,66 Persen, Pemprov Perkuat Pengendalian Harga Pangan melalui Rakor Bersama Kemendagri
BPS Kalteng Rilis Indikator Ekonomi 2026: Inflasi 3,66 Persen, NTP Meningkat, Ekspor dan Pariwisata Tumbuh Positif
Gubernur Agustiar Sabran Luncurkan Huma Betang Night 2026, Tandai Perayaan Hari Jadi ke-69 Kalimantan Tengah di Bundaran Besar

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:26 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi dan Pendidikan Antikorupsi untuk Jaga Stabilitas Daerah

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:37 WIB

Gubernur Kalteng dan Pertamina Pastikan Stok BBM Aman, Antrean SPBU Palangka Raya Jadi Perhatian Serius

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:40 WIB

Disdik Kalteng Gelar Rakor Kalender Pendidikan dan Sosialisasi SPMB 2026/2027 untuk SMA, SMK, dan SKH

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:14 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Hadiri Pelantikan PERGATSI Kalteng 2026–2030, Dorong Prestasi Olahraga Gateball

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:31 WIB

Bank Indonesia Gelar Capacity Building Media Kalimantan 2026, Perkuat Sinergi Komunikasi untuk Stabilitas Ekonomi

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:23 WIB

BPS Kalteng Rilis Indikator Strategis 2026: Ekonomi Tumbuh 3,79 Persen, Ketenagakerjaan dan Kesetaraan Gender Membaik

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:13 WIB

Inflasi Kalteng 3,66 Persen, Pemprov Perkuat Pengendalian Harga Pangan melalui Rakor Bersama Kemendagri

Senin, 4 Mei 2026 - 18:03 WIB

BPS Kalteng Rilis Indikator Ekonomi 2026: Inflasi 3,66 Persen, NTP Meningkat, Ekspor dan Pariwisata Tumbuh Positif

Berita Terbaru

Berita

Chicken Road Casino: Fast‑Paced Crash Game for Quick Wins

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:14 WIB