Rupiah Hari Ini Rp17.597, Pengamat Ramamal Pekan Depan Bisa Tembus Rp17.930!

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Rupiah keok di hadapan dolar. [Antara]

Ilustrasi Rupiah keok di hadapan dolar. [Antara]

1TULAH.COM-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan masih akan menghadapi tekanan eksternal yang cukup kuat pada perdagangan pekan depan.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan indeks dolar AS berpotensi bergerak menguat dan melebar, yang berimplikasi langsung pada fluktuasi mata uang Garuda. Saat ini, posisi rupiah berada di level Rp17.597 per dolar AS.

Berdasarkan analisis teknikal, indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam rentang support di level 97,300 dan resistance di level 101,100.

“Pertama untuk US dolar sendiri, indeks dolar kemungkinan besar dalam perdagangan minggu depan itu akan melebar, ya, support-nya di 97.300, resistance-nya itu di 101.100,” ujar Ibrahim, Minggu (17/5/2026).

Simulasi Pergerakan Kurs Rupiah: Potensi Rp17.260 – Rp17.930

Melalui simulasi pergerakan indeks dolar global terhadap posisi mata uang domestik saat ini, Ibrahim memetakan dua skenario arah pergerakan rupiah:

  • Skenario Penguatan (Bullish): Apabila indeks dolar global melandai menuju area support 97,300, mata uang rupiah memiliki ruang untuk menguat tipis ke kisaran Rp17.260 per dolar AS.

  • Skenario Pelemahan (Bearish): Sebaliknya, jika sentimen global mendorong indeks dolar menanjak ke zona resistance 101,100, nilai tukar rupiah berisiko melemah dan mendekati level Rp17.930 per dolar AS.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Dua Pelaku Begal Penembak Bripka Arya Supena Hingga Meninggal

Kombinasi antara ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, fluktuasi harga minyak mentah dunia, serta dinamika hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan ini.

Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Ibrahim menilai tren penguatan dolar AS saat ini bergerak selaras dengan peluang kenaikan harga minyak dunia. Kondisi ini berpotensi memperlebar defisit bagi negara-negara berkembang yang berstatus net importir minyak, termasuk Indonesia.

“Artinya apa? Harga minyak, indeks dolar, ini masih akan menguat, ya, di minggu depan. Nanti ada apa, nanti akan lihat di fundamentalnya,” jelasnya.

Salah satu fokus utama pasar saat ini tertuju pada koridor logistik laut di Selat Hormuz. Selama ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat belum menunjukkan tanda-tanda rekonsiliasi, pelaku pasar diperkirakan akan tetap mempertahankan permintaan yang tinggi terhadap dolar AS sebagai aset aman (safe haven).

Baca Juga :  Pemkab Mura Optimistis Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah

“Trump sendiri bolak-balik ingin adanya kesepakatan. Bukan kesepakatan sepihak, tapi kesepakatan bersama untuk apa? Membuka Selat Hormuz,” kata Ibrahim menambahkan.

Sentimen Hubungan Dagang AS-Tiongkok: Menanti Win-Win Solution

Di sisi lain, perkembangan diplomasi ekonomi antara dua kekuatan besar dunia juga turut menjadi instrumen penentu sentimen pasar finansial.

Ibrahim menyebut bahwa tanda-tanda terciptanya solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping diharapkan mampu meredam volatilitas global. Namun, dampak konkretnya terhadap penguatan atau pelemahan greenback masih akan sangat bergantung pada realisasi kebijakan lanjutan dari kedua belah pihak.

“Pertemuan antara Xi Jinping dan Trump ini membuahkan hasil, ya, kemungkinan besar akan ada win-win solution untuk perang dagang,” pungkas Ibrahim. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Oknum Kasatnarkoba Polres Kukar Ditangkap Terkait Liquid Narkoba, Kapolda Kaltim: Tidak Ada Toleransi!
Sindir Stabilitas Rupiah, Prabowo Lempar Candaan ke Titiek Soeharto hingga Absen Ketum Kadin
Sindikat Narkoba di Gang Langgar Samarinda Terungkap oleh Bareskrim Polri
Kasus Dugaan Narkoba di B Fashion Hotel Jakarta Diungkap Bareskrim
Kontradiksi Film Pesta Babi! Pemerintah Pusat Izinkan, Aparat di Daerah Malah Bubarkan?
Kelakar Presiden Prabowo di Nganjuk: Senggol Jumhur Hidayat yang Sering Masuk Penjara Kini Jadi Menteri
Diduga Hina Program MBG dan Terima Suap, Dua ASN Kementerian PU di Luar Negeri Dipulangkan
Gudang Elpiji di Buntok Terbakar! Diwarnai Insiden Truk Damkar Tabrak Pagar Kantor Bupati
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:40 WIB

Rupiah Hari Ini Rp17.597, Pengamat Ramamal Pekan Depan Bisa Tembus Rp17.930!

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:28 WIB

Oknum Kasatnarkoba Polres Kukar Ditangkap Terkait Liquid Narkoba, Kapolda Kaltim: Tidak Ada Toleransi!

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Sindir Stabilitas Rupiah, Prabowo Lempar Candaan ke Titiek Soeharto hingga Absen Ketum Kadin

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:51 WIB

Sindikat Narkoba di Gang Langgar Samarinda Terungkap oleh Bareskrim Polri

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:59 WIB

Kasus Dugaan Narkoba di B Fashion Hotel Jakarta Diungkap Bareskrim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:36 WIB

Kontradiksi Film Pesta Babi! Pemerintah Pusat Izinkan, Aparat di Daerah Malah Bubarkan?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:07 WIB

Kelakar Presiden Prabowo di Nganjuk: Senggol Jumhur Hidayat yang Sering Masuk Penjara Kini Jadi Menteri

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:58 WIB

Diduga Hina Program MBG dan Terima Suap, Dua ASN Kementerian PU di Luar Negeri Dipulangkan

Berita Terbaru