Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian, DKPPP Barsel Gelar Workshop PPL

- Jurnalis

Rabu, 6 Maret 2024 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 98 orang penyuluh pertanian se-Kabupaten Barsel mengikuti acara workshop yang digelar DKPPP setempat,  di Aula Hotel Afiat Jaya, Jalan Pelita Raya, Buntok, Rabu (6/3/2024). Foto. Alifansyah/1tulah.com

Sebanyak 98 orang penyuluh pertanian se-Kabupaten Barsel mengikuti acara workshop yang digelar DKPPP setempat, di Aula Hotel Afiat Jaya, Jalan Pelita Raya, Buntok, Rabu (6/3/2024). Foto. Alifansyah/1tulah.com

1tulah.com, BUNTOK-Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kemampuan penyuluh pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), menggelar workshop bagi seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di daerah setempat, bertempat di Aula Hotel Afiat Jaya, Jalan Pelita Raya, Rabu (6/3/2024).

Kepala DKPPP Kabupaten Barsel, Ida Safitri melalui Kepala Bidang (Kabid) Penyuluh, Eka Wahyuni menyampaikan, dengan tema “Peningkatan Kapasitas Komunikasi serta Revitalisasi Penyuluh Dalam Membangun Pertanian di Kabupaten Barsel, workshop tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kemampuan dan kapasitas para penyuluh dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Terutama meningkatkan kemampuan para PPL tentang desain sistem pertanian yang spesifik, seperti lokasi pertanian, akses pasar, pengelolaan irigasi dan penyusunan rencana kerja dari masing-masing kelompok tani yang mereka bina,” ujar Eka Wahyuni kepada wartawan di sela kesibukkannya.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Amankan 14 Orang Beserta Uang dan Emas Batangan

Ia menerangkan, PPL memiliki tugas dan fungsi dalam memberikan penyuluhan kepada para petani melalui pendekatan terhadap kelompok tani, supaya pengetahuan, keterampilan maupun sikap petani menjadi lebih baik dalam mengelola usaha taninya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

“Dalam melaksanakan tugas agar berjalan efektif dan efisien, setiap penyuluh pertanian perlu melakukan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, kegiatan pembelajaran dan pengembangan pembelajaran kepada kelompok tani,” terangnya.

Ia menuturkan, dengan mengikuti workshop tersebut para PPL diharapkan mampu menerapkannya kepada kelompok tani diwilayah kerjanya masing-masing, sehingga para penyuluh pertanian dapat memberikan kontribusi kepada para petani yang mereka bina.

“Sehingga dapat mewujudkan sektor pertanian yang unggul di daerah yang bersemboyan Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus ini,” tutur wanita yang akrab disapa ibu Eka itu.

Baca Juga :  Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Ia mengatakan, untuk lebih meningkatkan pemahaman para penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugasnya dilapangan, DKPPP Kabupaten Barsel mengundang tim dari Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kalimantan Tengah dan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan sebagai narasumber.

Ia melanjutkan, kegiatan workshop tersebut dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 6-7 Maret 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 98 orang penyuluh pertanian dari 6 Kecamatan se Kabupaten Barsel yang mengikuti acara tersebut.

“Dengan mengikuti workshop ini kita berharap kompetensi para penyuluh pertanian didaerah ini dapat meningkat lebih baik lagi dalam melaksanakan tugas pendampingan dan konsultasi bagi kelompok tani dalam mengembangkan usaha taninya, sehingga dapat meningkatkan kemampuan para petani dalam produksi, produktivitas, pendapatan serta kesejahteraan petani beserta keluarganya,” kata Eka Wahyuni. (Alifansyah)

 

Berita Terkait

Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas
Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?
Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan
Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Amankan 14 Orang Beserta Uang dan Emas Batangan
Kemenkeu Siapkan Skema Baru, Mulai 2027 Dana Pensiun dan Bansos Langsung Cair ke Rekening Penerima
Karhutla Meluas, DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami
Dampak Karhutla Bagi Satwa Liar: Kemenhut Tangani 290 Satwa, Termasuk 96 Orangutan Kalimantan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Amankan 14 Orang Beserta Uang dan Emas Batangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:14 WIB

Kemenkeu Siapkan Skema Baru, Mulai 2027 Dana Pensiun dan Bansos Langsung Cair ke Rekening Penerima

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Karhutla Meluas, DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dampak Karhutla Bagi Satwa Liar: Kemenhut Tangani 290 Satwa, Termasuk 96 Orangutan Kalimantan

Berita Terbaru