Singkawang dan Banjarmasin, Dua Kota di Pulau Kalimantan yang Dianggap Paling Toleran

- Jurnalis

Rabu, 31 Januari 2024 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Seorang peserta melakukan atraksi dengan pedang saat festival Cap Go Meh yang menandai berakhirnya perayaan Tahun Baru Imlek di Singkawang, provinsi Kalimantan Barat (foto: ilustrasi).

Seorang peserta melakukan atraksi dengan pedang saat festival Cap Go Meh yang menandai berakhirnya perayaan Tahun Baru Imlek di Singkawang, provinsi Kalimantan Barat (foto: ilustrasi).

1TULAH.COM-Setara Institute melakukan survei terkait toleransi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat di sejumlah kota di Indonesia.

Hasilnya terdapat dua kota di Pulau Kalimantan yang dianggap paling toleran, yakni Kota Singkawang di Kalimatan Barat dan Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan.

Setara Institute merilis daftar kota paling toleran se-Indonesia dalam Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2023.  Singkawang, Bekasi dan Salatiga merupakan tiga kota yang dinilai paling toleran; sementara Sabang, Bandar Lampung dan Palembang adalah tiga kota yang dinilai paling tidak toleran.

Inovasi dan terobosan yang dilakukan sebagian kota, antara lain berupaya melembagakan toleransi dan membuat tata kelola pemerintahan yang inklusif merupakan capaian progresif-kolektif, yang menjadi temuan penelitian Laporan Indeks Kota Toleran 2023 yang dirilis Setara Institute hari Selasa (30/1/2024).

Singkawang merupakan kota dengan skor toleransi tertinggi yaitu (6,5), diikuti oleh Bekasi (6,46), Salatiga (6,45), Manado (6,4), Semarang (6,23), Magelang (6,22), Kediri (6,07), Sukabumi (5,99), Kupang (5,95) dan Surakarta (5,8).

Ketua Badan Setara Institute, Ismail Hasani, mengatakan capaian pada 10 kota teratas adalah dampak terpenuhinya tiga aspek kepemimpinan, yang dibutuhkan dalam memperkuat ekosistem toleransi di sebuah kota, yaitu kepemimpinan kemasyarakatan, kepemimpinan politik dan kepemimpinan birokrasi.

“Yang dinilai bukan kinerja walikota saja. Memang kinerja walikota paling menentukan, tapi ada kinerja masyarakat, kinerja tokoh-tokoh ulama, tokoh agama sosial dan elemen masyarakat sipil,” ungkapnya.

Baca Juga :  KPK Ungkap 8 Titik Rawan Korupsi di Sektor Pertanahan ATR/BPN

Objek kajian IKT adalah 94 kota dari total 98 kota di seluruh Indonesia.Empat kota yang dieliminasi adalah kota-kota administrasi di DKI Jakarta yang digabungkan menjadi satu kota yaitu DKI Jakarta.

Penggabungan ini dilakukan karena secara administratif dan legal, kota-kota tersebut tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan peraturan perundang-undangan, sehingga tidak valid untuk dinilai secara terpisah.

Banyak Kota Buat Terobosan Kebijakan Toleransi

Penelitian IKT 2023 menemukan 63 produk hukum baru yang progresif dan menopang ekosistem toleransi di kota-kota, dengan rincian 11 peraturan daerah, 16 peraturan walikota, 34 peraturan dan keputusan turunan teknis dan 2 rancangan perda yang segera dibahas dan disahkan.

Ismail mencontohkan terobosan kebijakan toleransi dalam bentuk peraturan daerah di kota Banjarmasin. Di kota itu, tambahnya, ada Perda Kota Banjarmasin No.4 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat.

Lahirnya sebuah perda menunjukan kolaborasi tiga aspek kepemimpinan toleransi pada level politik, birokrasi dan masyarakat telah bekerja.

Ismail Hasani juga menyatakan bahwa pemerintah pusat perlu mendesain dan menerbitkan peraturan di tingkat nasional, seperti peraturan presiden yang menjadi rujukan kota-kota dalam membuat peraturan untuk memastikan kokohnya kerangka hukum pemajuan toleransi di kota/kabupaten.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Dorong Percepatan SPPG 3T demi Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis

Tata kelola inklusif didorong sebagai prinsip utama dalam menjawab tantangan virus intoleransi yang berada pada lapis negara maupun non negara.

Kemendagri Sambut Baik Hasil Penelitian Setara

Direktur Jenderal Politik dan Pemeritahan Umum Kementerian Dalam Negeri Togap Simangunsong menyambut baik hasil penelitian yang dilakukan Setara Institute.

Ia mengharapkan hal tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk mengambil kebijakan yang akan datang khususnya terkait toleransi.

“Antara lain, pertama melakukan pengawasan terhadap regulasi-regulasi yang regresif terhadap toleransi. Kedua, memfasilitasi dan kolaborasi antar kota dalam pemajuan toleransi sehingga saling pertemukan kota-kota untuk belajar dan berbagi. Memantau tindaklanjut terhadap 10 kota toleransi terendah guna memastikan keselarasan pemahaman dan agenda kemajuan toleransi lintas instansi,” tegasnya.

Ia juga menekankan perlunya membina dan memperkuat kapasitas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) baik pelaksaan tugas dan fungsi maupun manajemen konflik antara intern agama.

Sabang, Kota Paling Tidak Toleran di Tahun 2003

Setara Institute juga merilis 10 kota dengan skor toleransi terendah yaitu Sabang, Bandar Lampung, Palembang, Pekanbaru, Mataram, Lhokseumawe, Padang, Banda Aceh, Cilegon dan Depok.

Sepuluh kota tersebut masih menghadapi tantangan pada aspek kepemimpinan politik dan birokrasi yang kurang kondusif dalam pemajuan toleransi. (Sumber:voaindonesia.com)

 

 

Berita Terkait

Terjerat Kasus Korupsi Pemkab Bekasi, Ini Profil dan Aset Ipda Yayat Sudrajat yang Disita KPK
Penyandang Disabilitas Masuk Desil Mampu? KPDJ dan Bansos Penyandang Disabilitas Berpotensi Hangus
Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat
Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam
Polisi Ungkap Motif Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City, Isu Copet Dipastikan Hoaks
Ribuan Warga Murung Raya Terima Bantuan Program Kartu Huma Betang Sejahtera
DPRD Kalteng Dorong Percepatan SPPG 3T demi Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:27 WIB

Terjerat Kasus Korupsi Pemkab Bekasi, Ini Profil dan Aset Ipda Yayat Sudrajat yang Disita KPK

Selasa, 22 September 2026 - 18:01 WIB

Penyandang Disabilitas Masuk Desil Mampu? KPDJ dan Bansos Penyandang Disabilitas Berpotensi Hangus

Selasa, 22 September 2026 - 06:10 WIB

Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat

Senin, 21 September 2026 - 05:29 WIB

Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla

Minggu, 20 September 2026 - 17:48 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam

Minggu, 20 September 2026 - 17:33 WIB

Polisi Ungkap Motif Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City, Isu Copet Dipastikan Hoaks

Minggu, 20 September 2026 - 16:51 WIB

Ribuan Warga Murung Raya Terima Bantuan Program Kartu Huma Betang Sejahtera

Minggu, 20 September 2026 - 05:25 WIB

DPRD Kalteng Dorong Percepatan SPPG 3T demi Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru