Cegah Mata Rabun Pada Anak, Orangtua Harus Kenali Cirinya kata Dokter

- Jurnalis

Selasa, 23 Januari 2024 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemeriksaan kesehatan mata anak. (dok. Ilustrasi)

Pemeriksaan kesehatan mata anak. (dok. Ilustrasi)

1tulah.com – Banyak orangtua tidak menyadari tanda anak butuh periksa mata, yang hasilnya kondisi semakin parah dan rabunnya semakin parah. Memang apa saja ya cirinya.

Karenanya orangtua perlu mewaspadai jika di sekolah anak duduk di belakang selalu berusaha maju ke depan untuk melihat penjelasan guru.

“Kita sering menemukan anak sering maju ke depan orangtua malah yang dimarahi anaknya, itu karena kalau nggak maju ke depan tidak terlihat,” ujarbDirektur Klinik Utama Mata JEC JACA Pasuruan, dr. Lely Retno Hutauruk, Sp.M(K) dalam acara pembukaan Klinik Utama Mata JEC JAVA Pasuaruan, Sabtu (20/1/2024).

Selain itu dr. Lely itu menjelaskan jika anak yang kerap kali terlihat memicingkan mata untuk melihat, menandakan anak tersebut berusaha untuk fokus karena pandangannya yang kabur.

Apabila anak juga kerpa mengeluh pusing dan lelah saat melihat, bahkan mengaku matanya rabun serta kerap mengucek mata, kata dr. Lely baiknya segera jadwalkan konsultasi ke dokter mata.

“Paling sering yang terjadi anak tersebut tidak tahu kalau penglihatannya kabur. Ini karena dirinya tidak bisa membandingkan kondisinya dengan anak lain dan temannya,” tambah dr. Lely.

Baca Juga :  Minyak Mentah Tembus US$100, Siap-siap Harga Pertamax Naik Jadi Rp20 Ribu?

Mirisnya lagi, banyak anak juga merasa takut dan khawatir bila bertanya dengan temannya lalu dianggap aneh tidak normal. Kondisi inilah yang membuat akhirnya anak takut berbicar dengan orang lain, bahkan mirisnya orang tua tidak sadar hanya untuk sekadar melakukan pengecekan.

“Jika orangtua lebih terlambat dan anak tidak ngomong. Termasuk anak tidak pernah belajar tutup salah satu matanya dengan mata lainnya, untuk membedakan penglihatan antara mata satu dan mata lainnya. Akhirnya keterlambatan ini menyebabkan masalah,” pungkas dr. Lely.

Sementara itu melansir Hello Sehat, American Academy of Pediatric menyebutkan pemeriksaan kesehatan mata anak harus dilakukan secara rutin dimulai saat baru dilahirkan. Hal ini dilakukan agar orangtua tahu bagaimana perkembangan indra penglihatan sekaligus mendeteksi adanya masalah mata pada anak lebih dini.

Berikut ini beberapa penyakit mata pada anak yang perlu diwaspadai:

Baca Juga :  Distranaker Mura dan Kejari Perkuat Penanganan Hukum Perdata dan TUN

1. Mata merah

Sakit mata pada anak identik dengan mata merah. Nah, dalam istilah medis, ini disebut juga dengan konjungtivitis. Seperti halnya orang dewasa, mata merah bisa terjadi karena mata anak terkena debu, kotoran, atau kemasukan serangga kecil.

2. Bintitan

Bintitan dalam istilah medis disebut dengan hordeolum ini disebabkan oleh adanya infeksi bakteri.

Dikutip dari American Optometric Association, bintitan berawal dari infeksi pada kelenjar minyak di kelopak mata.

3. Klazion

Kalazion merupakan penyakit mata pada anak yang menyebabkan benjolan di kelopak mata karena pembengkakan kelenjar minyak.

4. Miopia

Rabun dekat atau miopia merupakan penyakit mata pada anak yang kini semakin banyak terjadi. Pasalnya, hal ini erat kaitannya dengan penggunaan gadget pada anak.

5. Mata silinder

Astigmatisme atau dikenal juga dengan mata silinder ini membuat pandangan anak menjadi berbayang ketika melihat objek yang terlalu jauh maupun dekat. (suara.com)

 

Sumber Berita : suara.com

Berita Terkait

Dorong Pemerataan Sinyal, DPRD Kalteng Minta Program Starlink Jangkau Pemukiman Warga
Ketegasan Hukum Karhutla: Menhut Raja Juli Bekukan Izin 26 Perusahaan dan Proses Puluhan Kasus Pidana
Momen Hangat Presiden Prabowo Sapa Para Siswa Saat Jajal LRT Kelapa Gading-Manggarai
Distranaker Mura dan Kejari Perkuat Penanganan Hukum Perdata dan TUN
Minyak Mentah Tembus US$100, Siap-siap Harga Pertamax Naik Jadi Rp20 Ribu?
Kualitas Udara Memburuk: 40 Wilayah di Semenanjung Malaysia Terdampak Kabut Asap Indonesia
Kabut Asap Pekat Hadang Helikopter Chinook Jepang untuk Penanganan Karhutla di Mempawah
Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, 372 Kejadian Berhasil Ditangani

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:53 WIB

Dorong Pemerataan Sinyal, DPRD Kalteng Minta Program Starlink Jangkau Pemukiman Warga

Rabu, 16 September 2026 - 15:48 WIB

Ketegasan Hukum Karhutla: Menhut Raja Juli Bekukan Izin 26 Perusahaan dan Proses Puluhan Kasus Pidana

Rabu, 16 September 2026 - 15:31 WIB

Momen Hangat Presiden Prabowo Sapa Para Siswa Saat Jajal LRT Kelapa Gading-Manggarai

Rabu, 16 September 2026 - 09:40 WIB

Minyak Mentah Tembus US$100, Siap-siap Harga Pertamax Naik Jadi Rp20 Ribu?

Rabu, 16 September 2026 - 09:32 WIB

Kualitas Udara Memburuk: 40 Wilayah di Semenanjung Malaysia Terdampak Kabut Asap Indonesia

Selasa, 15 September 2026 - 15:16 WIB

Kabut Asap Pekat Hadang Helikopter Chinook Jepang untuk Penanganan Karhutla di Mempawah

Selasa, 15 September 2026 - 14:27 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, 372 Kejadian Berhasil Ditangani

Selasa, 15 September 2026 - 14:15 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Pimpin Paripurna Penyerahan Raperda APBD 2027

Berita Terbaru