Pemkab Barsel Inginkan Bahasa Daerah Tetap Lestari

- Jurnalis

Rabu, 15 November 2023 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten II Setda Barsel, Rahmat Nuryadin (tengah kanan) didampingi Plt. Kepala Disdik, Syahdani (tengah kiri) saat berfoto bersama usai membuka acara FTBI 2023, di Buntok, Selasa (14/11/2023). Alifansyah/1tulah.com

Asisten II Setda Barsel, Rahmat Nuryadin (tengah kanan) didampingi Plt. Kepala Disdik, Syahdani (tengah kiri) saat berfoto bersama usai membuka acara FTBI 2023, di Buntok, Selasa (14/11/2023). Alifansyah/1tulah.com

1tulah.com, BUNTOK– Festival bahasa tingkat pelajar SD dan SMP tersebut diikuti oleh tiga Kabupaten yakni Barsel, Barito Utara (Barut) serta Barito Timur (Bartim), yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, bertempat di Gedung Jaro Pirarahan, Buntok, Selasa (14/11/2023).

Melalui ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2023 atau festival bahasa daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel), mengiginkan bahasa daerah setempat tetap terus dilestarikan.

Sebelum membuka acara tersebut, Asisten II, Rahmat Nuryadin saat membacakan pidato Pj. Bupati Barsel menyampaikan, bangsa Indonesia memiliki berbagai suku dengan bahasa yang berbeda-beda.

Tapi dengan keanekaragaman bahasa itu menunjukkan, bahwa negara Indonesia kaya akan kebudayaan yang dimiliki di setiap daerahnya, dan tentunya tidak dimiliki oleh negara lain.

“Maka dari itu, kami dari pemerintah daerah sangat mengapresiasi dan mendukung acara ini,” ucapnya kepada wartawan usai membuka acara tersebut.

Ia menerangkan, jika bahasa daerah tersebut tidak dijaga dan dipelihara, maka warisan budaya yang telah ditinggalkan oleh para leluhur terdahulu akan hilang atau musnah.

Baca Juga :  Skandal Suap Pengadaan Smart Board & Chromebook Muara Enim senilai Rp62,86 Miliar: Terungkapnya Kongkalikong di Jakarta

Sebab bahasa daerah merupakan jembatan bagaimana budaya-budaya suatu daerah dapat tersampaikan keluar.  “Karena dalam bahasa daerah terdapat kearifan-kearifan lokal yang bermanfaat bagi generasi muda sebagai penerus bangsa ini, baik pelajar SD, SMP maupun SMA,” terang pria yang akrab di sapa pak Rahmat itu.

Lebih lanjut ia menuturkan, pembinaan bahasa daerah sendiri di Kabupaten Barsel juga tengah gencar dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud), dengan melibatkan penggiat budaya, pelajar dan masyarakat umum lainnya.

“Sehingga, dengan adanya kegiatan ini dapat melestarikan sekaligus mengenalkan kepada anak-anak kita terutama para pelajar SD dan SMP agar tetap memelihara serta melestarikan bahasa daerah kita,” tutur Rahmat Nuryadin.

Sementara itu, Plt. Kepala Disdik Barsel, Syahdani mengatakan, dengan adanya festival bahasa tersebut akan menumbuhkan semangat bagi generasi-generasi muda, agar mereka tidak lagi merasa malu atau minder dalam berkomonikasi menggunakan bahasa dearah pada kehidupan sehari-harinya.

Baca Juga :  Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang

Ia melanjutkan, dalam upaya melestarikan bahasa dayak baik dayak maanyan, bakumpai maupun dusun, Disdik Barsel di tahun 2024 akan memprogramkan festival  bahasa daerah tingkat Kabupaten Barsel, dalam rangka menggali budaya-budaya daerah setempat, terutama dalam melestarikan bahasa daerah.

Ia menambahkan, program itu juga sebagai penjaringan anak-anak dalam mengikuti festival bahasa daerah tingkat Provinsi, yang mana juaranya nanti akan mewakili Kabupateb Barsel di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

“Semoga melalui ajang ini, eksistensi bahasa daerah dapat kembali bangkit dan semakin digemari oleh semua generasi, khususnya generasi muda, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya untuk giat belajar bahasa daerah, agar kita semua semakin bangga menggunakan bahasa daerah,” kata Syahdani. (Alifansyah)

 

Berita Terkait

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak
Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi
Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Minggu, 6 September 2026 - 10:34 WIB

Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan

Sabtu, 5 September 2026 - 12:15 WIB

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi

Sabtu, 5 September 2026 - 12:09 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WIB

Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang

Berita Terbaru