1TULAH.COM – Setelah beberapa bulan yang lalu sempat adanya demo penolakan konser Band Coldplay di Indonesia, kemarin Jumat (10/11/2023) kembali adanya demo penolakan tersebut di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Sambil membawa spanduk berukuran besar bergambar wajah vokalis Band Coldplay, puluhan orang yang tergabung dalam kelompok Gerakan Nasional Anti LGBT (Geranati LGBT) menuntut agar dibatalkannya konser Coldplay yang akan berlangsung pekan depan. Mereka menilai bahwa Band Coldplay mengkapanyekan perilaku LGBT.
Setelah melakukan mediasi dan menyampaikan tuntutan agar pihak kepolisian tidak memberikan izin konser tersebut, Kelompok Genarti LGBT berpindah haluan ke depan Kedutaan Besar Inggris.
Ketika tiba di Kedubes Inggris, massa yang mengikuti demo penolakan konser Band Coldplay semakin banyak. Mereka meneriakkan protes dan menganggap bahwa Band Coldplay telah menjadi pengkampanye LGBT.
Novel Bamukmin, selaku jubir Generati LGBT mengatakan bahwa aksi penolakan kedatangan Band Coldplay ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu. Menurutnya, terdapat bebrapa pihak yang mencoba untuk mengadu domba masyarakat dengan aparat.
“Ada yag mengatakan ‘jangan coba-coba PA 212 (Persatuan Alumni 212.red) menghalangi konser Coldplay, Menko Polhukam akan siapkan aparat.’ Artinya akan mengadu domba kita dengan aparat, untuk bersinggungan di lapangan, ini sangat berbahaya,” ujarnya.
Seperti yang telah disampaikan di Mabes Polri, Ia kembali mengulangi pernyataannya bahwa LGBT merupakan perilaku menyimpang yang sangat tidak sesuai dengan UUD 1945 dan mentang aturan agama.
“Kami bukan anti kesenian, tapi kami menentang sesuatu yang membawa LGBT karena bertentangan dengan syariat agama,” tambahnya.
Akhirnya, salah seorang perwakilan dari Keduataan Besar Inggris keluar menemui massa pengunjukrasa. Namun, sayangnya tidak ada pernyataan apapun yang dilontarkan dari pihaknya.
Kemudian, massa Kelompok Genarti LGBT kembali bergerak ke Patung Kuda. Tujuan mereka selanjutnya ialah ke gedung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenpolhukam). Diketahui, massa pengunjukrasa tidak mencapai dua tujuan tersebut sebab dikawal oleh aparat keamanan. Meskipun begitu, massa pengunjukrasa tetap menjalankan aksinya tersebut.
Hussein, selaku Koordinator Lapangan Geranati LGBT mengatakan kepada awak media, hal lain yang menyebabkan adanya aksi ini karena berlangsung di tengah konflik panas antara Israel dan Hamas.
“Indonesia sedang mati-matian membela Palestina, sekarang malah ada konser yang mengkampanyekan LGBT,” ujar Hussein. Ia mengancam akan mendatangi bandara, mengepung hotel atau melakukan aksi yang mencegah berjalannya konser, jika Coldplay tetap konser di Jakarta. “Kecuali jika pemerintah bisa menjamin jika Coldplay hadir tanpa membawa unsur-unsur LGBT dalam konsernya,” tegasnya.
Massa aksi baru membubarkan diri setelah diterima oleh perwakilan Kemenparekraf.
Penulis : Wanda Hanifah Pramono
Sumber Berita : voaindonesia.com
























![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

