Pertama Kalinya KPK Buka Seleksi CPNS, Begini Cara Daftarnya

- Jurnalis

Kamis, 21 September 2023 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gedung KPK. Sumber foto : suara.com

Ilustrasi Gedung KPK. Sumber foto : suara.com

1TULA.COM – Pendaftaran CPNS 2023 di sejumlah instansi pemerintahan dan lembaga sudah mulai dibuka pada 20 September 2023.

KPK menjadi salah satu lembaga pemerintah yang membuka pendaftaran CPNS 2023.

Yang menarik lagi, seleksi CPNS KPK menjadi yang pertama kali dilakukan.

KPK membuka 214 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2023.

“Di tahun ini unntuk pertama kalinya KPK membuka seleksi CPNS sebanyak 2014 formasi. Proses seleksi CPNS KPK akan dilaksanakan pada 20 September-20 Maret 2024,” demikian keterangan dari KPK.

Pendaftaran bisa diakses di situs resmi KPK. Adapun formasi seleksi CPNS KPK yang dibuka adalah untuk mengisi penempatan di unit kerja berikut.

1. Biro Hukum

2. Direktorat Jejaring Pendidikan

3. Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat

4. Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi

5. Sekretariat Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat

6. Direktorat Monitoring

7. Direktorat Antikorupsi Badan Usaha

8. Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi

9. Sekretariat Deputi Bidan Penindakan dan Eksekusi

10. Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah I

11. Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah II

12. Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah III

13. Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV

14. Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah V

15. Sekretariat Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi

16. Direktorat Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi

17. Sekretariat Deputi Bidang Informasi dan Data

18. Pusat Perencanaan Strategis Pemberantasan Korupsi

19. Sekretariat Dewan Pengaawas

Syarat Pendaftaran

1. Warga Negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia, dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

2. Usia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun pada saat melamar;

3. Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih;

4. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;

Baca Juga :  Diduga Terkunci saat Tidur, Pengantar Es Krim Tewas dalam Freezer

5. Tidak berkedudukan sebagai Calon PNS atau PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia;

6. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;

7. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan;

8. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar;

9. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau Perwakilan Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia di Negara lain yang ditentukan oleh Instansi Pemerintah;

10. Pelamar formasi “Dengan Pujian”/Cumlaude Lulusan Dalam Negeri merupakan lulusan perguruan tinggi yang memiliki sertifikat akreditasi BAN-PT yang menyatakan bahwa program studi pelamar pada saat lulus terakreditasi dengan predikat A atau Unggul dan memiliki sertifikat akreditasi BAN-PT yang menyatakan bahwa perguruan tinggi pelamar pada saat lulus terakreditasi dengan peringkat A atau Unggul;

11. Pelamar formasi “Dengan Pujian”/Cumlaude Lulusan Luar Negeri dapat mendaftar setelah memperoleh penyetaraan ijazah dan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara “Dengan Pujian”/Cumlaude dari Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi;

12. Tidak memiliki hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda sampai dengan derajat ke-3 (tiga) dengan pejabat/pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi;

13. Tidak terikat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda sampai dengan derajat ke-3 (tiga) dengan tersangka/terdakwa/terpidana Tindak Pidana Korupsi

14. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (sesuai transkrip nilai):
Minimal 3.00 untuk Sarjana (S1);
Minimal 3.00 untuk Diploma III (D-III).

Tata Cara Pendaftaran

Pendaftaran dilaksanakan secara online mulai tanggal 20 September s.d. 9 Oktober 2023 dengan tahapan sebagai berikut:

1. Pelamar Membuat akun pada Portal https://sscasn.bkn.go.id/;

2. Pelamar Log in ke https://sscasn.bkn.go.id/ dengan menggunakan NIK dan password yang telah didaftarkan;

3. Pelamar mengunggah swafoto (foto selfie) dengan memperlihatkan KTP dan Kartu Informasi Akun untuk dapat melanjutkan ke tahap berikutnya;

Baca Juga :  Yakin Menang di MK, Yusril: Hasil Pilpres Dinyatakan Final dan Prabowo-Gibran Siap Dilantik Tanggal 20 Oktober 2024

4. Pelamar melengkapi data diri pada kolom yang disediakan.

5. Pelamar memilih instansi Komisi Pemberantasan Korupsi dilanjutkan dengan memilih jenis formasi, kemudian pelamar memilih pendidikan sesuai ijazah, jabatan dan lokasi tes, serta mengisi data lain yang harus dilengkapi;

6. Pelamar mengunggah soft file berkas berjenis PDF File, sebagai berikut:
– Scan asli KTP/Surat Keterangan Pengganti KTP;
– Scan asli Ijazah. Bagi pelamar Lulusan Luar Negeri ditambahkan scan penyetaraan ijazah dan penyetaraan nilai dari Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi;
– Scan asli Transkrip Nilai;
– Scan asli Surat Lamaran bermeterai;
– Scan asli Surat Pernyataan 10 (sepuluh) poin bermeterai;
– Scan asli Surat Pernyataan bermeterai bersedia ditempatkan di seluruh unit kerja di lingkungan instansi Komisi Pemberantasan Korupsi;
– Scan asli Surat Pernyataan bermeterai tidak memiliki hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda sampai dengan derajat ke-3 (tiga) dengan pejabat/pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi serta tidak terikat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda sampai dengan derajat ke-3 (tiga) dengan tersangka/terdakwa/terpidana Tindak Pidana Korupsi;
– Dokumen tambahan bagi pelamar formasi khusus, ditambahkan scan dokumen pendukung lainnya sebagai berikut :
a. Akta Kelahiran/surat keterangan lahir pelamar dan surat keterangan dari kepala desa/suku, untuk pelamar Putra/i Papua/Papua Barat;
b. Sertifikat Akreditasi BAN-PT yang menyatakan bahwa program studi pelamar pada saat lulus terakreditasi dengan peringkat A atau Unggul dan Sertifikat Akreditasi BAN-PT yang menyatakan bahwa perguruan tinggi pelamar pada saat lulus terakreditasi dengan peringkat A atau Unggul, untuk pelamar “Dengan Pujian”/Cumlaude Lulusan Dalam Negeri;
c. Pelamar menyimpan data yang telah terisi dengan lengkap dan benar. Data yang telah dikirim tidak dapat diubah dengan alasan apapun.
7. Pelamar mengunggah pasfoto terbaru dengan pakaian formal dan berlatar belakang merah;
8. Pelamar mencetak Kartu Pendaftaran SSCASN 2023 yang merupakan bukti telah menyelesaikan proses pendaftaran melalui SSCASN 2023.

Penulis : Nova Elisa Putri

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Profil Singkat Tim Cook, CEO Apple yang Akan Menemui Presiden Jokowi di Istana Esok Hari
Legislator Barsel ini Minta Raperda STOK Perlu Dibahas Lebih Lanjut
Denny Indrayana Prediksi Putusan MK Soal Sengketa Pilpres 2024, Petitum Soal Gibran Paling Dilematis
Ketua DPRD Kalteng Apresiasi Jasa Para Habaib dalam Penyebaran Dakwah Islam
DPD PAN Barsel Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, Catat Jadwalnya!
Usai ‘Dirty Vote’, Film Dokumenter ‘Dirty Election’ Siap Ungkap Kecurangan Teknologi Pemilu 2024
Anies Dijadwalkan Hadir Secara Langsung Saat Sidang Putusan Sengketa Pilpres 2024
KPU Siap Menindaklanjuti Apapun Putusan MK dalam Sengketa Pilpres 2024
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 17:59 WIB

Profil Singkat Tim Cook, CEO Apple yang Akan Menemui Presiden Jokowi di Istana Esok Hari

Selasa, 16 April 2024 - 08:30 WIB

Legislator Barsel ini Minta Raperda STOK Perlu Dibahas Lebih Lanjut

Selasa, 16 April 2024 - 06:41 WIB

Denny Indrayana Prediksi Putusan MK Soal Sengketa Pilpres 2024, Petitum Soal Gibran Paling Dilematis

Selasa, 16 April 2024 - 06:00 WIB

Ketua DPRD Kalteng Apresiasi Jasa Para Habaib dalam Penyebaran Dakwah Islam

Selasa, 16 April 2024 - 05:41 WIB

DPD PAN Barsel Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, Catat Jadwalnya!

Senin, 15 April 2024 - 16:13 WIB

Usai ‘Dirty Vote’, Film Dokumenter ‘Dirty Election’ Siap Ungkap Kecurangan Teknologi Pemilu 2024

Senin, 15 April 2024 - 15:57 WIB

Anies Dijadwalkan Hadir Secara Langsung Saat Sidang Putusan Sengketa Pilpres 2024

Senin, 15 April 2024 - 15:52 WIB

KPU Siap Menindaklanjuti Apapun Putusan MK dalam Sengketa Pilpres 2024

Berita Terbaru

Ilustrasi puasa syawal (sumber: suara.com)

Khazanah

Ingin Puasa Syawal Enam Hari Tapi Tak Berurutan, Bolehkah?

Selasa, 16 Apr 2024 - 17:15 WIB