1TULAH.COM – Warga Maroko yang ketakutan menghabiskan malam kedua di jalanan setelah gempa bumi dahsyat pada Jumat malam kemarin menewaskan lebih dari 2.000 orang.
Sementara itu, tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk mencapai korban yang terperangkap di desa-desa pegunungan terpencil dekat pusat gempa di Maroko.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 di Maroko merupakan gempa paling mematikan di negara tersebut dalam enam dekade terakhir.
Sementara itu, data terbaru dari Kementerian Dalam Negeri Maroko disebutkan total 2.012 korban jiwa dan 2.059 korban luka, dengan 1.404 orang di antaranya mengalami luka berat.
Gempa menyebabkan sembilan wilayah di negara itu terkena dampak, dengan dampak paling besar terjadi di daerah Al Haouz, yang mencatat 1.293 korban jiwa.
Namun jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah di saat tim penyelamat menggali puing-puing rumah yang runtuh di daerah terpencil pegunungan High Atlas.
Di Marrakesh, kota terbesar yang dekat dengan pusat gempa dan merupakan daya tarik wisata utama, banyak keluarga menghabiskan Sabtu malam dengan berada di luar ruangan.
Sementara pihak berwenang memperingatkan warga untuk mewaspadai gempa susulan.
Orang-orang menjauhi bangunan-bangunan rusak di pusat kota bernuansa abad pertengahan serta tembok-tembok tanah merah di sekitarnya, yang beberapa bagiannya telah runtuh.
Di Taman Oliveraie di pusat Marrakesh, ratusan orang, termasuk anak-anak dan orang tua, tidur di atas selimut dan kasur darurat.
Keluarga-keluarga berkumpul bersama, mencoba untuk beristirahat setelah merasa terguncang dan panik dari malam sebelumnya.
Beberapa di antaranya mereka membawa tas berisi pakaian dan makanan, bersiap untuk tinggal jauh dari rumah untuk waktu yang lebih lama.
Bendera di sekitar kota dikibarkan setengah tiang untuk memperingati tiga hari berkabung nasional yang diumumkan oleh monarki.
Di bandara Marrakesh, puluhan turis tidur di lantai terminal utama, menunggu penerbangan keluar.
Sebagian besar penerbangan masuk dan keluar dari pusat pariwisata itu masih beroperasi seperti biasa.
Raja Maroko Mohammed VI telah mengeluarkan instruksi untuk membentuk komisi layanan bantuan, yang akan menyediakan perawatan, perumahan dan makanan bagi mereka yang terkena dampak.
Penulis : Nova Elisa Putri
Sumber Berita : Suara.com


![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)




















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


