Bubur Samin Khas Banjar Ini Sangat Populer di Kota Solo, Bagaimana Sejarahnya?

- Jurnalis

Jumat, 24 Maret 2023 - 05:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bubur Samin Khas Banjar menjadi salah satu menu buka puasa bagi masyarakat saat bulan ramadan yang disediakan di Masjid Darussalam, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo. [Suara.com/Ari Welianto]

Bubur Samin Khas Banjar menjadi salah satu menu buka puasa bagi masyarakat saat bulan ramadan yang disediakan di Masjid Darussalam, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo. [Suara.com/Ari Welianto]

1TULAH.COM-Kuliner khas Banjar yang banyak dikenal adalah Soto Banjar. Namun, bagi warga Kota Solo dan sekitarnya, makanan daerah asal Provinsi Kalimantan Selatan yang paling popular justru nasi samin.

Menu ini dianggap paling ngangenin. Cita rasanya yang sedap membuat banyak disukai. Sayangnya, makanan khas ini, hanya bisa ditemui pada hari-hari tertentu saja, khususnya seperti Bulan Ramadhan.

Bubur Samin Khas Banjar menjadi salah satu menu buka puasa bagi masyarakat saat bulan ramadan yang disediakan di Masjid Darussalam, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo.

Bubur Banjar Samin menjadi salah satu tradisi yang ada di Kota Solo selama bulan Ramadan.

Bubur samin khas Banjar, Martapura, Kalimantan Selatan ini banyak ditunggu-tunggu masyarakat dari berbagai daerah saat bulan Ramadan tiba.

Karena bubur Samin ini menjadi salah satu menu buka puasa bagi masyarakat saat bulan ramadan yang disediakan di Masjid Darussalam, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo.

Pada bulan ramadan 2023, tradisi pembuatan dan pembagian kembali diadakan. Ada 47 kg per harinya bubur Samin yang disiapkan selama bulan ramadan, jumlah itu sekitar 1300 porsi per harinya.

Baca Juga :  Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026

“Tahun ini kita buat 47 kg, dari jumlah menjadi 1300 porsi. Nanti yang 200 porsi untuk takjil masjid, sisanya dibagikan masyarakat secara gratis,” ujar Ketua Takmir Masjid Darussalam Jayengan, Solo, HM Rosyidi saat ditemui, Kamis (23/3/2023).

Menurutnya babur Samin ini selalu dirindukan masyarakat tidak hanya dari Solo tapi luar Solo. Karena memiliki ciri khas, rasanya gurih dan rempah-rempahnya itu terasa sekali.

 

Ada racikan wortel dan daging yang dicacah juga, itu yang menjadi ciri khas bubur samin ini.

“Ini selalu dirindukan banyak orang. Ada hakim dari Boyolali itu kalau tidak berbuka pakai bubur Samin ada yang kurang, ada juga warga Tionghoa dari Salatiga selalu datang ke sini,” paparnya.

Bubur Samin ini dibuat dari rempah-rempah khas Banjar, seperti Kapulaga, Jahe dan Mrica.

“Saat dimakan itu, badan rasanya hangat. Memang ada khasiatnya, karena diolah dari rempah-rempah dan pakai minyak Samin,” papar dia.

Sebenarnya bubur Samin ini dikelurkan tiga kali dalam satu tahun. Saat 10 muharam atau asyura, nifsu syahban dan bulan ramadan sebulan penuh.

Baca Juga :  Kuntadi Disodorkan Jadi Jampidsus Baru Gantikan Febrie Adriansyah, Mensesneg: Proses TPA Dipercepat!

“Tapi pembuatan porsinya paling banyak itu saat bulan ramadan. Karena ada ribuan masyarakat yang datang,” sambung dia.

Rosyidi mengatakan dulu bubur Samin hanya bisa dinikmati oleh kalangan internal saja. Namun, sejak tahun 1985,  bubur Samin mulai dibagikan kepada masyarakat setiap setiap bulan ramadan.

“Alhamdulillah, mulai 1985 sampai 2019 terus sampai sekarang. Dulu itu buatnya hanya 15 kilo sekarang sampai 47 kilo,” jelasnya.

Setiap bulan ramadan banyak masyarakat yang menyempatkan datang untuk menikmati bubur Samin.

“Saya sangat suka dengan bubur Samin ini. Bumbunya itu merasuk sekali pas dimakan, rasanya gurih seperti khas makanan Arab,” terang seorang warga asal Banyumas, Churotul Ainiyah (40).

Tadi datang sekitar pukul 14.00 WIB, ini kebagian bubur mengingat yang antre pasti banyak.

“Setiap puasa pasti kesini terus. Tadi antri dari 14.00 WIB. Rela antri biar tetap kebagian, saya bawa tiga tempat,” tandas dia. (Sumber:suara.com)

Berita Terkait

Sudah Diikuti 16 Kepala Daerah Terjerat OTT, Pengamat Minta Retret Pembekalan Dihapus
DPRD Kalteng Soroti Pengelolaan Kasda dalam LKPJ APBD 2025: Minta Manajemen Arus Kas Diperkuat!
Menguak Fenomena “Just Friend”: Cuma Teman tapi Rasa Pacar, Kok Bisa?
Rahmanto Muhidin dan Forkopimda Sambut Kapolres Baru Murung Raya
Gerindra Minta Semua Pihak Tak Seret Presiden Prabowo di Kasus Febrie Adriansyah, Sentil Hotman Paris
Targetkan Semua Sekolah Direnovasi pada 2029, Presiden Prabowo Transfer Anggaran Langsung ke Kepala Sekolah
Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Mendagri Tito Karnavian: Padahal Sudah Diingatkan Presiden
Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:16 WIB

Sudah Diikuti 16 Kepala Daerah Terjerat OTT, Pengamat Minta Retret Pembekalan Dihapus

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:15 WIB

DPRD Kalteng Soroti Pengelolaan Kasda dalam LKPJ APBD 2025: Minta Manajemen Arus Kas Diperkuat!

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:07 WIB

Menguak Fenomena “Just Friend”: Cuma Teman tapi Rasa Pacar, Kok Bisa?

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:17 WIB

Gerindra Minta Semua Pihak Tak Seret Presiden Prabowo di Kasus Febrie Adriansyah, Sentil Hotman Paris

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:11 WIB

Targetkan Semua Sekolah Direnovasi pada 2029, Presiden Prabowo Transfer Anggaran Langsung ke Kepala Sekolah

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:04 WIB

Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Mendagri Tito Karnavian: Padahal Sudah Diingatkan Presiden

Senin, 20 Juli 2026 - 10:45 WIB

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:33 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal

Berita Terbaru