7 Makanan Tahun Baru Imlek Ini Akan Membawa Keberuntungan, Apa Saja?

- Jurnalis

Senin, 9 Januari 2023 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makanan keberuntungan tahun baru imlek 2023. Sumber foto : yoursay.suara.com

Makanan keberuntungan tahun baru imlek 2023. Sumber foto : yoursay.suara.com

1TULAH.COM – Sejumlah makanan ini hanya disajikan saat perayaan tahun baru imlek karena memiliki makna simbolisnya.
Makanan keberuntungan disajikan selama musim festival 16 hari, terutama pada makan malam Tahun Baru Imlek di Malam Tahun Baru, yang diyakini membawa keberuntungan untuk tahun yang akan datang.
Simbolisme keberuntungan dari makanan tradisional Tahun Baru Imlek ini didasarkan pada pengucapan atau penampilannya.

 mempunyai filosofi saat menyantapnya. Makanan-makanan tersebut biasanya membawa keberuntungan bagi hari raya Imlek.

Oleh karena itu, telah dirangkum 7 hidangan makanan dan maknanya berdasarkan laman China Highlights. Berikut ulasannya.

1. Ikan – Lambang Kemakmuran

Daalam bahasa Cina, “ikan” (Yú /yoo/) terdengar seperti ‘kelebihan’. Oleh karena itu, ikan biasanya selalu ada di dalam menu makan malam sebelum hari raya Imlek. Memakan ikan di akhir tahun seperti menabung untuk tahun baru yang lebih Makmur.

2. Pangsit Cina – Lambang Kekayaan

Pangsit (Jiozi /jyaoww-dzrr/) adalah salah satu hidangan tradisional yang biasanya dimakan saat malam Tahun Baru Imlek, terutama di daerah Tiongkok Utara. Pangsit Cina biasanya dibuat menyerupai Batangan perak Cina. Menurut legenda, semakin banyak pangsit yang kita makan, maka akan semakin banyak uang yang kita hasilkan di tahun yang baru.

3. Ayam Utuh – Lambang Keberuntungan dan Keutuhan 

Ayam adalah homofon untuk ji (yang berarti ‘keberuntungan’ dan ‘kemakmuran’). Itulah alasan yang membuatnya menjadi hidangan selamat datang saat makan malam. Ayam biasanya disajikan utuh, termasuk kepala dan kaki, untuk melambangkan ‘kesatuan’ dan ‘keutuhan’, sekaligus menandakan ‘awal dan akhir yang baik’ untuk tahun ini.

4. Kue Keranjang – Lambang Penghasilan atau Posisi yang Lebih Tinggi

Kue keranjang adalah makanan keberuntungan yang dimakan pada malam tahun baru Imlek. Dalam bahasa Tionghoa, kue keranjang terdengar seperti artinya “semakin tinggi dari tahun ke tahun”. Dalam benak orang Tionghoa, ini berarti semakin tinggi Anda, semakin makmur bisnis Anda merupakan peningkatan umum dalam hidup.

5. Lumpia – Lambang Kekayaan

Lumpia (Chnjun /chwnn-jwen/) biasanya dimakan selama Festival musim semi. Lumpia adalah hidangan dim sum Kanton berupa gulungan berbentuk silinder yang diisi dengan sayuran, daging, atau sesuatu yang manis.

Isian dibungkus dengan pembungkus adonan tipis, kemudian digoreng, saat lumpia diberi warna kuning keemas an, mirip dengan emas batangan yang melambangkan kekayaan.

 Lumpia (Chnjun /chwnn-jwen/) biasanya dimakan selama Festival musim semi. Lumpia adalah hidangan dim sum Kanton berupa gulungan berbentuk silinder yang diisi dengan sayuran, daging, atau sesuatu yang manis.

Isian dibungkus dengan pembungkus adonan tipis, kemudian digoreng, saat lumpia diberi warna kuning keemas an, mirip dengan emas batangan yang melambangkan kekayaan.

7. Buah – Lambang Kepenuhan dan Kekayaan 

Buah yang biasanya dimakan saat Tahun Baru Imlek adalah buah jeruk mandarin. Buah ini dipilih karena berbentuk bulat dan berwarna emas, yang melambangkan kepenuhan dan kekayaan. Memakan dan memajang jeruk mandarin diyakini membawa keberuntungan dan rejeki.

Demikian 7 hidangan makanan yang biasanya disajikan saat Tahun Baru Imlek. Semoga bermanfaat. (Nova Eliza Putri)

Artikel ini pertama kali tayang di yoursay.suara.com, dengan judul 7 Hidangan Makanan yang Membawa Keberuntungan saat Tahun Baru Imlek, Sudah Tahu?.

Berita Terkait

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Ketupat Baru Sehari Sudah Basi? Coba Terapkan 6 Teknik Memasak Ini!
Takjil Kekinian: Mengapa Gen Z Lebih Suka Risol Matcha dan Mochi Daifuku Ketimbang Kolak?
Persiapan Ramadan: Daftar Kurma Israel yang Diboikot dan Cara Mengenalinya
Tren Kuliner Masa Depan: Pentingnya Teknologi Pangan dan Inovasi Serat bagi Pebisnis Muda
Mengenal Food Genomics: Rahasia Diet Presisi Berdasarkan DNA Anda
Mengatasi Ketergantungan Impor Bahan Baku Pakan dengan Limbah Kelapa Sawit
Pajak Makanan Bisa Pangkas 700 Ribu Ton Emisi CO2, Harga Daging Naik 25 Persen
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 14 Maret 2026 - 07:52 WIB

Ketupat Baru Sehari Sudah Basi? Coba Terapkan 6 Teknik Memasak Ini!

Selasa, 3 Maret 2026 - 09:28 WIB

Takjil Kekinian: Mengapa Gen Z Lebih Suka Risol Matcha dan Mochi Daifuku Ketimbang Kolak?

Kamis, 19 Februari 2026 - 16:06 WIB

Persiapan Ramadan: Daftar Kurma Israel yang Diboikot dan Cara Mengenalinya

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:25 WIB

Tren Kuliner Masa Depan: Pentingnya Teknologi Pangan dan Inovasi Serat bagi Pebisnis Muda

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:41 WIB

Mengenal Food Genomics: Rahasia Diet Presisi Berdasarkan DNA Anda

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:24 WIB

Mengatasi Ketergantungan Impor Bahan Baku Pakan dengan Limbah Kelapa Sawit

Rabu, 29 Oktober 2025 - 14:36 WIB

Pajak Makanan Bisa Pangkas 700 Ribu Ton Emisi CO2, Harga Daging Naik 25 Persen

Berita Terbaru

Pemkab Mura Dorong Pelaku Usaha Keluarga Lebih Produktif

Berita

Pemkab Mura Dorong Pelaku Usaha Keluarga Lebih Produktif

Selasa, 7 Jul 2026 - 15:46 WIB