Pajak Makanan Bisa Pangkas 700 Ribu Ton Emisi CO2, Harga Daging Naik 25 Persen

- Jurnalis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sampah makanan

Ilustrasi sampah makanan

1TULAH.COM-Selama ini, diskusi mengenai krisis iklim sering kali terpusat pada sektor kendaraan, industri, dan pembangkit listrik sebagai penghasil utama emisi karbon. Namun, riset terbaru telah menggeser fokus itu ke ranah yang lebih personal dan dekat dengan kehidupan sehari-hari: makanan yang kita konsumsi.

Setiap produk pangan, mulai dari sepotong daging sapi di meja makan hingga minuman manis kemasan, ternyata meninggalkan jejak karbon yang signifikan bagi bumi. Kini, para ilmuwan mengusulkan sebuah pendekatan radikal namun sederhana: mengenakan pajak pada makanan yang paling mencemari lingkungan dan menghapus pajak bagi pangan yang lebih ramah iklim.

Mengapa Makanan Perlu Dipajaki? Perspektif Baru Emisi Karbon

Sektor pertanian global, terutama yang berkaitan dengan produksi daging, merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca yang sangat besar. Produksi daging, khususnya sapi dan domba, memerlukan lahan luas, penggunaan energi, dan menghasilkan gas metana yang tinggi.

Penelitian dari Chalmers University of Technology menemukan bahwa kebijakan “pergeseran pajak pangan” dapat menjadi langkah nyata untuk:

  1. Menekan emisi karbon dari sektor pertanian.
  2. Mendorong masyarakat beralih ke pola makan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Skema Pajak Pangan: Harga Mencerminkan Dampak

Skema yang diusulkan oleh para peneliti ini bersifat “netral biaya”. Artinya, kenaikan harga pada makanan berdampak buruk diimbangi dengan penurunan harga pada makanan yang ramah lingkungan.

Berita Terkait

Skandal Korupsi Batu Bara PLTU Naik Sidik, Polri Selidiki Keterkaitan dengan Kasus Blackout
Mengapa Pendapatan Driver Ojol Stagnan Padahal Potongan Aplikasi Sudah Turun Jadi 8 Persen?
Dikritik “Cari Aman”, Indonesia Hanya Utus Dubes ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran
Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z
Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026
Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu dan Ekstasi di Bakauheni
Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:24 WIB

Skandal Korupsi Batu Bara PLTU Naik Sidik, Polri Selidiki Keterkaitan dengan Kasus Blackout

Senin, 6 Juli 2026 - 14:29 WIB

Mengapa Pendapatan Driver Ojol Stagnan Padahal Potongan Aplikasi Sudah Turun Jadi 8 Persen?

Senin, 6 Juli 2026 - 13:00 WIB

Dikritik “Cari Aman”, Indonesia Hanya Utus Dubes ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WIB

Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:40 WIB

Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:36 WIB

Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu dan Ekstasi di Bakauheni

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:17 WIB

Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan

Berita Terbaru

Nanda Persada Sebut Ruben Onsu Punya Bukti Kuat dalam Gugatan Hak Asuh. Instagram @ruben_onsu

Entertainment

Sahabat Ungkap Alasan Ruben Onsu Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah

Senin, 6 Jul 2026 - 20:25 WIB