1tulah.com, PALANGKA RAYA-Memasuki tahun anggaran baru ini, saat bagi seluruh pengguna anggaran yang bersumber dari APBN/APBD membuat pertanggungjawaban, termasuk pula hal ini bagi penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD).
Kalangan DPRD Kalteng mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menerapkan sistem jemput bola dalam mengoptimalisasi laporan penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD), khususnya bagi Desa di kawasan pelosok Provinsi Kalteng.
Ketua Komisi I DPRD Kalteng yang membidangi Hukum, Anggaran dan Pemerintahan, Y. Freddy Ering mengatakan, sistem jemput bola dalam mengoptimalisasi penyampaian laporan penggunaan ADD, merupakan bentuk inovasi pelayanan yang sudah seharusnya diterapkan oleh pemerintah.
“Pada dasarnya, terdapat sejumlah faktor yang menjadi kendala saat penyampaian laporan ADD. Diantaranya yakni kondisi geografis wilayah Kalteng, keterbatasan jaringan telekomunikasi hingga akses yang sulit ditempuh. Bahkan segala kendala tersebut tidak hanya berdampak pada ADD, tetapi seluruh penyelenggaraan pemerintahan Desa, sehingga sudah saatnya pemerintah berinovasi dengan menerapkan sistem jemput bola sehingga laporan tersebut bisa disampaikan tepat waktu,” ucap Y. Freddy Ering kepada 1tulah.com, Jumat (6/1/2023).
Wakil rakyat dari Dapil V meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau ini juga mengatakan, impelementasi dalam penyaluran serta penyampaian laporan penggunaan ADD, tidak semudah kenyataan yang ada di lapangan. Oleh karena itu, pemerintah harus memaklumi apabila terjadi keterlambatan dalam penyampaian laporan penggunaan ADD.
“Kalteng merupakan daerah yang sangat luas, jadi untuk daerah-daerah tertentu memang harus ada penanganan khusus, toleransi dan diskresi mengingat kendala-kendala yang dialami dilapangan. Sehingga mau tidak mau Pemerintah Kabupaten/Kota harus menerapkan sistem jemput bola, dengan catatan penerapan tersebut harus diimbangi dengan anggaran yang memadai, khususnya untuk operasional petugas lapangan,”ujaranya. (Ingkit)

![Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/bantah-mualaf-360x200.jpg)





















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

