Perekonomian Nenek Moyang Suku Dayak Didukung Aliran Sungai

- Jurnalis

Sabtu, 12 November 2022 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kalteng Natalia

Anggota DPRD Kalteng Natalia

1tulah.com, PALANGKA RAYA-Sebagian besar wilayah Kalteng dikelilingi oleh perairan. Sejak dahulu perekonomian nenek moyang suku Dayak, sangat tergantung dengan sungai, baik untuk keperluan bercocok tanam, maupun menangkap ikan.

Keberadaan sungai yang sangat vital dalam kehidupan masyarakat ini, harus terus dijaga keberlangsungannya. Terutama dari berbagai bentuk eksploitasi hasil sungai maupun pengrusakan daerah resapan air.

Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Natalia mengajak masyarakat agar dapat senantiasa menjaga kelestarian ekositem di daerah aliran sungai (DAS).

Natalia mengatakan dengan menjaga kelestarian ekosistem yang ada di DAS hal itu tentu akan memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan hidup biota sungai yang tentunya juga bermanfaat bagi masyarakat.
“Melestarikan ekosistem sungai ini menjadi tugas kita bersama, jangan sampai melakukan hal-hal yang dapat merusak ekosistem itu, karena jika rusak kita juga tidak bisa menikmatinya,” kata Natalia, ST kepada 1tulah.com, Sabtu (12/11/2022).

Baca Juga :  Prabowo di Muktamar ke-35 NU: Indonesia Segera Bangkit Jadi Negara Kuat dan Mandiri

Diungkapkannya, banyak hal yang dapat merusak ekosistem sungai, di antaranya seperti menangkap ikan dengan cara menyentrum, menggunakan obat atau toba, membuang sampah sembarangan disungai, serta menangkap ikan secara berlebihan.

Baca Juga :  Dari Isu Nuklir hingga Lingkungan: 750 Pemuda Internasional Cari Solusi Global di AYIMUN

Disebutkan Natalia, aktivitas seperti itu sebisa mungkin dihindari, agar ekosistem sungai bisa terus lestari. Dibandingkan berbuat hal yang dapat merusak keberlangsungan ekosistem sungai lebih baik melakukan hal positif, seperti menabur benih ikan.

“Jika melakukan aktivitas ilegal di sungai, itu akan merusak ekositemnya. Untuk menangkap ikan lebih baik menggunakan cara yang ramah lingkungan agar tidak merusak. Selain itu agar ekosistem di sungai tetap lestari ada baiknya bersama-sama menabur benih ikan,” tandasanya. (Ingkit)

 

Berita Terkait

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard
Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis
Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU
Anggota DPRD Barito Utara Nilai APKASI Expo 2026 Buka Peluang Produk Lokal Dikenal Luas
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Selasa, 1 September 2026 - 17:05 WIB

Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard

Selasa, 1 September 2026 - 15:51 WIB

Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Selasa, 1 September 2026 - 15:43 WIB

Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Anggota DPRD Barito Utara Nilai APKASI Expo 2026 Buka Peluang Produk Lokal Dikenal Luas

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Berita Terbaru