Bjorka Kembali Berulah, Kini Data Pribadi Dari MyPertamina Yang dijual

- Jurnalis

Jumat, 11 November 2022 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hacker Bjorka kembali berulah, setelah vakum cukup lama. (Foto: freepik)

Hacker Bjorka kembali berulah, setelah vakum cukup lama. (Foto: freepik)

1TULAH.COM – Hacker Bjorka yang sempat mengehebohkan jagat raya dengan menjual data pribadi masyarakat Indonesia kembali berulah.

Kali ini Bjorka muncul dengan menjual data pribadi warga negara Indonesia yang terdaftar di database MyPertamina.

Bjorka muncul kembali di Twitter dengan akun baru yakni @bjorkapipa dan membuat masyarakat kembali heboh.

Cuitan pertama dari akun Twitternya pada Kamis, 10 November 2022 pukul 08:40 WIB dengan cuitan “The day has come baby”. Setelah itu, Bjorka mention akun MyPertamina dan kembali menggegerkan masyarakat dengan menjual data ini.

Baca Juga :  Kabar Duka Pageant: Miss Earth Indonesia 2025 Putri Juficha Meninggal di Hari Ulang Tahunnya

Seolah-olah menepati janji, Bjorka menjual data dari 44 juta akun MyPertamina melalui forum tertentu, hal ini sebelumnya sudah ia serukan sejak September lalu.

Aksinya tersebut sebagai salah satu bentuk perwakilan rakyat terhdapa protes BBM naik.

“Saya akan segera mempublikasikan database MyPertamina”, ungkap Bjorka.

Hacker Bjorka menjual semua data tersebut di forum Breached dengan jumlah yang tidak sedikit, yakni akun sebanyak 44.237.264.

Baca Juga :  Potensi Melimpah Belum Tersentuh, DPRD Kalteng Dorong Pemerintah Pusat Maksimalkan Hilirisasi Komoditas Lokal

Kemudian, Bjorka juga mengatakan bahwa data ini terhubung dengan platform keungan digital lainnya, yakni LinkAja. Tentunya hal ini bisa sangat berbahaya, menginga dompet digital adalah hal yang sangat krusial.

Data yang dijual dari database MyPertamina tersebut meliputi nama, email, NIK, NPWP, nomor telepon, alamat, jenis kelamin, pendapatan, tempat tanggal lahir, dan sebagainya.

Semua data tersebut ia jual dengan harga US$25 ribu atau Rp392 juta dalam bentuk bitcoin.

(Sumber: suara.com)

Berita Terkait

Atraksi Terjun Payung Rp305 Juta Disorot ICW: Dinilai Tak Sesuai Skala Prioritas
Karhutla 2026 Merekah Lagi: Ratusan Titik Asap Terdeteksi, Asap Kalimantan Sudah Capai Malaysia
Mengapa Pidato Presiden Kerap Selip Lidah? Pengamat Soroti Pentingnya Fact-Checking
Ratakan Distribusi Pengajar, DPRD Kalteng Minta Formasi ASN Guru Prioritaskan Daerah Terpencil
Bantah Masuk Islam, Roberto Carlos Ungkap Alasan Pernikahannya Gelar Tradisi Islami
Polri Absen Rapat Konflik Agraria, KPA Desak Komisi III DPR Panggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit
KPK Tegaskan Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag Hasil Audit Resmi BPK
Heboh Pengusiran 3 Turis Diduga Tentara IDF di Ubud Bali, Berawal dari Sikap Kasar ke Staf: Pantas Aja!

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Atraksi Terjun Payung Rp305 Juta Disorot ICW: Dinilai Tak Sesuai Skala Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:14 WIB

Karhutla 2026 Merekah Lagi: Ratusan Titik Asap Terdeteksi, Asap Kalimantan Sudah Capai Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Mengapa Pidato Presiden Kerap Selip Lidah? Pengamat Soroti Pentingnya Fact-Checking

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Bantah Masuk Islam, Roberto Carlos Ungkap Alasan Pernikahannya Gelar Tradisi Islami

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Polri Absen Rapat Konflik Agraria, KPA Desak Komisi III DPR Panggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:44 WIB

KPK Tegaskan Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag Hasil Audit Resmi BPK

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:27 WIB

Heboh Pengusiran 3 Turis Diduga Tentara IDF di Ubud Bali, Berawal dari Sikap Kasar ke Staf: Pantas Aja!

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Dorong Efisiensi Anggaran, Pemprov dan DPRD Kalteng Sepakati KUA-PPAS 2027

Berita Terbaru