Wacana Pilkada Dikembalikan ke Wakil Rakyat, Ini Pendapat Ketua Fraksi PDIP DPRD Kalteng

- Jurnalis

Kamis, 10 November 2022 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Drs Duwel Rawing anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah.Foto.Ingkit/1tulah.com

Drs Duwel Rawing anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah.Foto.Ingkit/1tulah.com

1tulah.com, PALANGKA RAYA-Proses demokrasi di Negara Indonesia terus berjalan dinamis. Sejak dilaksanakannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung, telah banyak evaluasi yang diberikan, terutama tentang tingginya cost atau biaya untuk penyelenggarannya.

Hal ini kemudian memunculkan wacana agar Pilkada dikembalikan saja ke wakil rakyat di DPRD masing-masing. Terbaru adanya usulan dari MPR-RI agar Kepala Daerah dipilih DPRD guna menghindari korupsi anggaran pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu), mendapat perhatian dari kalangan DPRD Kalteng.

Menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kalteng, Drs Duwel Rawing, pendapat yang disampaikan oleh Ketua MPR-RI, terkait masih adanya politik uang saat pelaksanaan Pemilu langsung, termasuk pendapat realistis dan didukung banyak fakta.

“Pendapat Ketua MPR ini ada benarnya dan didukung fakta yang cukup banyak. Karena samping politik uang, pemimpin yang terpilih kerap lupa memperjuangkan nasib rakyat, karena fukos berpikir mengembalikan modal pemilihan. Hal inilah yang menjadi cikal bakal korupsi,”kata Duwel Rawing kepada 1tulah.com, Rabu (10/11/2022).

Baca Juga :  KPK Duga Sejumlah Dana Haji Mengalir ke Pengurus PBNU

Wakil rakyat dari Dapil I meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini juga mengatakan, pemilihan langsung hanya berhasil dalam konteks memenuhi misi kesejahteraan umum.

Tentunya dengan mempersyaratkan masyarakat sebagai pemilih cerdas, dalam arti hanya segelintir masyarakat yang memiliki pendidikan tinggi dan tingkat kesejahteraan yang sudah memadai.

“Itu dalam masyarakat sebagai pemilih cerdas dalam arti hanya segelintir masyarakat yang memiliki pendidikan tinggi dan tingkat kesejahteraan yang sudah memadai. Sedangkan bagaimana dengan Penduduk miskin dan pendidikan minim? Tentunta sangat rentan dengan politik uang,” tandasnya.

Baca Juga :  Panduan Amalan Malam Nisfu Sya'ban 2026: Doa, Shalat Sunnah, dan Tata Caranya

Kendati demikian, Anggota Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) ini menegaskan, selain tingginya potensi korupsi, Pilkada langsung memakan anggaran yang cukup besar dan melelahkan.

“Kita bisa melihat bagaimana pelaksanaan Pilkada langsung di Kalteng khususnya pada tahun 2014 dan 2019 yang memakan biaya miliaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), melelahkan serta berpotensi menyuburkan korupsi. Beda halnya dengan penunjukan kepala daerah oleh DPRD yang tidak perlu menggunakan banyak anggaran,” bebernya.

Selain itu, sambungnya, penunjukan kepala daerah oleh DPRD masih sekadar usulan dan belum disahkan. “Wajar dan sah-saja, karena hal tersebut masih sekadar usulan dan esensinya tetap pemilihan dan masih dalam koridor demokrasi,” pungkasnya.(Ingkit)

 

Berita Terkait

KPK Bakal Usut Anggota Komisi V DPR Terkait Dugaan Suap Proyek DJKA
Pertanyakan Truk Plat B-Tenaga Kerja Luar Perusahaan Barut, Patih Herman: Potensi Rugikan PAD dan Masyarakat Lokal
Sejarah Baru! KPop Demon Hunters Raih 2 Nominasi Oscar 2026: Animasi Netflix Terpopuler
Cari Sandal yang Nyaman untuk Lansia? Ini 5 Merk Terbaik Pengganti Crocs
Bedah Pidato Davos: Mengapa Prabowonomics Jadi Magnet Investasi Global Baru?
DPRD Kalteng Soroti Proyeksi Bank Kalteng 2026: Dorong Digitalisasi dan Penguatan Modal
Berani Main Harga Daging Jelang Ramadan? Siap-siap Izin Usaha Dicabut Permanen oleh Mentan
Rapat Kecil di Paviliun Indonesia: Prabowo dan Jajaran Menteri Godok Visi Pasca-WEF
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:25 WIB

KPK Bakal Usut Anggota Komisi V DPR Terkait Dugaan Suap Proyek DJKA

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:12 WIB

Pertanyakan Truk Plat B-Tenaga Kerja Luar Perusahaan Barut, Patih Herman: Potensi Rugikan PAD dan Masyarakat Lokal

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:39 WIB

Sejarah Baru! KPop Demon Hunters Raih 2 Nominasi Oscar 2026: Animasi Netflix Terpopuler

Jumat, 23 Januari 2026 - 09:23 WIB

Bedah Pidato Davos: Mengapa Prabowonomics Jadi Magnet Investasi Global Baru?

Jumat, 23 Januari 2026 - 09:14 WIB

DPRD Kalteng Soroti Proyeksi Bank Kalteng 2026: Dorong Digitalisasi dan Penguatan Modal

Jumat, 23 Januari 2026 - 09:06 WIB

Berani Main Harga Daging Jelang Ramadan? Siap-siap Izin Usaha Dicabut Permanen oleh Mentan

Jumat, 23 Januari 2026 - 08:55 WIB

Rapat Kecil di Paviliun Indonesia: Prabowo dan Jajaran Menteri Godok Visi Pasca-WEF

Jumat, 23 Januari 2026 - 08:46 WIB

Waspada! Belasan Bank Bangkrut di Awal 2026, Apakah Tabungan Anda Aman?

Berita Terbaru

Simpan 35 Paket Sabu, Warga Kapuas Diamankan Polisi (Foto : Ist)

Daerah

Simpan 35 Paket Sabu, Warga Kapuas Diamankan Polisi

Jumat, 23 Jan 2026 - 20:08 WIB