Operasi Patuh Telabang 2022, Satlantas Polres Barsel Tindak 34 Pelanggar

- Jurnalis

Jumat, 21 Oktober 2022 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Satlantas Polres Barsel saat menggelar razia zebra operasi patuh telabang tahun 2022 dengan mengedepankan sikap humanis kepada pengendara, Jumat (21/10/2022).
Foto. Alifansyah/1tulah.com

Personel Satlantas Polres Barsel saat menggelar razia zebra operasi patuh telabang tahun 2022 dengan mengedepankan sikap humanis kepada pengendara, Jumat (21/10/2022). Foto. Alifansyah/1tulah.com

1tulah.com,BUNTOK-Selama operasi zebra Telabang tahun 2022  dari tanggal 3-16 Oktober 2022 lalu, jajaran Satlantas Polres Barito Selatan (Barsel), berhasil menindak sedikitnya ada 34 pelanggar penguna R2 dan R4.

“Hal itu disebabkan masih banyak pengguna jalan yang tidak mentaati ketentuan berlalulintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan hingga berpotensi mengakibatkan fatalitas korban,” ujar Kasatlantas Iptu Nofiana Rahmy kepada wartawan saat ditemui di kantor Samapta Mako Polres lama, jalan Tugu, Buntok, Jumat (21/10/2022).

Ia mengatakan, dalam operasi zebra telabang tahun 2022 kemaren, pihaknya lebih mengedepankan sikap humanis dan simpatik saat penindakan kepada masyarakat pengguna jalan raya agar senantiasa mematuhi aturan dan tata tertib saat berlalu lintas, dengan membudayakan keselamatan sebagai kebutuhan.

Menurutnya, berdasarkan data pelanggaran tujuh prioritas yang mengakibatkan fatalitas korban, dari jumlah tersebut masih didominasi jenis kendaraan R2 yang dikendarai oleh anak dibawah umur atau remaja yang melakukan pelanggaran saat berkendara seperti tidak menggunakan helm SNI dan berboncengan lebih dari satu serta pelanggaran lainnya.

Baca Juga :  Heboh Pengusiran 3 Turis Diduga Tentara IDF di Ubud Bali, Berawal dari Sikap Kasar ke Staf: Pantas Aja!

Kasatlantas mengungkapkan, jumlah Lakalantas untuk sementara dari awal tahun 2022 hingga Oktober ini ada 39 kasus dengan rincian meninggal dunia 13 orang, luka berat 11 dan luka ringan 15 orang.

“Kita patut bersyukur karena berdasarkan data dari tahun-tahun sebelumnya kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Barsel sampai bulan ini jumlahnya menurun, sementara jumlah korban meninggal untuk tahun lalu ada 13 orang sedangkan tahun ini sampai bulan Oktober 2022 sudah mencapai 13 orang,” ungkap Polwan lulusan Akpol tahun 2017 ini.

Ia menambahkan, untuk memberikan pemahaman tentang ketentuan berlalulintas, pihaknya sudah beberapakali melakukan sosialisasi maupun edukasi ke tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman terhadap kepatuhan berlalu lintas dan kepatuhan untuk keselamatan dalam berkendara terutama kepada anak-anak muda dibawah umur.

Baca Juga :  Paskibra Mura Tampil Disiplin dan Kompak Kibarkan Sang Merah Putih

Wanita kelahiran Kalimantan Tengah ini juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Barsel khususnya pengguna jalan, untuk selalu tertib dalam berlalu lintas, dengan mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu lintas, dan juga jangan lupa ketika melakukan perjalanan hendaknya periksa terlebih dahulu kendaraan, selalu gunakan kelengkapan berkendara seperti helm SNI dan lainya serta melengkapi admistrasi berkendara seperti SIM dan STNK.

“Mudah-mudahan jumlah tersebut tidak bertambah lagi di tahun ini, dan saya berharap dengan giat sosialisasi dan edukasi yang kami lakukan dapat berdampak nyata, agar presentase angka pelanggaran dan kecelakaan dapat diminimalisir,” kata Iptu Nofiana Rahmy. (Alifansyah)

 

Berita Terkait

Bebas Kerugian Negara dan Raih WTP, BPK Tetap Audit Kinerja Pelayanan Peradilan MK
Kampus Tunggu Informasi Resmi usai KPK Segel Sejumlah Ruang Pimpinan Unsoed
KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed
Atraksi Terjun Payung Rp305 Juta Disorot ICW: Dinilai Tak Sesuai Skala Prioritas
Karhutla 2026 Merekah Lagi: Ratusan Titik Asap Terdeteksi, Asap Kalimantan Sudah Capai Malaysia
Mengapa Pidato Presiden Kerap Selip Lidah? Pengamat Soroti Pentingnya Fact-Checking
Ratakan Distribusi Pengajar, DPRD Kalteng Minta Formasi ASN Guru Prioritaskan Daerah Terpencil
Bantah Masuk Islam, Roberto Carlos Ungkap Alasan Pernikahannya Gelar Tradisi Islami
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Bebas Kerugian Negara dan Raih WTP, BPK Tetap Audit Kinerja Pelayanan Peradilan MK

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Kampus Tunggu Informasi Resmi usai KPK Segel Sejumlah Ruang Pimpinan Unsoed

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:29 WIB

KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Atraksi Terjun Payung Rp305 Juta Disorot ICW: Dinilai Tak Sesuai Skala Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:14 WIB

Karhutla 2026 Merekah Lagi: Ratusan Titik Asap Terdeteksi, Asap Kalimantan Sudah Capai Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Mengapa Pidato Presiden Kerap Selip Lidah? Pengamat Soroti Pentingnya Fact-Checking

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Ratakan Distribusi Pengajar, DPRD Kalteng Minta Formasi ASN Guru Prioritaskan Daerah Terpencil

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Bantah Masuk Islam, Roberto Carlos Ungkap Alasan Pernikahannya Gelar Tradisi Islami

Berita Terbaru

Ilustrasi KPK. (KPK)

Berita

KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed

Jumat, 21 Agu 2026 - 19:29 WIB