Netralisir Pekat Selama Ramadhan, Satpol PP Diminta Razia Gabungan

- Jurnalis

Rabu, 6 April 2022 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPRD Kotim Nadie Enggon S.Pd

Anggota Komisi I DPRD Kotim Nadie Enggon S.Pd

1tulah.com, SAMPIT– Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Nadie Enggon S.Pd meminta agar pihak terkait mulai melakukan netralisir terhadap penyakit masyarakat di bulan Ramadhan sampai pada hari raya Idul Fitri nantinya.

Hal ini disampaikannya mengingat penyakit masyarakat (Pekat) itu sendiri dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas beridah puasa umat muslim yang ada di daerah setempat.

“Dalam hal ini tentunya Satpol-PP bersama instansi terkait,baik TNI, Polri, dan bahkan Dinas Sosial, mulai melakukan koordinasi lintas sektor guna mencegah pekat di wilayah kita ini, terutama jangan sampai kesannya menggangu aktivitas beribadah puasa umat muslim,” ungkap Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Nadie Enggon S.Pd kepada 1tulah.com di Sampit, Rabu (6/4/2022).

Baca Juga :  Gedung DPR Diserbu Massa 27 Agustus: Simak Tuntutan RUU Perampasan Aset Hingga Evaluasi MBG

Ketua Fraksi Partai Golkar ini menilai,razia gabungan merupakan langkah strategis, untuk menetralisir berbagai aktivitas negatif di tengah masyarakat, supaya ibadah puasa umat muslim tidak terganggu.

“Kita ketahui setiap tahunnya razia pekat oleh tim gabungan TNI,Polri dan Satpol PP serta dinas terkait memberikan dampak positif, sehingga para pelaku (Pekat) ini tidak berani beroperasi,dan ada efek jera,” timpalnya.

Baca Juga :  Alarm Korupsi di Menara Gading: Catatan Merah ICW 2006–2025

Lebih lanjut, Nadie mengimbau agar warga masyarakat yang merasa diresahkan dengan aktivitas Pekat di wilayah masing-masing bisa melaporkan setiap kejadian kepada pihak berwajib.

“Masyarakat harus berani melaporkan kepada pihak berwajib, jangan biarkan Penyakit masyarakat ini bersarang di wilayah kita karena dampaknya sangat negatif bagi lingkungan sekitar,” tutupnya.(Fit)

Berita Terkait

Karhutla Mengamuk di Kalimantan dan Sumatera: Titik Panas Kalteng Melonjak Tembus 5.391
Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset
Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan
DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal
Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi
BNPB Jelaskan Aturan Baru MK: Penetapan Bencana Nasional Tak Wajib Penuhi 5 Indikator
KPK Pastikan Asap di Gedung Merah Putih Bukan Kebakaran
Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong Tegaskan Kualitas dan Kesejahteraan Guru Kunci SDM Unggul

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Karhutla Mengamuk di Kalimantan dan Sumatera: Titik Panas Kalteng Melonjak Tembus 5.391

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:03 WIB

BNPB Jelaskan Aturan Baru MK: Penetapan Bencana Nasional Tak Wajib Penuhi 5 Indikator

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:22 WIB

KPK Pastikan Asap di Gedung Merah Putih Bukan Kebakaran

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong Tegaskan Kualitas dan Kesejahteraan Guru Kunci SDM Unggul

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Atasi Karhutla Kalimantan, Pemerintah Jepang Kirim Pasukan JSDF dan 3 Helikopter CH-47

Berita Terbaru