Pilu, Setahun Lamanya Ratusan Tenaga Medis RSUD Muara Teweh Belum Dapat Insentif Jasa Pelayanan

- Jurnalis

Senin, 28 Maret 2022 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di rumah sakit inilah ratusan tenaga medis menanti pencairan dana jaspel setahun lamanya belum dibayar. Saat ini baru dana insentif covid-19 tahun 2022, dibayarkan. Foto.Deni/ 1tulah.com

Di rumah sakit inilah ratusan tenaga medis menanti pencairan dana jaspel setahun lamanya belum dibayar. Saat ini baru dana insentif covid-19 tahun 2022, dibayarkan. Foto.Deni/ 1tulah.com

1tulah.com, MUARA TEWEH– Lama tak ada kabar hingga setahun lebih, terkait dana jasa pelayanan (jaspel), ratusan karyawan di RSUD Muara Teweh menjerit.

Mereka mengeluhkan dana jasa pelayanan (jaspel) sejak bulan Januari sampai Desember 2021, belum ada kejelasan untuk dicairkan.

Akibatnya para tenaga medis tersebut saat ini hanya bisa pasrah. Padahal kebutuhan hidup terus membengkak. Sumber di RSUD Muara Teweh mengatakan, untuk pembayaran dana jaspel perbulan berkisar Rp1 miliar lebih.

“Ini sudah memasuki akhir bulan Maret 2022, tetapi hak kami dana jaspel belum juga dibayar. Kami mengeluh, tapi tak berani bicara keluar jika ketahuan bakal kena sanksi,” ujar salah satu sumber kepada 1tulah.com,  Senin (28/3/2022).

Sumber yang tak ingin namanya dipublikasi ini menambahkan, kewajiban mereka sudah dijalani tinggal hak mereka minta segera dibayar. “Dana jaspel ini sejak Januari hingga Desamber 2021 belum dibayar. Ya karena begini, kami harus pinjam kesana kemarin jika ada keperluan. masing-masing tenaga medis memang tidak sama menerima, tergantugn ia tugas di ruangan mana dan dihitung dengna banyaknya pasien,” bebernya.

Baca Juga :  Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Terkait permasalahan ini, karyawan rumah sakit juga pernah mengeluhkan ini di media sosial facebok. Mereka berharap segera dibayar. ternyata hingga kini belum juga akan kabar gembira terkait dana jespel.

Dirut RSUD Muara Teweh dr Tiur Meida di konfirmasi 1tulah.com tidak memberikan jawaban. Ia hanya menjawab singkat melalui sambungan percakapan pesan WhatApps. “Maaf saya sedang tugas luar kota,” kata Tiur.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Siswandoyo, di konfirmasi 1tulah.com, menjelaskan, pencairan dana jasa pelayanan medis pihaknya masih menunggu perubahan anggaran.

Baca Juga :  Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan

“Karena perubahan penambahan postur APBD harus disesuaikan dengan pendapatan RSUD,” kata Siswandoyo, singakt, Senin (28/3/2022) siang.

Ratusan perawat di RSUD Muara Teweh memang sabar meski hak merka belum dibayar. Jika berkaca di kabupaten dan kota lain, keterlambatan pembayaran jasa pelayanan medis bisa sampai melakukan mogok kerja.

Sementara itu informasi kekinian diperoleh media ini, pihak managemen RSUD setempat akan mencairkan jaspel.

“Tadi siang ada informasi katanya dana jaspel mau dibayar. Senang mendengarnya semoga saja benar dibayarkan. Udah lama heran juga kog bisa belum dicairkan padahal itu hak kami. Infonya baru tadi siang ramai dibahas,” kata sumber media ini.(*)

Berita Terkait

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun
Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara
Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng
Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Berita Terbaru

Berita

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:30 WIB