Kabar Dari Al Azhar 600 Mahasiswa Kalimantan Kuliah Gratis di Kairo

- Jurnalis

Senin, 7 Maret 2022 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KMKM Achmad Damiri Salim (pertama dari kiri), Abdilah mahasiswa asal Muara Teweh (kedua dari kiri) dan mahasiswa/i Kalimantan saat berada di Masjid Ibnu Athaillah As Sakandary, Abageyyah, Provinsi Kairo

Ketua KMKM Achmad Damiri Salim (pertama dari kiri), Abdilah mahasiswa asal Muara Teweh (kedua dari kiri) dan mahasiswa/i Kalimantan saat berada di Masjid Ibnu Athaillah As Sakandary, Abageyyah, Provinsi Kairo

1TULAH.COM- Deru pesawat masih terdengar sayup-sayup membelah angkasa. Baru saja beberapa menit lalu pesawat Boeing itu meninggalkan landasan pacu Bandara Internasional Syamsuddinnoor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Berjalan keluar dari pintu keberangkatan, Sulis Setiawati diam-diam mengusap air mata.

Separuh jiwanya terbang bersama pesawat yang baru saja mengangkasa itu. Di dalam lambung pesawat, putra bungsunya, Reza Setya Rachman, bertolak ke Jakarta. Dari Jakarta lalu akan terbang lagi ke Kairo, Mesir.

Hari itu Sabtu, 28 Desember 2019. Sulis harus iklas melepas putranya itu terbang keluar negeri menjemput mimpi. Sulis masih ingat, Beberapa pekan setelah itu ia masih saja kerap menangis menahan rindu.

Kadang di atas sajadah ketika doanya sedang berjuang memanjat langit. Kadang ketika melakukan panggilan video.

Awalnya guru SDN 5 Melayu Muara Teweh ini tak begitu yakin sanggup menyekolahkan anaknya hingga ke luar negeri. Tapi setelah dijalani, ternyata bisa dan sanggup saja. “Apalagi, biaya kuliah di Al Azhar gratis. Biaya hidup di Mesir juga hampir sama dengan di Indonesia,” katanya.

Ketua Kerukunan Mahasiswa Kalimantan Mesir (KMKM) Achmad Damiri Salim menjelaskan hal yang sama. Mahasiswa Semester VIII Jurusan Akidah dan Filsafat Fakultas Ushuluddin ini mengatakan, Al Azhar memang menggratiskan biaya pendidikan untuk seluruh mahasiswanya.

Baca Juga :  Polsek Grogol Tangkap Tiga Pelaku Pengeroyokan Pelajar, Satu Buron

“Semua mahasiswa Al Azhar mendapatkan beasiswa pendidikan. Pemberi beasiswanya adalah para dermawan dari berbagai negara relasi Al Azhar. Mahasiswa hanya dibebani biaya pembelian buku dan biaya administrasi saja,” kata alumni SDN Percontohan Kuripan-2 Kota Banjarmasin ini saat dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu (5/3/2022) pukul 15.30 Waktu Kairo.

Selain itu, kata Damiri, Al Azhar menerapkan sistem keiklasan . Para Masyayikh (dosen) tidak menuntut dibayar ketika mengajar.

Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor ini menjelaskan, jumlah mahasiswa asal Kalimantan di Al Azhar sekitar 600 orang. Itu berasal dari Kalsel, Kalteng, Kaltim, Kalbar dan Kaltara.

Tahun 2017 saat Damiri datang ke Kairo, jumlah mahasiswa asal Kalimantan cuma sekitar 200 orang. “Alhamdulillah sekarang cukup banyak minat anak-anak Kalimantan kuliah ke Mesir. Rata-rata per tahun ada 100 mahasiswa asal Kalimantan yang datang ke Mesir. Beda ketika saya datang tahun 2017 dulu. Waktu itu jumlah mahasiswa dari Kalimantan hanya sekitar 200 orang saja,” ujarnya.

Baca Juga :  Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?

Damiri menjelaskan, belum ada asrama mahasiswa milik pemerintah provinsi yang menampung mahasiswa di Kairo. Mahasiswa putra biasanya tinggal mengontrak apartemen di distrik Darb el Ahmar sekitar kampus.

Sedangkan mahasiswa putri mengontrak di apartemen di sekitar Nasr City, yang dekat dengan kampus mereka. Kampus putri dan kampus putra Universitas Al Azhar terletak di tempat yang berbeda.

“Tapi alhamdulilah kami punya Flat yang terletak di El Manteqa Et Tasea, Distrik 9 yang dijadikan sekretariat KMKM. Flat ini hibah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2008. Semasa Gubernur Rudi Arifin,” kata Damiri.

Apakah hanya lulusan Pondok Pesantren saja yang bisa diterima di Al Azhar?

“Iya. Setelah Muktamar para pemimpin pondok di Indonesia dengan wakil Al Azhar November tahun lalu, ijazah yang diterima hanyalah mereka yang tergabung dalam Ponpes yang mendapat penyetaraan dan ikatan alumni Pondok Gontor,” ujar Damiri.(Penulis : Aris Efendi/habis)

Berita Terkait

Tak Sampai 2 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Motor Ojol di Tanjung Priok
Komisi I DPRD Kalteng Puji Kinerja Bank Kalteng yang Kian Positif dan Sehat
Isu Gerindra Awasi Pergerakan Wapres Gibran Dipastikan Hoaks, Fraksi Bakal Layangkan Somasi
DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah
Prabowo Targetkan Tutup hingga 800 BUMN Merugi demi Hemat Anggaran Triliunan Rupiah
Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?
Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat
Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:49 WIB

Tak Sampai 2 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Motor Ojol di Tanjung Priok

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:24 WIB

Komisi I DPRD Kalteng Puji Kinerja Bank Kalteng yang Kian Positif dan Sehat

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:11 WIB

Isu Gerindra Awasi Pergerakan Wapres Gibran Dipastikan Hoaks, Fraksi Bakal Layangkan Somasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:05 WIB

DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:43 WIB

Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:17 WIB

Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:42 WIB

Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak

Senin, 22 Juni 2026 - 16:38 WIB

DPRD Kalteng: Pembangunan Inklusif 2026 Adalah Kunci Kesejahteraan Merata

Berita Terbaru