Keluarga Menolak Tinggalkan Ukraina, Andriy Shevchenko Minta Perang Segera Dihentikan

- Jurnalis

Kamis, 3 Maret 2022 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Legenda AC Milan dan eks kapten Timnas Ukraina, Andriy Shevchenko (foto:suara.com)

Legenda AC Milan dan eks kapten Timnas Ukraina, Andriy Shevchenko (foto:suara.com)

1tulah.com – Legenda AC Milan dan eks kapten Timnas Ukraina, Andriy Shevchenko minta perang di negaranya segera dihentikan. Shevchenko juga mengungkapkan kesedihan lantaran keluarga tercintanya menolak meninggalkan Ukraina di tengah invasi besar-besaran Rusia.

Shevchenko telah menyampaikan pesan dalam bentuk video jelang laga mantan klubnya menghadapi Inter Milan pada semifinal Coppa Italia di San Siro, Milan, Rabu (2/3/2022) dini hari WIB.

Sheva –sapaan akrab Shevchenko– secara khusus meminta dukungan kepada warga Milan dan Italia secara keseluruhan, untuk menyerukan perdamaian.

Terkini, saat diwancarai Sky Sports UK, Kamis (3/3/2022) pagi WIB, dengan wajah penuh kesedihan Shevchenko kembali meminta Rusia untuk stop melakukan invasi.

Shevchenko mengaku gundah gulana memutuskan apakah dia akan kembali ke kampung halaman dan bergabung dengan rakyat Ukraina untuk mempertahankan negara tercinta.

Namun, Sheva meyakini bahwa akan lebih berguna jika dirinya tetap di Inggris bersama anak-anaknya untuk melakukan kampanye perdamaian dan menggalang dana untuk Ukraina.

Baca Juga :  Gedung DPR Diserbu Massa 27 Agustus: Simak Tuntutan RUU Perampasan Aset Hingga Evaluasi MBG

Dan memang pada Rabu (2/3/2022), Sheva kedapatan turun ke jalan di London untuk menyuarakan kampanye perdamaian, membaur dengan warga lainnya.

Sebagai informasi, Sheva yang juga merupakan eks striker Chelsea memang berdomisili di London saat ini. Sementara sang ibu dan saudara perempuannya memilih tetap di Ukraina, alih-alih hijrah untuk menyelamatkan diri.

“Ibu, saudara dan banyak keluarga saya masih di Ukraina. Ini sangat menyedihkan, tapi mereka menginginkan kebebasan, untuk mempertahankan tanah yang kita cintai,” ucap Shevchenko kepada Sky UK.
Saya sangat bangga menjadi orang Ukraina, tapi harus diakui situasinya sekarang sang pelik buat negara saya, buat keluarga saya,” sambung pria 45 tahun yang juga sempat melatih Timnas Ukraina itu.

“Ibu dan saudara perempuan saya masih di Kiev saat ini, dan hal-hal buruk terjadi di sana. Orang meninggal, anak-anak meninggal, misil dibidik ke rumah-rumah,” sambung Sheva dengan wajah sedih.

Baca Juga :  Aturan Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK: Celah Intervensi Politik dan Ancaman Independensi

Kita harus segera hentikan perang ini. Kita harus cari jalan untuk menghentikan perang ini.”

Shevchenko mengungkapkan, dia telah berkali-kali mencoba untuk meyakinkan keluarga tercinta untuk melakukan evakuasi. Akan tetapi mereka menolak.

“Ibu dan saudari saya, seperti banyak warga Ukraina lainnya, menolak untuk pergi. Mereka tetap bertahan untuk melakukan perlawanan, untuk kebebasan kami, untuk jiwa kami,” tutur Sheva.

“Ini mungkin momen paling sulit dalam sejarah Ukraina, tapi orang-orang benar-benar bersatu.”

“Kami punya banyak pengungsi, kami butuh bantuan kemanusiaan, kami butuh sokongan medis, sokongan makanan. Saya merasa bisa lebih banyak melakukan sesuatu di sini, dan saya memang akan melakukan semua yang saya bisa untuk membantu Ukraina,” tukasnya.

sumber : suara.com

Berita Terkait

Karhutla Mengamuk di Kalimantan dan Sumatera: Titik Panas Kalteng Melonjak Tembus 5.391
Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset
Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan
DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal
Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi
BNPB Jelaskan Aturan Baru MK: Penetapan Bencana Nasional Tak Wajib Penuhi 5 Indikator
KPK Pastikan Asap di Gedung Merah Putih Bukan Kebakaran
Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong Tegaskan Kualitas dan Kesejahteraan Guru Kunci SDM Unggul

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Karhutla Mengamuk di Kalimantan dan Sumatera: Titik Panas Kalteng Melonjak Tembus 5.391

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:03 WIB

BNPB Jelaskan Aturan Baru MK: Penetapan Bencana Nasional Tak Wajib Penuhi 5 Indikator

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:22 WIB

KPK Pastikan Asap di Gedung Merah Putih Bukan Kebakaran

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong Tegaskan Kualitas dan Kesejahteraan Guru Kunci SDM Unggul

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Atasi Karhutla Kalimantan, Pemerintah Jepang Kirim Pasukan JSDF dan 3 Helikopter CH-47

Berita Terbaru