Ditunggu Makan Siang, Nelayan Ini Justru Ditemukan Tewas

- Jurnalis

Rabu, 18 November 2020 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1tulah.com, SUMUT– ditugngu makan siang, seorang nelayan pencari udang bernama Hariadi (33) di Kabupaten  Langkat, Sumatera Utara justru ditemukan meninggal dunia.

Jasad Warga Dusun I Sei Tiram, Kecamatan Pangkalan Susu, Langkat ini ditemukan di Paluh yang ada kawasan tersebut.

Paur Subbag Humas Polres Langkat Aiptu Yasir Rahman mengatakan, peristiwa terjadi pada Selasa (17/11/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

Sata itu korban berangkat ke Paluh untuk mencari udang dengan cara menjala. Pekerjaan itu setiap hari dilakoni korban.

Baca Juga :  Air Mata di Sidang Korupsi Abdul Wahid: Momen UAS Bergetar Ucap ‘Aku Akan Tetap Membelamu’

Dari keterangan anak korban, Suhendra menyebut, ayahnya seperti biasanya kembali ke rumah pada pukul 13.00 WIB untuk makan siang. Usai menyantap makan siang, korban lalu kembali ke Paluh untuk menjala.

“Namun, pukul 13.00 WIB korban belum kembali ke rumah. Anak korban dan beberapa warga mencari di sekitar paluh yang biasanya korban menjala,” katanya, seperti dilansir suara.com, Rabu (18/11/2020).

Pada saat pencarian, air laut sedang pasang sehingga menyulitkan pencarian. Warga menemukan topi, rokok dan mancis di dalam plastik yang tersangkut di pohon bakau. warga terus melakukan pencarian dan menemukan korban sekitar pukul 21.00 WIB.

Baca Juga :  Roy Suryo dan dr Tifa Dijemput Paksa Polisi, Istri Ungkap Detik-Detik Penangkapan

“Korban ditemukan dalam keadaan terapung (meninggal dunia) di Paluh dengan posisi tangan kanan terikat tali jala,” ujarnya.

Dari keterangan keluarga, korban menderita penyakit lambung. Pihak keluarga tidak akan melakukan outopsi terhadap korban.(eni)

 

Berita Terkait

Air Mata di Sidang Korupsi Abdul Wahid: Momen UAS Bergetar Ucap ‘Aku Akan Tetap Membelamu’
Roy Suryo dan dr Tifa Dijemput Paksa Polisi, Istri Ungkap Detik-Detik Penangkapan
Oknum Perwira Ditresnarkoba Polda Jatim Diduga Terseret Jaringan Narkoba Internasional Malaysia
Kejagung Usut Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Grup Salim: Mengapa Bankir Maybank Ikut Diperiksa?
Menguak Gurita Kasus Suap BPK Sumsel dan Pemkab Muara Enim: Siapa Saja Tersangkanya?
Buntut Liputan Film ‘Pesta Babi’, Jurnalis Floresa di Labuan Bajo Alami Teror Fisik dan Doxing
Kontroversi Satgas PKH: 4 Juta Hektare Lahan Sitaan Jatuh ke Tangan PT Agrinas Palma Nusantara
Sidang Kasus Air Keras Aktivis KontraS: Dua Anggota BAIS TNI Dipecat, Hakim Perintahkan Pemusnahan Video Rekaman Kejadian

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:29 WIB

Air Mata di Sidang Korupsi Abdul Wahid: Momen UAS Bergetar Ucap ‘Aku Akan Tetap Membelamu’

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:07 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Dijemput Paksa Polisi, Istri Ungkap Detik-Detik Penangkapan

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:55 WIB

Oknum Perwira Ditresnarkoba Polda Jatim Diduga Terseret Jaringan Narkoba Internasional Malaysia

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:46 WIB

Kejagung Usut Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Grup Salim: Mengapa Bankir Maybank Ikut Diperiksa?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:18 WIB

Menguak Gurita Kasus Suap BPK Sumsel dan Pemkab Muara Enim: Siapa Saja Tersangkanya?

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:33 WIB

Buntut Liputan Film ‘Pesta Babi’, Jurnalis Floresa di Labuan Bajo Alami Teror Fisik dan Doxing

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:11 WIB

Kontroversi Satgas PKH: 4 Juta Hektare Lahan Sitaan Jatuh ke Tangan PT Agrinas Palma Nusantara

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:57 WIB

Sidang Kasus Air Keras Aktivis KontraS: Dua Anggota BAIS TNI Dipecat, Hakim Perintahkan Pemusnahan Video Rekaman Kejadian

Berita Terbaru