Cak Imin Ditantang Setop Tambang Nikel, TKN: Wong yang Nambang Banyak di Situ Dukung 01

- Jurnalis

Rabu, 31 Januari 2024 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris TKN, Nusron Wahid (sumber: instagram @nusron_wahid)

Sekretaris TKN, Nusron Wahid (sumber: instagram @nusron_wahid)

1TULAH.COM – Nusron Wahid, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, menantang cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin membuat pernyataan stop tambang jika dinilai merusak lingkungan.

Nusron Wahid meragukan Cak Imin berani membuat pernyataan tersebut. Sebab menurutnya, para pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Anies-Muhaimin merupakan pelaku tambang.

“Wong yang banyak nambang di situ, yang punya tambang ya banyak pendukung 01 kok, kalau berani omong setop tambang,” kata Nusron di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (30/1/2024).

Baca Juga :  Transformasi Digital Media: RMAB dan MNCN Jamin Independensi Redaksi dalam Integrasi

Nusron Wahid menilai kubu Anies-Muhaimin (AMIN) selama ini meributkan persoalan tambang sebab tidak setuju dengan kebijakan larangan ekspor nikel Presiden Jokowi. Padahal menurut politisi partai Golkar ini, larangan itu dilakukan agar nikel dihilirisasi atau dikelola di dalam negeri, sehingga nilai jualnya bertambah sebagaimana pandangan Prabowo-Gibran.

“Dia nggak setuju hilirisasi dan tidak setuju pelarangan ekspor nikel. Setidaknya itu yang sering dipidatokan (AMIN). Sekarang kalau mereka benar-benar ngomong atas nama lingkungan, berani nggak bilang stop tambang?” katanya.

Nusron Wahid juga mengungkap jika pihak yang paling terganggu dengan pelarangan ekspor nikel mentah merupakan Amerika dan Uni Eropa.

Baca Juga :  Penyandang Disabilitas Masuk Desil Mampu? KPDJ dan Bansos Penyandang Disabilitas Berpotensi Hangus

“Kalau ada orang yang mau menggugat kepentingan hilirisasi sama pelarangan ekspor itu berarti dia ingin memperjuangkan Amerika dan kepentingan Uni Eropa, wong yang paling butuh nikel itu mereka,” ungkapnya.

Atas hal tersebut, Sekretaris TKN ini meragukan pemahaman Cak Imin terkait hal tersebut.

“Jangan-jangan nanti gampang disetir oleh kepentingan asing, meloloskan bahan baku yang ada di Indonesia untuk diekspor dan dijual secara murah kepada asing. Ujung-ujungnya itu menguntungkan industri asing,” pungkasnya

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri
BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda
Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo
Terjerat Kasus Korupsi Pemkab Bekasi, Ini Profil dan Aset Ipda Yayat Sudrajat yang Disita KPK
Penyandang Disabilitas Masuk Desil Mampu? KPDJ dan Bansos Penyandang Disabilitas Berpotensi Hangus
Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat
Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri

Rabu, 23 September 2026 - 06:05 WIB

BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda

Rabu, 23 September 2026 - 05:53 WIB

Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo

Selasa, 22 September 2026 - 18:27 WIB

Terjerat Kasus Korupsi Pemkab Bekasi, Ini Profil dan Aset Ipda Yayat Sudrajat yang Disita KPK

Selasa, 22 September 2026 - 06:10 WIB

Tiga Pejuang Karhutla Kalteng Meninggal Dunia, DPRD Minta Jaminan Keselamatan Kerja Diperketat

Senin, 21 September 2026 - 05:29 WIB

Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla

Minggu, 20 September 2026 - 17:48 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam

Minggu, 20 September 2026 - 17:33 WIB

Polisi Ungkap Motif Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City, Isu Copet Dipastikan Hoaks

Berita Terbaru