Waspada, Guru Besar FKUI Ungkap Konsumsi Berlebih Makanan Ini Dapat Memicu Kanker Pankreas

- Jurnalis

Selasa, 16 Januari 2024 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengenal Kanker Pankreas (Sumber: Freepik)

Mengenal Kanker Pankreas (Sumber: Freepik)

1TULAH.COM – Kanker pankreas juga berpotensi terhadap kalangan muda, faktor risiko derita penyakit tersebut meningkat saat seseorang makan makanan tertentu dalam jumlah yang berlebihan.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam serta Guru Besar di Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Ari Fachrial Syam, makanan kaya akan lemak, termasuk daging merah yang membuat organ tubuh harus bekerja lebih keras, yakni pankreas.

“Secara logika, makanan tinggi lemak seperti daging merah membuat kinerja organ-organ tubuh lebih berat. Termasuk pankreas,” ucap Prof Ari dalam diskusi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jumat (6/1/2024).

Baca Juga :  Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Saat organ bekerja lebih keras,
masalah tidak bisa dicegah. Karena, daging berlemak yang susah dicerna lebih mungkin menyebabkan peradangan yang berujung tumbuh polip. Polip merupakan sebuah jaringan abnormal dan mempunyai tangkai yang tumbuh di dalam tubuh.

“Kalau sudah menjadi polip, tinggal tunggu lemak-lemak tadi berubah jadi kanker di pankreas,” ucap Prof Ari.

Baca Juga :  Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

“Bisa ganti dengan ayam atau ikan. Semua makanan ini lebih sehat,” sambungnya.

“Jadi lebih aktif dan sebaiknya rutin melakukan tes kesehatan. Bagusnya itu setahun dua kali tapi satu tahun sekali juga tidak apa-apa,” ucapnya.

Perlu diketahui, sebagian besar kasus kanker pankreas ditemui pada umur lebih dari 45 tahun. Sembilan puluh persen dari penderita terjadi di usia diatas 55 tahun dan tujuh puluh persen 65 tahun ke atas.

Penulis : Laili Rukhmina

Berita Terkait

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 28 September 2026 - 04:30 WIB

Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Berita Terbaru