6 ABK Berhasil Diselamatkan Usai Kapal Bermuatan 172 Ton Kelapa Karam di Perairan Kepri

- Jurnalis

Minggu, 14 Januari 2024 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi evakuasi kapal tenggelam. (sumber: suara.com)

Ilustrasi evakuasi kapal tenggelam. (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Enam anak buah kapal (ABK) KLM. Alinza III berhasil diselamatkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Lepu-861 yang karam di perairan Tanjung Datu, Kepulauan Riau (Kepri).

“Kapal itu tujuan dari Pulau Kijang ke Kota Batam, dengan muatan kelapa jambul sebanyak 172 ton,” kata Komandan KRI Lepu-861 Mayor (P) Zul Supri Nazara, di Tanjung Balai Karimun, Kepri, Sabtu (13/1/2024).

Mayor Zul menjelaskan kronologis awal mula kejadian saat KRI Lepu-861 mendapatkan informasi jika ada kapal tenggelam di sekitar perairan Tanjung Dewa pada Jumat (12/1/2024) sekitar pukul 23.12 WIB dengan jarak lokasi kejadian antara KRI Lepu-861 dengan KM. Alinza III sekitar 45 nanometer.

Baca Juga :  Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Kemudian, Ia melanjutkan, KRI Lepu-861 sekitar 23.30 WIB langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan pertolongan dengan kondisi cuaca angin berkecepatan 20 knot dan cuaca bergelombang.

Mayor Zul beserta jajaran KRI Lepu-861 akhirnya menemukan titik lokasi kapal tenggelam sekitar pukul 01.30 WIB, Sabtu (13/1/2024) dini hari WIB.

Baca Juga :  MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

“Seluruh ABK KLM Alinza III berhasil dievakuasi dalam keadaan sehat,” ujar Mayor Zul sebagaimana dilansir Antara.

Selanjutnya, KRI Lepu-861 mengevakuasi para ABK tersebut ke pangkalan terdekat, yakni Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun.

“Keenam ABK kapal itu kita serahkan ke Lanal Tanjung Balai Karimun,” demikian Mayor Zul.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok
Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan
Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN
Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti
9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari
Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN
Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten
Prakiraan Cuaca BMKG 24 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kota-Kota Ini
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Prakiraan Cuaca BMKG 24 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kota-Kota Ini

Berita Terbaru