Air Minum dalam Kemasan Galon Amankah Untuk Dikonsumsi Ibu Hamil? Simak Penjelasan Dokter Spesialis

- Jurnalis

Jumat, 5 Januari 2024 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita minum air (Unsplash/enginakyurt)

Ilustrasi wanita minum air (Unsplash/enginakyurt)

1tulah.com – Air minum dalam kemasan galon, terutama yang menggunakan bahan Polikarbonat (PC), telah menjadi pertanyaan terkait keamanannya bagi ibu hamil dan janin.

Namun demikian, dokter spesialis kandungan, Dokter Spesialis Kandungan, Alamsyah Aziz, mengatakan BPA yang mungkin terdapat dalam air karena dari kemasan galon tersebut berada jauh di bawah batas aman yang telah ditetapkan oleh BPOM dan WHO.

Dalam pandangannya, konsumsi air galon guna ulang tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi ibu hamil atau janin.

Namun, penting juga bagi para ibu hamil untuk memperhatikan asupan gizi yang seimbang untuk mendukung pertumbuhan janin. Asupan gizi yang kurang dapat berdampak pada bayi, menghambat perkembangan otak, atau bahkan menyebabkan bayi lahir dengan berat yang rendah.

“Jika kebutuhan gizi ibu tidak terpenuhi, ia akan melahirkan outcome yang sangat berpengaruh pada bayi, sehingga bayi menjadi kecil. Gizi ibu yang buruk juga menyebabkan janin akan kehilangan peluang untuk memperoleh pembentukan otak yang optimal,” katanya.

Baca Juga :  Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Kebidanan dan Kandungan lainnya, dr. H. Muh. Natsir Nugroho, Sp.OG, M.Kes, mengatakan janin dalam rahim ibu hamil membutuhkan makanan yang seimbang, baik protein, karbohidrat, dan lemaknya agar perkembangannya menjadi sehat. Kemudian dari minumnya, juga harus terjaga betul.“Kalau mau minum jangan minuman mentah tapi minum air yang sudah matang. Air yang terlalu tinggi iodiumnya juga tidak boleh dikonsumsi ibu hamil karena bisa mempengaruhi kesehatan janin dalam kandungannya,” kata dia.

Faktor lain yang berpengaruh pada kesehatan janin meliputi lingkungan yang tidak stres bagi ibu hamil dan kesehatan ibu itu sendiri. Contohnya, kondisi kesehatan ibu seperti diabetes dapat mempengaruhi kesehatan janin.

Selain itu, air mineral galon isi ulang diklaim memberikan manfaat bagi ibu hamil karena kandungan mineral dan senyawa alami di dalamnya. Misalnya, kalsium yang mendukung pertumbuhan tulang janin dan magnesium yang dapat mencegah tekanan darah tinggi pada ibu hamil.

Baca Juga :  Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard

Sementara beberapa ahli berpendapat bahwa BPA yang terkonsumsi akan dikeluarkan melalui urin dan tidak akan menimbulkan dampak berbahaya jika masih berada di bawah batas aman.

Sementara, Syaefudin, PhD, seorang Dosen Biokimia dari Fakultas MIPA, IPB menjelaskan, kandungan BPA yang tidak sengaja terkonsumsi oleh manusia sejatinya akan dikeluarkan melalui urin dan tidak akan meninggalkan sisa.

“Jadi,tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang BPA ini karena seluruh zat kimia yang terkonsumsi secara tidak sengaja akan dikeluarkan melalui urin terlebih jika kandungan zat kimia yang terkonsumsi masih di bawah ambang batas aman,” ujarnya. (suara.com).

 

Sumber Berita : suara.com

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru