AJAIB! Tabrakan Pesawat di Jepang, dari 367 Penumpang hanya 5 Orang Tewas

- Jurnalis

Kamis, 4 Januari 2024 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pesawat. (Pixabay/blende12)

Ilustrasi pesawat. (Pixabay/blende12)

1TULAH.COM-Kecelakaan di udara jarang sekali yang berakhir selamat. Namuh,lain hal dengan tabrakan yang terjadi di Jepang antara Pesawat Japan Airlines (JAL 516) jenis Airbus A350 dengan pesawat penjaga pantai.

Ajaib sekali. Dalam insiden ini sebagain besar penupang yang berjumlah 367 orang selamat. Hanya 5 orang saja yang dinyatakan tewas, selebihnya berhasil dievakuasi dengan selamat.

bertabrakan dengan pesawat lain dan terbakar di bandara Haneda di Tokyo, Jepang. Pesawat itu terbang dari New Chitose Sapporo dan mendarat di Haneda pada Selasa (2/1/2024) pukul 17.55 waktu setempat.

Sebelum terbakar, pesawat itu bertabrakan dengan pesawat Penjaga Pantai Jepang. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengungkapkan ada 14 turis asal Hong Kong di dalam pesawat Japan Airlines yang bertabrakan dengan pesawat lain.

“Tidak ada warga negara China yang terluka, memang ada 14 turis Hong Kong di dalam pesawat itu,” kata Wang Wenbin kepada media di Beijing, China, pada Rabu (3/1/2024).

Baca Juga :  Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak

Sebanyak 367 penumpang dan 12 awak JAL berhasil dievakuasi, tetapi kapten pesawat Penjaga Pantai Jepang terluka dan lima orang awaknya meninggal dunia.

“Kami menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam kecelakaan itu dan simpati kami kepada mereka yang terluka. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, Jepang belum mengajukan permintaan bantuan apa pun kepada kami,” kata Wang Wenbin.

Setelah insiden itu terjadi, Kedutaan Besar China di Jepang segera menghubungi otoritas setempat dan pihak maskapai untuk mencari informasi lebih lanjut.

“Kedutaan telah menghubungi mereka dan berupaya menerbitkan kembali dokumen perjalanan bagi mereka, yang kehilangan dokumen karena insiden tersebut,” kata Wang Wenbin.

Ia mengatakan, pemerintah China akan mengikuti dengan cermat perkembangan terkini dan memberikan bantuan kepada warga China yang membutuhkan.

Pesawat Penjaga Pantai Jepang itu diketahui mengangkut bantuan bagi masyarakat di Provinsi Niigata, setelah Jepang diguncang gempa magnitudo 7,6 pada Senin yang berpusat di Semenanjung Noto dan wilayah sekitar di pantai Laut Jepang.

Baca Juga :  Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut

Tabrakan dua pesawat itu membuat keempat landasan pacu bandara Haneda ditutup, tetapi tiga di antaranya telah dibuka lagi sejak Selasa malam.

Pihak berwenang membutuhkan waktu lebih dari delapan jam untuk mengendalikan api di pesawat Japan Airlines.

Maskapai penerbangan Jepang itu kemudian membatalkan 44 penerbangan domestik ke dan dari Haneda, All Nippon Airways menghentikan 54 penerbangan domestik, sedangkan ANA membatalkan satu penerbangan internasional.

Akibatnya, 19.000 penumpang terdampak oleh keputusan itu, yang sebagian besar membatalkan penerbangan pagi.

Sementara itu, Yomiuri Shimbun melaporkan bahwa Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo akan menyelidiki insiden itu pada Rabu. Polisi menduga ada kelalaian profesional yang mengakibatkan kematian dan cedera dalam musibah itu. (Sumber: Suara.com)

 

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru