Ketua Umum PAN Zulkiflin Hasan Dituding Nistakan Agama Islam, Setelah Candaannya Soal Shalat Viral

- Jurnalis

Rabu, 20 Desember 2023 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas. Zulhas dianggap melakukan penistaan agama. [Dokumentasi tim Zulhas]

Ilustrasi Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas. Zulhas dianggap melakukan penistaan agama. [Dokumentasi tim Zulhas]

1TULAH.COM-Banyak yang membandingkan candaan yang dilontarkan oleh Ketua Umum PAN Zulkiflin Hasan alias Zulhas justru lebih menistakan agama dibandingkan candaan Ahok dengan surah Al Maidah.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas dianggap melakukan penistaan agama. Ini karena isi pidatonya di acara Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) 2023 menyinggung tentang salat.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Zulhas membuat lelucon tentang salat yang dikaitkan dengan ajang Pilpres 2024.

Zulhas mengatakan, sekarang ini di beberapa tempat di daerah sudah banyak yang berubah cara salatnya. Menurut dia, ketika imam membaca ayat terakhir surat Alfatihah, makmum banyak yang diam.

Seharusnya dalam Islam, ketika imam salat membaca surat terakhir Alfatihah, makmum serentak membaca aamiin. Namun menurut Zulhas, sekarang banyak yang diam.

“Yang jauh-jauh ada loh yang berubah. jadi kalau salat magrib baca alfatihah waladdolin. Ada yang diam sekarang pak. Ada yang diam sekarang. Ada pak,” kata Zulhas.

Baca Juga :  Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Diam di sini makmum tidak mau mengucapkan kata aamiin. Tampaknya Zulhas mengaitkan kata aamiin ini dengan singkatan Amin yang merujuk pada singkatan pasangan capres cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Menurut Zulhas, diamnya para makum salat itu karena kecintaannya pada Prabowo Subianto. “Saking cintanya sama Pak Prabowo,” kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Tidak hanya itu, Zulhas juga mengatakan, banyak jamaah salat yang tidak lagi mengacungkan jari telunjuk kanan saat tahiyatul akhir, tapi mengacungkan dua jari.

“Itu kalau tahiyatul akhir pak yai, kan gini (jari telunjuk). Sekarang banyak gini pak (dua jari),” kata dia disambut tawa hadirin.

Simbol satu jari dimaknai sebagai nomor urut paslon Anies-Muhaimin sementara dua jari adalah simbol nomor urut paslon Prabowo-Gibran. Zulhas sendiri adalah pendukung Prabowo-Gibran.

Baca Juga :  Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap

Potongan video Zulhas ini viral di media sosial bahkan di platform X, nama Zulhas masuk dalam trending topic. Sejumlah netizen menganggap apa yang dikatakan Zulhas adalah bentuk penistaan agama.

Bahkan sejumlah komika menganggap perkataan Zulhas sama dengan isi materi komika asal Lampung Aulia Rakhman yang mengandung penistaan agama.

Aulia Rakhman masuk penjara karena mengatakan nama Muhammad tidak penting sebab orang yang memakai Muhammad banyak masuk penjara. “Ya udah. Kalau komika di Lampung kena, gua ingin tau aja nanti kenapa Pak Zulhas nggak kena,” ujar komika Samynotaslimboy di X.

“Ini kalo yang ngomong komika, udah pasti ditangkep dengan tuduhan penistaan agama. Ya tapi itu kan kalo komika ya. Kalo yg ngomong pejabat ya pasti dibilangnya guyon ringan aja biar pemilu jadi riang gembira,” ujar komika Muhadkly Acho.  (Sumber:Suara.com)

 

 

 

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru