Tanggal 1 Juni Memperingati Hari Apa? Berikut Makna dan Sejarah Hari Lahir Pancasila

- Jurnalis

Rabu, 31 Mei 2023 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lambang Pancasila - sejarah Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Sumber foto : suara.com

Lambang Pancasila - sejarah Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Menjelang bulan Juni, masyarakat Indonesia akan menyambut datangnya Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni.

Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2023 nanti yang ditetapkan sebagai hari libur nasional memiliki makna khusus.

Apa makna peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati pada 1 Juni besok?.

Pada tahun 2023 ini, para karyawan akan menikmati liburan panjang mulai dari tanggal 1 hingga 4 Juni 2023.

Hal ini karena tanggal 2 Juni 2023 ditetapkan sebagai cuti bersama Waisak.

Selanjutnya, tanggal 3 Juni 2023 jatuh pada hari Sabtu dan tanggal 4 Juni 2023 bertepatan dengan hari Minggu, yang juga merupakan hari perayaan Waisak.

Bagi siswa sekolah, terutama di sekolah negeri, meskipun tanggal 1 Juni 2023 adalah hari libur, tetapi akan tetap diadakan upacara bendera di pagi hari untuk memperingati Hari Lahir Pancasila.

Baca Juga :  KPK Usut Dugaan Pengumpulan Uang THR di RSUD Cilacap

Sejarah Hari Lahir Pancasila

Sejarah Hari Lahir Pancasila tidak dapat dipisahkan dari sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diadakan pada tanggal 1 Juni 1945.

Pada hari itu, sejumlah tokoh pergerakan menyampaikan gagasan-gagasan yang kemudian menjadi dasar negara yang dikenal sebagai Pancasila.

Pancasila yang kita kenal saat ini adalah hasil dari gagasan Soekarno.

Namun, awalnya Soekarno bukanlah satu-satunya yang memberikan usulan.

Ada dua tokoh lain, yaitu Mohammad Yamin dan Soepomo, yang juga menyampaikan gagasan mereka, meskipun akhirnya gagasan mereka tidak disetujui.

Awalnya, Soekarno mengusulkan lima gagasan, yaitu Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kelima poin ini kemudian dirangkum oleh Panitia Sembilan menjadi Pancasila seperti yang kita kenal saat ini.

Baca Juga :  BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS

Panitia Sembilan bertugas merumuskan dasar negara.

Kata “Pancasila” berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari kata “panca” yang berarti lima dan “sila” yang berarti prinsip atau doktrin.

Dengan demikian, Pancasila adalah lima prinsip dasar yang menjadi dasar bagi negara dan bangsa Indonesia.

Dalam rapat bersama Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945, rumusan Pancasila diubah menjadi lima poin sebagai berikut:

1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.

3. Persatuan Indonesia.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rumusan sila pertama tersebut kemudian ditentang oleh masyarakat Indonesia Timur di mana Islam menjadi minoritas.

Keberatan tersebut direspons dengan mengubah butir pertama menjadi Ketuhanan yang Maha Esa.

Penulis : Nova Elisa Putri

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup
Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya
Negosiasi Alot Berhasil! Pemerintah Pulangkan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel
Polisi Bekuk Empat Terduga Pengguna Sabu di Kota Palu Sulteng
Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba di THM New Zone Medan
AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali
Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini
Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 07:53 WIB

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup

Senin, 25 Mei 2026 - 07:17 WIB

Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya

Senin, 25 Mei 2026 - 03:55 WIB

Negosiasi Alot Berhasil! Pemerintah Pulangkan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba di THM New Zone Medan

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:40 WIB

AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:10 WIB

Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:49 WIB

Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:39 WIB

Harga Sawit Hancur Imbas Wacana Monopoli Ekspor, Perusahaan Diminta Tak Turunkan Harga

Berita Terbaru

Muara Teweh

Breaking News: Seorang Pria Dutemukan tak Bernyawa

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:27 WIB