AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal tanker super (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC), dilaporkan memasuki wilayah perairan Indonesia, setelah lolos dari blokade militer AS di Selat Hormuz. [Al Jazeera]

Kapal tanker super (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC), dilaporkan memasuki wilayah perairan Indonesia, setelah lolos dari blokade militer AS di Selat Hormuz. [Al Jazeera]

1TULAH.COM-Arsitektur keamanan dan ekonomi dunia berpotensi mengalami relaksasi besar dalam waktu dekat. Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan tengah berada di ambang penandatanganan kesepakatan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari.

Langkah diplomasi tingkat tinggi ini diproyeksikan bakal membuka kembali jalur maritim strategis di Selat Hormuz, memulihkan aktivitas ekspor minyak mentah Iran, sekaligus menyediakan ruang diplomasi baru untuk membahas program nuklir Teheran.

Merujuk laporan eksklusif dari Axios, seorang pejabat senior AS yang mendalami draf perjanjian mengungkapkan bahwa draf perdamaian yang saat ini sedang memasuki fase finalisasi kemungkinan besar akan diumumkan secara resmi paling cepat pada Ahad ini. Meski demikian, sumber tersebut memberikan catatan ketat bahwa peluang terjadinya pembatalan di menit-menit terakhir (last-minute cancel) sebelum penandatanganan resmi masih tetap terbuka.

Klausul Barter Taktis Berbasis Performa (Performance-Based Relief)

Berdasarkan rancangan nota kesepahaman yang telah disiapkan, kedua belah pihak menyepakati klausul barter taktis yang berbasis pada performa nyata di lapangan.

Pejabat AS menggarisbawahi bahwa pemulihan ekonomi ini mengusung konsep “keringanan berdasarkan performa” (performance-based relief). Artinya, Washington tidak akan melonggarkan sanksi secara cuma-cuma di awal, melainkan memberikannya secara bertahap seiring dengan kepatuhan Iran dalam memenuhi janji diplomasinya.

Berikut adalah poin-poin timbal balik yang diatur dalam draf kesepakatan:

  • Kewajiban Iran: Bersih-bersih total dari seluruh ranjau laut yang tersebar di sepanjang Selat Hormuz, serta menggaransi keamanan kapal-kapal niaga internasional yang melintas tanpa memungut bea lintas sepihak.

  • Kompensasi Amerika Serikat: Mengakhiri aksi blokade maritim yang melilit pelabuhan-pelabuhan utama Iran serta menerbitkan surat pembebasan sanksi ekonomi temporer (temporary sanctions waiver).

Baca Juga :  Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang

Dokumen pembebasan sanksi inilah yang nantinya menjadi landasan hukum bagi Teheran untuk mengalirkan kembali komoditas minyak mentahnya ke pasar internasional secara bebas sepanjang masa tenggat 60 hari tersebut.

Komitmen Politik Terkait Senjata Nuklir dan Sanksi Finansial

Di samping urusan logistik jalur laut dan energi, substansi naskah kesepakatan tersebut mengikat komitmen politik Iran untuk tidak memproduksi senjata nuklir. Dalam kurun waktu dua bulan ke depan, Teheran menyatakan bersedia masuk ke meja perundingan guna membahas dua poin krusial:

  1. Penangguhan program pengayaan uranium.

  2. Mekanisme penyerahan seluruh cadangan persediaan uranium yang telah mereka perkaya.

Mekanisme Sanksi Finansial: Terkait pencairan sanksi finansial berskala makro—termasuk pengembalian dana keringanan aset luar negeri milik Iran yang dibekukan—baru akan diletakkan sebagai materi diskusi lanjutan selama masa gencatan senjata. Implementasi pencairan dana tersebut hanya akan dieksekusi apabila kesepakatan final yang terverifikasi penuh (fully verified) telah tercapai.

Konstelasi Militer AS di Timur Tengah

Bagaimana dengan kondisi militer di lapangan? Konstelasi militer di Timur Tengah dipastikan belum akan mengalami pergeseran struktural dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Harga Sawit Hancur Imbas Wacana Monopoli Ekspor, Perusahaan Diminta Tak Turunkan Harga

Pasukan militer Amerika Serikat yang ditempatkan di kawasan rawan konflik akan tetap mempertahankan posisi defensif mereka selama masa tenggat 60 hari. Penarikan mundur pasukan secara bertahap baru akan dilakukan setelah dokumen perdamaian permanen ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Dampak Terhadap Konflik Israel dan Hizbullah

Menariknya, draf perdamaian bilateral ini juga dirancang terintegrasi dengan peta jalan (roadmap) penghentian kontak senjata antara Israel dan faksi Hizbullah di Lebanon. Konsep penyelesaian konflik yang saling bertaut ini sempat memantik reaksi keras dari Yerusalem.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan telah menghubungi Presiden AS Donald Trump secara khusus melalui saluran telepon guna menyampaikan nota kekhawatiran negaranya atas konsesi ekonomi dan politik yang diberikan kepada blok Teheran.

Untuk meredam kekhawatiran sekutu utamanya tersebut, pejabat Washington menegaskan bahwa militer Israel tetap mengantongi legitimasi penuh untuk mengambil tindakan represif di lapangan. Israel tetap diizinkan bertindak jika di kemudian hari ditemukan bukti bahwa Hizbullah mencoba memulihkan pasokan persenjataan mereka atau meluncurkan serangan provokasi baru. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini
Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang
Harga Sawit Hancur Imbas Wacana Monopoli Ekspor, Perusahaan Diminta Tak Turunkan Harga
Aturan Distribusi Daging Kurban Sesuai Syariat agar Sah dan Tepat Sasaran
Poin Sama dengan Borneo FC, Persib Bandung Juara Super League 2025/2026 Unggul Head-to-Head
KPK Periksa Para Pejabat Pemkab Tulungagung Terkait Dugaan Korupsi
Terjebak Kepuasan Instan: Sisi Gelap Paylater dan Tekanan Tren Medsos bagi Gen Z
Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:40 WIB

AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:10 WIB

Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:49 WIB

Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:26 WIB

Aturan Distribusi Daging Kurban Sesuai Syariat agar Sah dan Tepat Sasaran

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:16 WIB

Poin Sama dengan Borneo FC, Persib Bandung Juara Super League 2025/2026 Unggul Head-to-Head

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:46 WIB

KPK Periksa Para Pejabat Pemkab Tulungagung Terkait Dugaan Korupsi

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:50 WIB

Terjebak Kepuasan Instan: Sisi Gelap Paylater dan Tekanan Tren Medsos bagi Gen Z

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:18 WIB

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi

Berita Terbaru

Foto Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, H. Tajeri

DPRD BARUT

Ketua Komisi III Apresiasi Barito Utara Raih Juara Umum FBIM 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:12 WIB

Foto 14 Orang (OTT) yang di proses

Muara Teweh

Satpol PP Barito Utara Melaksanakan Patroli, 14 Orang OTT Diproses

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:52 WIB