Negosiasi Alot Berhasil! Pemerintah Pulangkan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 03:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono menyambut kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat disekap oleh tentara zionis Israel. [Suara.com/Faqih]

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono menyambut kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat disekap oleh tentara zionis Israel. [Suara.com/Faqih]

1TULAH.COM-Suasana haru biru menyelimuti Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (24/5/2026) sore. Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat disekap oleh tentara zionis Israel sejak Senin (18/5/2026) lalu, akhirnya resmi menginjakkan kaki kembali di bumi pertiwi.

Kesembilan pejuang kemanusiaan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 ini sebelumnya ditangkap oleh otoritas Israel. Mereka dicegat saat tengah berupaya keras menembus blokade ketat demi menyalurkan bantuan logistik bagi rakyat Palestina yang didera krisis.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, yang menyambut langsung kepulangan mereka di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan proses negosiasi yang rumit dan menegangkan tersebut.

“Alhamdulillah pada sore hari ini sembilan saudara-saudara kita tiba dengan selamat di Tanah Air,” ujar Sugiono dengan nada lega, Minggu (24/5/2026).

Diplomasi Lintas Sektoral dan Apresiasi Pemerintah

Menlu Sugiono menegaskan bahwa kepulangan para relawan ini tidak lepas dari campur tangan Tuhan serta kerja keras diplomasi lintas sektoral yang bergerak cepat sejak hari pertama penangkapan.

“Kami dari Kementerian Luar Negeri mengucapkan terima kasih atas kerja sama koordinasi dari semua pihak yang telah bekerja keras mengupayakan dilepaskannya saudara-saudara kita ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Cegah Konflik Kepentingan, Kejagung Bentuk Tim Khusus Sidik Kasus Febrie Adriansyah

Dalam kesempatan tersebut, Sugiono juga secara khusus memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan negara serta organisasi kemanusiaan internasional yang terus mengawal kasus ini.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden atas arahannya, kepada para anggota Komisi I, pimpinan dan anggota Komisi I DPR RI, Global Sumud Flotilla, Global Peace Convoy, dan Global Peace Convoy Indonesia,” imbuh Sekjen Partai Gerindra tersebut.

Peran Vital Negara Sahabat: Turki, Yordania, dan Mesir

Membebaskan tawanan dari otoritas Israel bukanlah perkara mudah. Dalam proses pembebasan ini, Menlu Sugiono menyoroti peran penting negara-negara sahabat di kawasan Timur Tengah. Negara-negara ini membantu proses evakuasi dan penjemputan dari Pelabuhan Ashdod, lokasi di mana para WNI tersebut sempat ditahan secara sepihak.

Secara khusus, Indonesia memberikan penghormatan kepada tiga negara yang menjadi kunci suksesnya misi penyelamatan ini:

  • Turki: Membantu langsung proses penjemputan fisik para relawan WNI dari Pelabuhan Ashdod.

  • Yordania: Membantu koordinasi taktis dan jalur diplomasi regional.

  • Mesir: Memfasilitasi dukungan logistik dan pengamanan koridor perbatasan.

“Khusus ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Turki, Yordan, dan Mesir yang juga telah membantu, terlebih khusus lagi pemerintah Turki yang juga membantu penjemputan saudara-saudara kita ini dari Ashdod,” ungkap Sugiono.

Baca Juga :  Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Indonesia Kutuk Kekejaman Israel, Bawa Kasus ke Dewan Keamanan PBB

Di sisi lain, pemerintah Indonesia tidak tinggal diam melihat warga negaranya diperlakukan semena-mena. Sugiono mengecam keras atas tindakan zionis Israel terhadap para WNI selama masa penahanan harian tersebut.

Berdasarkan informasi valid yang dihimpun di lapangan, para WNI diduga kuat mengalami perlakuan tidak manusiawi. Mereka mendapat tindakan kekerasan berupa pemukulan dan penyiksaan oleh tentara Israel saat proses penangkapan kasar di laut hingga selama masa interogasi.

“Ini jelas merupakan satu pelanggaran dari hukum internasional. Mereka adalah masyarakat sipil yang mengusahakan bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudara kita yang ada di Palestina,” tegas Menlu Sugiono secara lantang.

Tindakan sewenang-wenang Israel ini pun telah dilaporkan secara resmi oleh Indonesia ke panggung tertinggi dunia. Sugiono menyatakan bahwa penyiksaan terhadap warga sipil dan jurnalis yang membawa misi kemanusiaan tidak boleh ditoleransi oleh dunia internasional.

“Dan kami juga menyampaikan kecaman ini di Dewan Keamanan PBB pada 21 Mei yang lalu. Ini merupakan satu tindakan yang tidak bisa diterima dan tidak boleh dibiarkan,” pungkasnya menutup sesi konferensi pers. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara
Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal
Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026
Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 10:45 WIB

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:33 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:29 WIB

DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:48 WIB

Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Berita Terbaru