Redam Gejolak Harga Beras, KCP Bulog Buntok Siap ‘Banjiri’ Pasar dengan Beras

- Jurnalis

Jumat, 17 Februari 2023 - 05:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Septaniasi, Pimpinan KCP Bulog Buntok saat menunjukkan stok beras yang ready di gudang, Kamis (16/2/2023). Foto. Alifansyah/1tulah.com

Septaniasi, Pimpinan KCP Bulog Buntok saat menunjukkan stok beras yang ready di gudang, Kamis (16/2/2023). Foto. Alifansyah/1tulah.com

1tulah.com, BUNTOK– Guna meredam kenaikan harga beras di pasar saat ini, Kantor Cabang Pembantu (KCP) Badan Urusan Logistik (Bulog), Kabupaten Barito Selatan (Barsel), siap menjalankan program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), atau memasifkan penyaluran beras operasi pasar dengan menyiapkan semua stok di gudang untuk membanjiri pasar.

“Program ini menindaklanjuti instruksi dari pusat bahwa seluruh jajaran harus melaksanakan program tersebut dengan lancar, sampai dengan stabilnya harga beras,” ujar Septaniasi Pimpinan KCP Bulog Buntok kepada wartawan saat diwawancarai di kantornya, Kamis (16/2/2023).

Ia menerangkan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan harga serta pasokan pangan terutama beras di tingkat konsumen dan daya belai masyarakat tetap terjaga serta inflasi juga dapat terkendali.

Baca Juga :  KPK Usut Mekanisme Pengisian Kuota Haji Indonesia 2023-2024

“Sebab kenaikan beras ini tentunya berdampak kepada masyarakat, tetapi kalau di Bulog karena fugsinya sebagai ketahanan pangan, kita mempunyai beras medium dengan harga paling tinggi Rp 9.950/kilo sesuai HET yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” terang wanita yang akrab disapa ibu Sisil ini.

Ia melanjutkan, selain beras medium pihaknya juga menyediakan beras premium, karena Bulog mempunyai dua fungsi yaitu penugasan dari pemerintah dan bersifat dengan komersil.

Ia menambahkan, kalau bidang komersil yang ada di Bulog Buntok ini ada penjualan beras yang premium seperti beras IR 64 dan IR 42. Kalau IR 42 itu sejenis beras siam dan IR 64, atau Setra Ramos merupakan salah satu jenis beras yang paling sering ditemui, karena harganya yang relatif sangat terjangkau dibanding beras-beras premium lainnya.

Baca Juga :  Saat Umat Buddha Terinspirasi Tradisi Muslim dalam Merayakan Waisak Sebulan Penuh

Ia mengatakan, masyarakat Barsel tidak perlu khawatir tentang kenaikan beras saat ini, karena pihaknya menjamin kebutuhan beras akan tetap tersedia di KCP Bulog Buntok dengan harga terjangkau meskipun di pasaran ada kenaikan harga.

“Kenaikan harga ini terjadi karena belum musim panen raya jadi ketersediaan barang di pasar tidak banyak sehingga ada sedikit kenaikan harga, itu sebabnya operasi pasar berlangsung intensif,” kata Septaniasi. (Alifansyah)

 

Berita Terkait

3 Faktor Utama yang Bikin Pemerintahan Prabowo Sulit Digoyang Isu ’98 Jilid 2
Polisi Bubarkan Paksa Perkemahan Pemuda Ahmadiyah di Tawangmangu Usai Ditekan Massa
Bupati Barito Utara Tinjau Jembatan di Montallat, Minta Perbaikan Segera Jembatan Petake
Tim Gabungan Tangkap Tiga Pria Diduga Pengguna Sabu di Jakarta Utara saat Patroli
Kerugian PAD Miliaran Rupiah! DPRD Kalteng Desak Pemerintah Pusat Percepat Operasional Pelabuhan Batanjung
Kuota Produksi Batubara 2026 Dipangkas Jadi 600 Juta Ton, Badai PHK Hantui Sektor Tambang
Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Bentuk Akuntabilitas Pemda dalam Mengelola Keuangan Daerah
Tegas! Istana Bantah Isu Reshuffle Kabinet Prabowo dan Rumor Mundurnya Menkeu Purbaya
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 06:42 WIB

3 Faktor Utama yang Bikin Pemerintahan Prabowo Sulit Digoyang Isu ’98 Jilid 2

Sabtu, 6 Juni 2026 - 06:34 WIB

Polisi Bubarkan Paksa Perkemahan Pemuda Ahmadiyah di Tawangmangu Usai Ditekan Massa

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:54 WIB

Bupati Barito Utara Tinjau Jembatan di Montallat, Minta Perbaikan Segera Jembatan Petake

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:55 WIB

Tim Gabungan Tangkap Tiga Pria Diduga Pengguna Sabu di Jakarta Utara saat Patroli

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:33 WIB

Kuota Produksi Batubara 2026 Dipangkas Jadi 600 Juta Ton, Badai PHK Hantui Sektor Tambang

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:09 WIB

Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Bentuk Akuntabilitas Pemda dalam Mengelola Keuangan Daerah

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:16 WIB

Tegas! Istana Bantah Isu Reshuffle Kabinet Prabowo dan Rumor Mundurnya Menkeu Purbaya

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:23 WIB

Dandim 1013/Mtw Gandeng Insan Pers Dukung Kondusifitas Murung Raya

Berita Terbaru