Saat Umat Buddha Terinspirasi Tradisi Muslim dalam Merayakan Waisak Sebulan Penuh

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar alias Gus Umar menghadiri perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 T.B. di Wihara Ekayana Arama Indonesia Buddhist Centre, Duri Kepa, Jakarta Barat, Minggu 31 Mei 2026. [Istimewa]

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar alias Gus Umar menghadiri perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 T.B. di Wihara Ekayana Arama Indonesia Buddhist Centre, Duri Kepa, Jakarta Barat, Minggu 31 Mei 2026. [Istimewa]

1TULAH.COM-Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar (yang akrab disapa Gus Umar), mengajak seluruh umat beragama untuk bersama-sama mengendalikan ego demi mewujudkan kedamaian. Menurut Menag, pengendalian ego merupakan kunci utama dalam menciptakan harmonisasi, baik dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, hingga di tingkat global.

Pesan kesejukan ini disampaikan Gus Umar saat menghadiri perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 T.B. di Wihara Ekayana Arama Indonesia Buddhist Centre, Duri Kepa, Jakarta Barat, pada Minggu (31/5/2026).

Intoleransi dan Konflik Global Berakar dari Ego

Dalam arahannya, Menag Nasaruddin Umar menggarisbawahi bahwa berbagai konflik dan ketegangan yang terjadi di belahan dunia saat ini sebetulnya berakar dari ego yang tidak terkendali. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai luhur ajaran agama sebagai sarana efektif untuk meredam ego tersebut.

“Kalau kita berhasil menjinakkan ego kita, bukan saja persoalan pribadi dan keluarga yang selesai, tetapi juga persoalan kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan, bahkan dunia,” ujar Nasaruddin Umar di hadapan awak media.

Gus Umar menambahkan bahwa esensi dari setiap agama adalah membawa kedamaian. Ketika umat beragama mampu menundukkan ego masing-masing, toleransi dan persaudaraan antarbangsa akan tumbuh dengan sendirinya.

Baca Juga :  Prabowo Siapkan Anggaran dan Alat Berat untuk Cegah Karhutla

Waisak 2570 T.B.: Momentum Menebar Cinta Kasih

Sejalan dengan pesan Menag, Bhante Nyana Gupta mengungkapkan bahwa perayaan Waisak bukan sekadar ritual tahunan yang bersifat seremonial. Waisak harus dimaknai sebagai momentum nyata untuk menghadirkan nilai-nilai Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

Pada tahun ini, perayaan Waisak mengusung tema yang sangat relevan dengan kondisi global saat ini, yaitu: ‘Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia’.

“Kita menekankan pentingnya cinta kasih sebagai salah satu aspek praktik umat Buddha yang dapat membawa perdamaian. Kehadiran Buddha hendaknya juga hadir dalam diri setiap orang,” tutur Bhante Nyana Gupta.

Terinspirasi Tradisi Muslim, Waisak Berlangsung Sebulan Penuh

Menariknya, perayaan Waisak kali ini berlangsung semarak hampir selama satu bulan penuh. Bhante Nyana Gupta menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan spiritual dan sosial tahun ini terinspirasi dari tradisi umat Muslim (seperti bulan Ramadan).

Beberapa agenda yang dijalankan selama satu bulan penuh tersebut meliputi:

  • Aksi Sosial: Berbagi bantuan dan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.

  • Pendalaman Dharma: Kegiatan spiritual untuk memperkuat keimanan umat Buddha.

  • Kegiatan Generasi Muda: Program khusus untuk remaja yang nantinya akan menjadi penutup rangkaian acara Waisak.

Baca Juga :  Buntut Karhutla dan Kabut Asap, Tim Hukum Nafas Kalbar Layangkan Gugatan Class Action ke Presiden Prabowo

“Kita terinspirasi oleh teman-teman Muslim, kita juga mempraktikkannya dalam satu bulan ini,” pungkas Bhante Nyana Gupta, menunjukkan indahnya toleransi dan saling adopsi nilai positif antarumat beragama di Indonesia.

Dihadiri Ribuan Umat di Wihara Ekayana Arama

Perayaan Tri Suci Waisak 2570 T.B. di Wihara Ekayana Arama berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa persaudaraan. Berdasarkan data panitia, acara ini dihadiri oleh:

Komponen Peserta Jumlah
Umat Buddha ± 9.500 Orang
Biksu & Biksuni (Sangha Agung Indonesia) 28 Personel

Rangkaian sakral perayaan ini diawali dengan prosesi pindapata (tradisi para biksu berjalan kaki mengumpulkan persembahan dana makanan dari umat) dan dilanjutkan dengan puja bakti Waisak yang khusyuk.

Kehadiran Menteri Agama di tengah-tengah ribuan umat Buddha ini menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam merawat keberagaman dan memperkuat moderasi beragama di Indonesia. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Heriyus: MTQ XI Harus Jadi Momentum Mengamalkan Nilai Al-Qur’an
Diduga Peras Indomaret hingga Minta Diskon Rumah 70 Persen, Bupati Gowa Jadi Tersangka Korupsi
DPRD Kalteng Minta Pelayanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Diprioritaskan, Jarak Jangan Jadi Penghalang
Komdigi Pastikan Surat Pemadaman Internet Nasional 25–27 September 2026 Adalah Hoaks
Usut Pungli Rp150 Ribu dan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar Turunkan Tim Khusus
Gandeng BRIN dan Ilmuwan, BPGMN Siapkan AI dan Teknologi Water Injection Cegah Karhutla
KPK Terbitkan Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Fadia Arafiq
Prabowo Siapkan Anggaran dan Alat Berat untuk Cegah Karhutla

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 16:30 WIB

Heriyus: MTQ XI Harus Jadi Momentum Mengamalkan Nilai Al-Qur’an

Jumat, 25 September 2026 - 16:10 WIB

Diduga Peras Indomaret hingga Minta Diskon Rumah 70 Persen, Bupati Gowa Jadi Tersangka Korupsi

Jumat, 25 September 2026 - 13:45 WIB

DPRD Kalteng Minta Pelayanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Diprioritaskan, Jarak Jangan Jadi Penghalang

Jumat, 25 September 2026 - 06:10 WIB

Usut Pungli Rp150 Ribu dan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar Turunkan Tim Khusus

Jumat, 25 September 2026 - 05:40 WIB

Gandeng BRIN dan Ilmuwan, BPGMN Siapkan AI dan Teknologi Water Injection Cegah Karhutla

Kamis, 24 September 2026 - 20:17 WIB

KPK Terbitkan Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Fadia Arafiq

Kamis, 24 September 2026 - 20:16 WIB

Prabowo Siapkan Anggaran dan Alat Berat untuk Cegah Karhutla

Kamis, 24 September 2026 - 05:54 WIB

Presiden Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Wujudkan Kuliah Gratis di PTN

Berita Terbaru

DPRD Seruyan memberi perhatian terhadap krisis air bersih yang dialami masyarakat akibat musim kemarau di sejumlah wilayah. Wakil Ketua I DPRD Seruyan, Harsandi, mengapresiasi langkah Pemkab Seruyan yang dinilai masif menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa terdampak.

Seruyan

DPRD Apresiasi Bantuan Air Bersih

Jumat, 25 Sep 2026 - 15:10 WIB