Sikapi UU Deforestasi; TEGAS! Malaysia Hentikan Ekspor Minyak Sawit ke Uni Eropa, Indonesia?

- Jurnalis

Jumat, 10 Februari 2023 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Truk dengan tandan buah segar kelapa sawit antre untuk dibongkar di sebuah pabrik di Aceh Barat. (voaindonesia.com)

Truk dengan tandan buah segar kelapa sawit antre untuk dibongkar di sebuah pabrik di Aceh Barat. (voaindonesia.com)

1TULAH.COM-Menyusul telah disetujuinya UU Deforestasi Uni Eropa, muncul seruan boikot ekspor minyak sawit ke Uni Eropa. Dengan alasan UU Deforestasi tersebut merupakan kebijakan diskriminatif yang menarget minyak sawit dari negara produsen terbesar di wilayah Asia, seperti Indonesia dan Malaysia.

Sehubungan dengan ini, Malaysia. telah mengambil sikap tegas dengan telah menghentikan ekspor minyak sawitnya, sejak bulan lalu. Sejauh ini langkah boikot ekspor minyak sawit ke Uni Eropa ini masih dianggap Indonesia belum perlu.

Namun, Indonesia dan Malaysia., sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, berencana mengirim utusan bersama ke Uni Eropa, untuk membahas dampak undang-undang deforestasi baru blok itu terhadap sektor minyak sawit.

Langkah ini diungkapkan para menteri yang bertanggung jawab mengurus industri sawit di kedua negara itu, Kamis (9/2/2023)

Uni Eropa pada bulan Desember menyetujui undang-undang deforestasi, yang mewajibkan perusahaan-perusahaan, membuat pernyataan uji tuntas yang menunjukkan kapan dan di mana komoditas mereka diproduksi, dan memberikan informasi yang “dapat diverifikasi” bahwa kelapa sawit tidak ditanam di lahan yang digunduli setelah tahun 2020, atau berisiko terkena denda yang besar.

Baca Juga :  KPK Bakal Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Peraturan tersebut disambut baik oleh para pencinta lingkungan, sebagai langkah penting untuk melindungi hutan, karena deforestasi bertanggung jawab atas sekitar 10 persen emisi gas rumah kaca global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Kamis (9/2/2023) bertemu dengan Menteri Komoditas Malaysia.Fadillah Yusof untuk membahas langkah-langkah selanjutnya.

“Kami sepakat untuk mengirim misi bersama ke Uni Eropa, untuk berkomunikasi dan untuk mencegah konsekuensi, yang tidak diinginkan dari peraturan-peraturan di sektor kelapa sawit, dan untuk mencari kemungkinan pendekatan kolaboratif,” kata Airlangga kepada wartawan.

Indonesia dan Malaysia. menuduh Uni Eropa menerapkan kebijakan diskriminatif yang menarget minyak sawit.

Para diplomat Uni Eropa membantah blok itu berusaha melarang impor minyak kelapa sawit, dan mengatakan undang-undang itu berlaku sama untuk komoditas yang diproduksi di mana pun. Uni Eropa adalah pasar minyak sawit terbesar ketiga bagi kedua negara.

Baca Juga :  Poin Sama dengan Borneo FC, Persib Bandung Juara Super League 2025/2026 Unggul Head-to-Head

Setelah bertemu dengan Airlangga, Fadillah mengatakan bahwa para produsen minyak sawit, telah menerapkan langkah-langkah keberlanjutan dan industri tersebut sangat penting untuk mendukung kesejahteraan para petani kecil.

Utusan-utusan yang dikirim ke Uni Eropa juga akan berusaha memastikan para pembeli, bahwa sertifikasi keberlanjutan yang diperkenalkan oleh Indonesia dan Malaysia., masing-masing dikenal sebagai ISPO dan MSPO, telah memenuhi standar internasional.

Malaysia mengatakan bulan lalu dapat menghentikan ekspor minyak sawit ke Uni Eropa, sebagai tanggapan atas undang-undang deforestasi itu.

Airlangga mengatakan, isu boikot ekspor itu tidak diangkat dalam rapat Kamis. “Penghentian ekspor tidak dibahas … itu bukan pilihan,” katanya. (Sumber: voaindonesia.com)

Berita Terkait

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup
Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya
Negosiasi Alot Berhasil! Pemerintah Pulangkan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel
Polisi Bekuk Empat Terduga Pengguna Sabu di Kota Palu Sulteng
Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba di THM New Zone Medan
AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali
Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini
Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang
Tag :

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 07:53 WIB

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup

Senin, 25 Mei 2026 - 07:17 WIB

Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya

Senin, 25 Mei 2026 - 03:55 WIB

Negosiasi Alot Berhasil! Pemerintah Pulangkan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:30 WIB

Polisi Bekuk Empat Terduga Pengguna Sabu di Kota Palu Sulteng

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:40 WIB

AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:10 WIB

Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:49 WIB

Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:39 WIB

Harga Sawit Hancur Imbas Wacana Monopoli Ekspor, Perusahaan Diminta Tak Turunkan Harga

Berita Terbaru

Muara Teweh

Breaking News: Seorang Pria Dutemukan tak Bernyawa

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:27 WIB

Ilustrasi Sabu. [Antara]

Nasional

Polisi Bekuk Empat Terduga Pengguna Sabu di Kota Palu Sulteng

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:30 WIB